• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Bejo dan dukun sakti

demochist88

IndoForum Newbie A
No. Urut
14302
Sejak
18 Apr 2007
Pesan
358
Nilai reaksi
44
Poin
28
moga" ga repost ya kk..
jgn lupa Cendolnya yaa..
/thx /thx

Pada suatu hari datanglah seorang dukun ke sebuah Desa
untuk mendoakan orang-orang di desa itu.
Lalu dukun sakti itu menyuruh semua orang kampung di desa itu
berkumpul di sebuah gunung kliwon.

Dan seluruh orang kampung pun berkumpul digunung Kliwon
tanpa terkecuali si " Bejo ".
Pada hari pertama sang dukun menyuruh orang orang kampung berkumpul
di gunung kliwon dengan membawa batu sebesar kepalan tangan ,
dan orang -orang kampung pun menuruti perintah sang dukun itu.
Tapi berbeda halnya dengan si Bejo,
karena malasnya dia hanya membawa batu sebesar ujung jari saja (batu kerikil) karena dia tidak mau cape-cape membawa batu
ke atas gunung yang terkenal jauh itu.

Lalu sesudah semua orang berkumpul
sang dukun pun berdoa dengan suara yang keras katanya :
Biarlah Batu yang kalian bawa akan aku berkati menjadi Roti.
Lantas Batu yang mereka bawa menjadi roti , tak beda halnya dengan Bejo,
tapi karena Bejo hanya membawa batu hanya sebesar ujung jari maka tidak puas lah ia memakan roti itu.

Lalu sesudah orang kampung memakan roti itu ,
sang dukun pun berkata kembali dengan suara lantang :
Bawalah kembali Batu sebesar gemgaman tangan kalian esok hari !
Lalu hari berikutnya seluruh orang kampung pergi kegunung itu
dengan membawa batu sebesar gengaman tangan tanpa terkecuali si Bejo .

Si Bejo dengan keyakinannya bahwa sang dukun mengubah Batu yang disuruh
bawa itu akan diubah kembali menjadi roti ,
Ia nekat membawa batu yang sangat besar ,
karena ia tidak mau mendapat roti yang kecil lagi pikirnya.
Kemudian dengan tergopoh-gopoh,
Bejo membawa batu besar itu keatas Gunung Kliwon.

Lalu sesudah semua orang berkumpul di gunung itu
mulailah sang dukun berdoa dengan sura lantang :
Lemparkanlah Batu yang kalian bawa, sepanjang batu itu terlempar ,
maka sepanjang itu pula lah umur kalian di dunia.
Maka semua orang membuang batu yang mereka bawa sejauh -jauh mereka melempar , tak terkecuali si Bejo ,
tapi kerena batu yang ia bawa sangat lah besar,
maka walaupun ia melempar dengan sekuat tenaga ,
batu besar itu hanya dapat terlempar beberapa langkah saja dari tempatnya melempar.

Lalu sang dukun pun menyuruh orang orang kampung untuk berkumpul kembali
digunung itu ,
tetapi kali ini ia menyuruh orang-orang untuk membawa dua buah batu sebesar gemgaman tangan mereka yang sama besarnya.
Dan untuk kali ini sang dukun hanya membolehkan kaum pria saja yang boleh pergi ke gunung itu.

Lalu pada keesokan harinya semua kaum pria kampung itu berkumpul dengan
membawa batu sebesar gemgaman tangan mereka sebanyak dua buah tepat
seperti yang diamanatkan sang Dukun.
Begitu juga halnya dengan si Bejo, tetapi kali ini ia membawa batu yang tidak sama besarnya.
Ia membawa batu sebesar ujung jari dengan harapan jika sang Dukun menyuruhnya melempar agar umurnya panjang maka ia akan melempar batu yang kecil terlebih dahulu, tetapi bila sang dukun mendoakan supaya batu yang mereka bawa berubah menjadi roti maka ia akan tetap mendapatkan roti yang sangat besar.

Maka dengan tergopoh-gopoh pula Bejo pergi ke gunung Kliwon .
Maka sesudah semua kaum pria berkumpul di gunung itu sang dukun pun berdoa dengan suara yang lantang :
Angkatlah kedua batu yang sama besarnya itu tinggi-tinggi,
maka semua orang mengangkat batu yang mereka bawa tinggi-tinggi tak terkecuali si Bejo.

Tetapi karena batu yg di bawanya tdk sama besarnya ,
yang satu kecil seperti kerikil dan yg satunya lagi besar bahkan melebihi
ukuran badanya ,ia pun mengangkat kedua batu itu dengan tergopoh-gopoh.
Sesudah semua pria kampung itu mengangkat batu yg mereka bawa maka mulailah
sang dukun berdoa dengan suara lantang :
Angkatlah batu sama besar yang kalian bawa itu tinggi-tinggi,
maka sebesar batu yang kalian bawa akan sebesar itu pulalah biji kemaluan kalian.....!!!
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.