• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Batu Penghalang dalam Kehidupan kita

Constantine

IndoForum Senior A
No. Urut
64676
Sejak
19 Feb 2009
Pesan
6.946
Nilai reaksi
320
Poin
83
Konon di suatu masa, ada seorang raja yang sengaja menaruh sebuah batu besar di tengah jalan yang menuju rumahnya. Setelah menaruh batu tersebut, ia bersembunyi di balik pepohonan. “Aku ingin tahu apakah ada orang yang bersedia menyingkirkan batu itu,” gumam raja. Banyak kenalan-kenalan raja yang berasal dari keluarga terhormat ketika melihat batu besar yang menghalangi perjalanan mereka, hanya berdiri memandang batu tersebut sambil menggerutu. Tidak sedikit juga yang mempersalahkan raja dan memaki-maki atas perjalanan yang tidak lancar tersebut. Tetapi anehnya tidak seorang pun yang mau berusaha menyingkirkan batu tersebut. Cukup lama mereka memandangi batu itu sambil mengomel hingga akhirnya seorang petani miskin yang baru saja memetik sayuran dari kebunnya datang mendekat. Tanpa disuruh, petani miskin itu menurunkan bakul besar berisi sayuran yang sedang dibawanya. Setelah meletakkan bakul besar itu, ia berusaha menyingkirkan batu yan menghalangi jalanan ke rumah raja. Dengan susah payah ia mendorong batu itu sendirian, tanpa ada yang mau membantunya. Setelah bergumul cukup lama hingga sekujur tubuhnya basah oleh keringat, batu itu pun akhirnya tersingkir.

Sembari mengelap tangannya yang hampir lecet, petani itu bermaksud mengambil bakulnya yang tadi ia letakkan di pinggir jalan. Tetapi matanya melihat sebuah kantung bewarna hitam di tempat di mana batu tadi berada. Penasaran ia membuka kantung tersebut, dan betapa kagetnya ia ketika melihat begitu banyak uang emas di dalamnya. Selain itu, ia juga menemukan sepucuk surat dari raja yang berbunyi, “Yang berhak memiliki uang-uang emas ini hanyalah dia yang bersedia menyingkirkan batu besar di tengah jalan ini.” Petani itu belajar bahwa dalam setiap kesulitan atau rintangan tersimpan kesempatan yang bisa memperbaiki kehidupan kita.

Orang selalu memandang kesulitan hidup sebagai “batu penghalang” untuk maju dan mendapatkan apa yang diimpikan. Tetapi kenyataan sebenarnya tidaklah selalu demikian. Tergantung bagaimana kita memperlakukan atau menanggapi kesulitan tersebut. Justru pelajaran-pelajaran penting kita dapatkan melalui kesulitan hidup, dan hanya orang-orang yang bisa menghadapinya dengan bijaksana yang akan menimba berkat-berkat di balik setiap masalah. Yakobus berkata, “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.”

Jika saat ini ada kesulitan dalam bentuk apa pun yang sedang menghadang di depanmu, jangan menyerah dan berpikir bahwa semua harapanmu akan berakhir karena kesulitan itu. Hadapilah semuanya dengan mata yang terus tertuju kepada Yesus. Percayalah bahwa apa pun yang Tuhan izinkan terjadi, akan membawa berkat dan kebaikan bagi kita.

sumber: Manna Sorgawi
 
aku jadi ingat ada khotbah yg mirip2 dgn thread ini...
jadi Tuhan ga akan melakukan sesuatu/mujizat yg jawabannya ada pd kita sendiri..
Dia cenderung selalu mengajar kita supaya ga jadi lembek atau manja...
dikit2 Tuhan...dikit2 Tuhan...maksudnya disini bukannya kita ga berserah 100% sm Dia yah..no no no...tapi jgn kita minta sesuatu yg jawabannya sebenarnya ada pd kita..
contohnya...pada waktu Yesus maen2 ke kampungnya maria martha n lazarus...disana ternyata lazarus dah mati...pas Yesus datang ke kuburnya lazarus, dia sempat menangis dan aku yakin mujizat akan terjadi...tapi...????sebelum mujizat terjadi...Yesus sempat nyuruh beberapa org utk menggulingkan batu yg menutup kuburan tsb...
baru dia panggil si lazarus keluar<----ini mujizatnya.
setelah itu...Yesus kembali menyuruh beberapa org utk membuka kain2 kafan yg masih ada di tubuh lazarus....
jadi kesimpulannya...mujizat tetap ada...dan selalu ada, tapi tetap kita harus mengerjakan apa yg menjadi bagian kita...jgn Dia molo donk hehehehe...
setelah bagian kita sdh kita kerjakan...barulah mujizat itu bisa menjadi sempurna..

walah...panjang bgt yah hehehhehe...
ini cuman pendapatku saja ....kita share yah...

GBU

regards,

novert.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.