Negeri seribu bencana
Entahlah...benar atau tidak, betul atau kebetulan....
cuman yg harus diingat:
Abu Dawud meriwayatkan pula hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:
“Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik; dan tiada seorang pun dari antara kita kecuali , hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.”
“Bukan dari golongan kami siapa yang merasa sial, atau minta diramalkan kesialannya, atau menenung, atau minta ditenungkan, atau mensihir, atau minta disihirkan.” (Riwayat Thabarani)
“Membuat garis di tanah, menganggap sial karena alamat dan melempar kerikil karena ada suatu kepercayaan, adalah termasuk menyembah selain Allah.” (Riwayat Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Hibban)
dan yg harus dicatat :
“Ada tiga perkara yang tidak akan bisa selamat satupun, yaitu: menuduh, tathayyur dan hasud. Oleh karena itu kalau kamu menuduh jangan kamu nyatakan, dan kalau merasa sial jangan surut (jangan kamu gagalkan pekerjaanmu), dan kalau kamu hasud, jangan lanjutkan.” (Riwayat Thabarani)
Artinya apa ? Sudah terjebak > pilihan hanya DUA , Tantang kesialan itu atau masuk perangkap syirik, jika sudah terperangkap sugesti....karena mendengar dsb...akhirnya terpengaruh....maka tanamkanlah dihati untuk menantangnya sebagai pernyataan ketauhidan kita...dan menghilangkan syakwasangka/pikiran tunduk pada kesialan tsb..seperti pesan Rasullullah...dan kalau merasa sial jangan surut (jangan kamu gagalkan pekerjaanmu)
Sekedar info BENCANA dan KEWASPADAAN
NEGERI SERIBU BENCANA
http://myquran.com/forum/showthread.php/20000
Entahlah...benar atau tidak, betul atau kebetulan....
cuman yg harus diingat:
Abu Dawud meriwayatkan pula hadits marfu’ dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu:
“Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik; dan tiada seorang pun dari antara kita kecuali , hanya saja Allah menghilangkannya dengan tawakkal kepada-Nya.”
“Bukan dari golongan kami siapa yang merasa sial, atau minta diramalkan kesialannya, atau menenung, atau minta ditenungkan, atau mensihir, atau minta disihirkan.” (Riwayat Thabarani)
“Membuat garis di tanah, menganggap sial karena alamat dan melempar kerikil karena ada suatu kepercayaan, adalah termasuk menyembah selain Allah.” (Riwayat Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Hibban)
dan yg harus dicatat :
“Ada tiga perkara yang tidak akan bisa selamat satupun, yaitu: menuduh, tathayyur dan hasud. Oleh karena itu kalau kamu menuduh jangan kamu nyatakan, dan kalau merasa sial jangan surut (jangan kamu gagalkan pekerjaanmu), dan kalau kamu hasud, jangan lanjutkan.” (Riwayat Thabarani)
Artinya apa ? Sudah terjebak > pilihan hanya DUA , Tantang kesialan itu atau masuk perangkap syirik, jika sudah terperangkap sugesti....karena mendengar dsb...akhirnya terpengaruh....maka tanamkanlah dihati untuk menantangnya sebagai pernyataan ketauhidan kita...dan menghilangkan syakwasangka/pikiran tunduk pada kesialan tsb..seperti pesan Rasullullah...dan kalau merasa sial jangan surut (jangan kamu gagalkan pekerjaanmu)
Sekedar info BENCANA dan KEWASPADAAN
NEGERI SERIBU BENCANA
http://myquran.com/forum/showthread.php/20000