yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
General Manager PT Karcher Indonesia, Roland Staehler, mengatakan secara teknis pembersihan dibagi menjadi dua bagian. Ada yang mengerjakan di bagian cawan dan juga di tugu.
"Tim Kaercher Indonesia membersihkan cawan bawah, kemudian tim Jerman yang bagian tugu Monas," kata Roland di kawasan Monas.
Menurut Roland, saat ini kondisi Monas sangat kotor karena sejak tahun 1992 belum pernah dibersihkan sama sekali. Kata dia, bagian paling kotor adalah cawan atau bawah Monas. Sebab, bagian tersebut paling sering dikunjungi dan kerap dijadikan lokasi berfoto oleh warga.
"Kondisi Monas cukup kotor, terutama di bawah area cawan yang sering dimasuki pengunjung. Ini adalah area yang tidak terkena air hujan sehingga kotoran menumpuk. Sedangkan bagian lain di Monas dapat ditangani dengan baik," ujarnya.
Pembersihan tidak menggunakan bahan kimia, hanya memakai air bersih yang disemprotkan alat dari Jerman dengan suhu 100 derajat celsius.
Senior Manager Marketing and Business Development Kaercher Indonesia, Francisca Natalia, menambahkan sedikitnya 20 tenaga ahli yang terdiri dari 17 tim Indonesia dan tiga dari Jerman diterjunkan untuk memandikan Monas. Tim dipimpin oleh Thorsten Moewes.
Jika satu sisi sudah selesai mereka akan pindah ke bagian lainnya. "Yang paling perlu dibersihkan itu cekungan di bawah anjungan paling atas karena tidak pernah terkena hujan dan air," kata Francisca.
Pencucian dilakukan selama pukul 08.00-18.00 WIB. Setelah semua rampung dibersihkan, PT Karcher akan mengundang warga yang tinggal di Jakarta untuk ikut Monas Fun Cleaning Day.