setan_kesepian
IndoForum Beginner D
- No. Urut
- 16729
- Sejak
- 6 Jun 2007
- Pesan
- 613
- Nilai reaksi
- 82
- Poin
- 28
Belanja Militer Tiongkok Paling Besar Se-Asia
Menggeser Jepang, Urutan Keempat Dunia
STOCKHOLM - Tiongkok menggeser posisi Jepang sebagai negara keempat yang terbanyak membelanjakan uang untuk perlengkapan militer, terutama persenjataan. Posisi teratas tetap dikuasai AS. Negara yang dipimpin Presiden George W. Bush itu membutuhkan lebih banyak senjata untuk mendukung tentaranya dalam Perang Iraq dan Afghanistan.
Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), total belanja militer dunia selama 2006 mencapai USD 1,2 triliun (sekitar Rp 10.934 triliun). Angka tersebut naik 3,5 persen dari tahun sebelumnya. Di antara seluruh jumlah tersebut, hampir separo atau USD 528 miliar (sekitar Rp 4.810 triliun) berasal dari Pentagon, badan pertahanan AS. "Belanja militer AS naik karena pengaruh Perang Iraq dan Afghanistan yang banyak menyedot biaya," jelas Elisabeth Skons, salah seorang peneliti SIPRI kemarin.
Tahun sebelumnya, belanja militer AS mencapai USD 505 miliar (sekitar Rp 4.598 triliun). Posisi kedua dan ketiga juga tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Yakni, diisi Inggris, sekutu AS dalam Perang Iraq, dan Prancis.
Kejutan diberikan Tiongkok. Negara komunis tersebut membelanjakan uang USD 50 miliar (sekitar Rp 453 triliun). Mereka menggeser Jepang yang akhirnya turun di peringkat kelima dengan total belanja militer USD 43,7 miliar (sekitar Rp 398 triliun). Dua negara besar di Asia tersebut sering berbenturan. Penyebabnya beragam. Mulai perebutan wilayah hingga sejarah. Jepang memang pernah menjajah Tiongkok selama PD II.
Selama satu dekade terakhir, Tiongkok secara terbuka menyatakan meningkatkan anggaran belanja militer. Alasannya, mereka ingin memperbarui persenjataannya. AS sempat beberapa kali mengecam sikap Tiongkok tersebut. Namun, negara yang dipimpin Presiden Hu Jintao tersebut berdalih belanja militer mereka jauh lebih kecil dibandingkan AS.
Banyaknya negara yang terus meningkatkan belanja militer membuat SIPRI mempertanyakan efektivitas senjata dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan manusia. "Kita tahu pasti, jutaan nyawa bisa terselamatkan dengan bantuan kesehatan yang nilainya hanya sepersekian jumlah yang dikeluarkan negara-negara tersebut untuk senjata," tegas Elisabeth.
Posisi keenam hingga ke-10 dalam daftar negara dengan belanja militer terbanyak di dunia diisi negara-negara dari Timur Tengah. "Saat dunia ribut soal kiriman senjata dari Rusia ke Iran, kiriman dari AS dan negara Eropa menuju Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab justru lebih besar," ungkapnya.
http://www.indopos.co.id/index.php?a...il_c&id=289592
Menggeser Jepang, Urutan Keempat Dunia
STOCKHOLM - Tiongkok menggeser posisi Jepang sebagai negara keempat yang terbanyak membelanjakan uang untuk perlengkapan militer, terutama persenjataan. Posisi teratas tetap dikuasai AS. Negara yang dipimpin Presiden George W. Bush itu membutuhkan lebih banyak senjata untuk mendukung tentaranya dalam Perang Iraq dan Afghanistan.
Menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), total belanja militer dunia selama 2006 mencapai USD 1,2 triliun (sekitar Rp 10.934 triliun). Angka tersebut naik 3,5 persen dari tahun sebelumnya. Di antara seluruh jumlah tersebut, hampir separo atau USD 528 miliar (sekitar Rp 4.810 triliun) berasal dari Pentagon, badan pertahanan AS. "Belanja militer AS naik karena pengaruh Perang Iraq dan Afghanistan yang banyak menyedot biaya," jelas Elisabeth Skons, salah seorang peneliti SIPRI kemarin.
Tahun sebelumnya, belanja militer AS mencapai USD 505 miliar (sekitar Rp 4.598 triliun). Posisi kedua dan ketiga juga tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya. Yakni, diisi Inggris, sekutu AS dalam Perang Iraq, dan Prancis.
Kejutan diberikan Tiongkok. Negara komunis tersebut membelanjakan uang USD 50 miliar (sekitar Rp 453 triliun). Mereka menggeser Jepang yang akhirnya turun di peringkat kelima dengan total belanja militer USD 43,7 miliar (sekitar Rp 398 triliun). Dua negara besar di Asia tersebut sering berbenturan. Penyebabnya beragam. Mulai perebutan wilayah hingga sejarah. Jepang memang pernah menjajah Tiongkok selama PD II.
Selama satu dekade terakhir, Tiongkok secara terbuka menyatakan meningkatkan anggaran belanja militer. Alasannya, mereka ingin memperbarui persenjataannya. AS sempat beberapa kali mengecam sikap Tiongkok tersebut. Namun, negara yang dipimpin Presiden Hu Jintao tersebut berdalih belanja militer mereka jauh lebih kecil dibandingkan AS.
Banyaknya negara yang terus meningkatkan belanja militer membuat SIPRI mempertanyakan efektivitas senjata dalam meningkatkan keamanan dan keselamatan manusia. "Kita tahu pasti, jutaan nyawa bisa terselamatkan dengan bantuan kesehatan yang nilainya hanya sepersekian jumlah yang dikeluarkan negara-negara tersebut untuk senjata," tegas Elisabeth.
Posisi keenam hingga ke-10 dalam daftar negara dengan belanja militer terbanyak di dunia diisi negara-negara dari Timur Tengah. "Saat dunia ribut soal kiriman senjata dari Rusia ke Iran, kiriman dari AS dan negara Eropa menuju Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab justru lebih besar," ungkapnya.
http://www.indopos.co.id/index.php?a...il_c&id=289592

