Berita Bencana Mematikan di Indonesia Picu 'Blame Game' Politik

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 13 Oct 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    743
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Bencana mematikan di Indonesia yang baru-baru ini terjadi, memicu ‘blame game’ atau permainan saling menyalahkan di ranah politik. Tanggapan pemerintah terhadap gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah yang menewaskan sekitar 2.000 orang tersebut, telah menimbulkan kekhawatiran tentang beberapa keputusan yang dibuat. Salah satunya adalah pembatasan bantuan asing yang masuk, yang dicap sebagai langkah nasional yang telah membahayakan jiwa di pulau itu.

    Oleh: Erin Cook (The Diplomat)

    Keputusan yang sulit telah dibuat di Sulawesi Tengah. Dua minggu setelah gempa bumi dan tsunami berkekuatan 7,5 skala Richter menghantam provinsi ini, upaya penyelamatan dan pertolongan sekarang akan fokus pada para korban yang selamat dari bencana mematikan di Indonesia tersebut.

    Dengan 5.000 korban yang masih hilang dan korban tewas melampaui 2.000 jiwa, bencana ini menjadi salah satu yang terburuk sejak era pasca-tsunami Aceh. Karena tingkat kerusakan pernah terjadi sebelumnya, perbedaan cara pada respons dari pihak berwenang sangat jelas.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera diserang karena peringatan tsunami. Para kritikus mengatakan bahwa peringatan tsunami telah ditarik sebelum gelombang pertama menghantam garis pantai Palu, tetapi BMKG menegaskan bahwa gelombang ketiga dan terakhir terjadi beberapa menit sebelum peringatan diakhiri.

    Keputusan untuk mencabut peringatan tersebut dibuat berdasarkan analisis rekaman yang beredar online dan laporan dari kantor BMKG setempat. Kepala badan tersebut Dwikorita Karnawati—yang sekarang menghadapi seruan untuk mengundurkan diri—mengatakan bahwa ketiga gelombang tsunami tersebut mencapai pantai dalam dua setengah menit, dan selesai sebelum pencabutan peringatan pada pukul 6.37 sore.

    Karnawati menyalahkan video yang diunggah ke media sosial setelah peristiwa itu, yang memberi kesan bahwa tsunami terjadi setelah peringatan berakhir.

    Selain itu, badan tersebut telah dikecam atas kegagalan sensor tsunami untuk mendeteksi ukuran ombak. Dalam minggu-minggu sejak itu, kritik itu telah berbalik pada pemerintah pusat dan daerah yang gagal mempertahankan sistem pencegahan bencana. Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwonugroho, mengatakan kepada media lokal di Jakarta pekan lalu, bahwa 22 sensor yang tersebar di seluruh negeri tidak ada yang masih beroperasi.

    Para ahli gempa telah mengatakan bahwa besarnya bencana alam di Indonesia yang cenderung terjadi di sepanjang Lingkar Pasifik sangat sulit untuk diprediksi secara akurat. Terlepas dari itu, laporan yang meluas terkait skandal anggaran pemerintah provinsi yang kecil, yang telah menghambat pendanaan yang cukup untuk pemeliharaan dan pemantauan, adalah kenyataan yang kejam bagi 80 ribu korban yang hidup di bawah kamp-kamp beratapkan kain terpal.

    Untuk sesaat, tampaknya seolah-olah perhitungan serius akan segera datang. Spanduk yang menyerukan sumbangan untuk memberikan bantuan untuk korban gempa Lombok menghiasi jalan-jalan di kota-kota di seluruh negeri, tampak berjumbai di samping spanduk-spanduk baru berisi seruan untuk bantuan korban gempa dan tsunami Sulawesi.

    Keinginan rakyat untuk reformasi yang jauh lebih besar sangatlah jelas, tetapi motivasi politik sudah mulai berkurang. Bagi Jakarta, hal itu sudah biasa. Pemilihan Presiden pada bulan April masih jadi perhatian.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG