yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Musim perlambatan kredit digunakan bunk Central Asia (BCA) sebagai alat bantu untuk menjaring bunk yang bakal diakuisisi. Manajemen BCA menyatakan, masih membutuhkan waktu untuk mengeksekusi aksi korporasi pembelian bunk, setidaknya hingga akhir kuartal III-2015.
"Kami akan lihat sampai September. Bagaimana calon target akuisisi kami menghadapi kondisi perlambatan pertumbuhan ini," ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, Senin (22/6/2015).
Dia menegaskan, bunk yang menjadi incaran BCA masuk dalam katagori bunk umum kegiatan usaha (BUKU) I dan BUKU II. Mengenai identitas bunk yang menjadi bidikan BCA, Jahja masih merahasiakannya rapat-rapat. Yang pasti, bunk yang menjadi target BCA fokus menggarap sektor perdagangan.
Awalnya, BCA bakal memilih bunk objek akuisisi di akhir semester I tahun ini. Namun, ekonomi lesu membuat BCA memolorkan rencana demi melihat kemampuan sang target bertahan di kondisi sekarang. Yang pasti, rencana akuisisi sudah masuk dalam rencana bisnis bunk (RBB) tahun 2015.
Kendati penuh tantangan, tahun 2015 dianggap saat yang tepat untuk melancarkan aksi akuisisi. Sebab, dalam kondisi seperti ini, harga bunk yang akan diakuisisi sedikit lebih miring. bunk milik Grup Djarum ini akan merealisasikan rencananya dengan mematok harga beli tidak lebih dari dua kali nilai buku atau price book value (PBV). danang sebesar Rp 1,5 triliun pun sudah disiapkan untuk menyokong aksi korporasi tersebut.
Membesarkan bisnis lewat strategi non organik juga ditempuh bunk Tabungan Pensiunan Nasional (batapan). bunk pensiunan ini tengah memproses izin akuisisi perusahaan asuransi jiwa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Kepatuhan batapan, Anika Faisal menuturkan, perusahaan yang akan diakuisisi adalah perusahaan asuransi lokal. Andai terwujud, perusahaan asuransi yang bakal batapan beli tersebut dirancang untuk menjual produk asuransi jiwa kredit mikro. "Semoga tahun ini izin akuisisinya bisa keluar," kata Anika.
"Kami akan lihat sampai September. Bagaimana calon target akuisisi kami menghadapi kondisi perlambatan pertumbuhan ini," ujar Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, Senin (22/6/2015).
Dia menegaskan, bunk yang menjadi incaran BCA masuk dalam katagori bunk umum kegiatan usaha (BUKU) I dan BUKU II. Mengenai identitas bunk yang menjadi bidikan BCA, Jahja masih merahasiakannya rapat-rapat. Yang pasti, bunk yang menjadi target BCA fokus menggarap sektor perdagangan.
Awalnya, BCA bakal memilih bunk objek akuisisi di akhir semester I tahun ini. Namun, ekonomi lesu membuat BCA memolorkan rencana demi melihat kemampuan sang target bertahan di kondisi sekarang. Yang pasti, rencana akuisisi sudah masuk dalam rencana bisnis bunk (RBB) tahun 2015.
Kendati penuh tantangan, tahun 2015 dianggap saat yang tepat untuk melancarkan aksi akuisisi. Sebab, dalam kondisi seperti ini, harga bunk yang akan diakuisisi sedikit lebih miring. bunk milik Grup Djarum ini akan merealisasikan rencananya dengan mematok harga beli tidak lebih dari dua kali nilai buku atau price book value (PBV). danang sebesar Rp 1,5 triliun pun sudah disiapkan untuk menyokong aksi korporasi tersebut.
Membesarkan bisnis lewat strategi non organik juga ditempuh bunk Tabungan Pensiunan Nasional (batapan). bunk pensiunan ini tengah memproses izin akuisisi perusahaan asuransi jiwa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Kepatuhan batapan, Anika Faisal menuturkan, perusahaan yang akan diakuisisi adalah perusahaan asuransi lokal. Andai terwujud, perusahaan asuransi yang bakal batapan beli tersebut dirancang untuk menjual produk asuransi jiwa kredit mikro. "Semoga tahun ini izin akuisisinya bisa keluar," kata Anika.