Politik Bencana Kemanusiaan Muslim Uighur yang Diabaikan Dunia

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 15 Sep 2018 at 13:45.

  1. politik

    politik IndoForum Newbie D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    72
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Gender:
    Male
    Dunia kembali mengabaikan salah satu bencana kemanusiaan besar lainnya: situasi mengerikan yang dialami oleh Muslim Uighur China. Penduduk Muslim Uighur China dimasukkan ke dalam kamp-kamp pengasingan massal, dilarang mempraktikkan agama mereka, dan dijadikan target indoktrinasi. Namun, sebagian besar dunia tetap tidak menyadari kengerian yang terjadi di Xinjiang. Kali ini, kita harus bertindak sebelum terlambat.

    Oleh: Khaled A Beydoun (Al Jazeera)

    Rwanda. Timor Timur. Myanmar. Dunia memiliki kebiasaan yang kejam dengan mengabaikan bencana kemanusiaan sampai terlambat. Kebiasaan lama memang sulit dihilangkan, dan orang-orang telah ditargetkan oleh program pembersihan etnis yang dipimpin negara bahkan lebih kejam.

    Tetapi laporan-laporan kamp konsentrasi massal dan kriminalisasi Islam yang ditimpakan pada Muslim Uighur di China harus membuat was-was siapa pun dan semua orang. Sekarang juga.

    Pada bulan Agustus, sebuah panel hak asasi manusia PBB melaporkan bahwa hingga satu juta Muslim Uighur dipaksa masuk ke tempat yang menyerupai kamp pengasingan besar di Xinjiang—daerah otonom di China barat yang menjadi rumah bagi sekitar 10 juta Muslim Uighur.

    Gay McDougall, yang menjabat di Komite PBB terkait Penghapusan Diskriminasi Rasial, mengklaim bahwa hingga dua juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya dipaksa masuk ke “kamp-kamp politik untuk (dijadikan target) indoktrinasi.”

    Skala pengintaian China mengejutkan, di mana setidaknya satu dari setiap 10 Muslim Uighur yang tinggal di Xinjiang “menghilang ke dalam kamp pengasingan.” Angka ini bahkan lebih mengejutkan bagi mereka yang memiliki keluarga atau teman yang ditangkap tanpa melakukan tindak kriminal; hanya sekadar mempraktikkan sebuah keyakinan—Islam—di wilayah di mana agama ini secara kategoris terkait dengan subversi, separatisme, dan terorisme.

    Tetapi pengasingan satu juta orang di Xinjiang hanyalah sebagian kecil dari rencana buruk negara tersebut terkait pembersihan etnis terhadap Muslim Uighur. Ungkapan-ungkapan “penahanan” dan “kamp konsentrasi” secara langsung menyulap gambar-gambar Holocaust atau pengepungan orang Amerika-Jepang selama Perang Dunia II.

    Analogi kuat tersebut memicu The New York Times, The Atlantic, dan The Intercept untuk menerbitkan potongan-potongan berita baru-baru ini yang mendokumentasikan penyebutan China untuk Islam sebagai “penyakit mental,” dan tujuannya yang tanpa ampun untuk memusnahkan Islam dengan cara menyapu bersih melalui pembersihan etnis, salah satu caranya dengan kamp pengasingan massal.

    Namun, sebagian besar dunia tetap tidak menyadari kengerian yang terjadi di Xinjiang. Dan bahkan, sepenuhnya tidak mengetahui tentang orang-orang yang terperangkap di dalam cengkeraman kekuasaan ‘kekuatan super’ yang bertekad menghancurkan mereka.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG