Politik Bahasa Inggris Bukanlah Ancaman Bagi Bahasa Indonesia

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 10 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Bahasa Inggris bukanlah ancaman bagi bahasa Indonesia. Berbicara bahasa lain—terutama bahasa Inggris—justru sangat diperlukan bagi Indonesia jika ingin meningkatkan ekonominya dengan lebih baik. Bahasa Inggris seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman terhadap eksistensi bahasa Indonesia, tetapi sebuah kesempatan untuk berhasil di dunia. Itu tidak harus dilihat sebagai bentuk imperialisme tidak langsung, tetapi alat bagi Indonesia untuk maju

    Oleh: Muhammad Beni Saputra (The Diplomat)

    Tanggal 28 Oktober 2018 menandai peringatan ke-90 Sumpah Pemuda yang menyatakan tiga cita-cita: satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia. Sumpah ini memproklamasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Indonesia.

    Sumpah ini telah sukses—sukses besar memang—bahwa sebuah negara yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, 300 kelompok etnis, 700 bahasa lisan, dapat disatukan menjadi satu entitas atas nama Indonesia berkat bahasa Indonesia.

    Namun, kepentingan dan kemenangan yang demikian itu telah mengilhami beberapa pembuat kebijakan untuk terlalu protektif terhadap semakin banyaknya bahasa asing, terutama bahasa Inggris, dalam kehidupan rakyat Indonesia. Akibatnya, bahasa revolusi industri keempat tersebut dihilangkan dari kurikulum pendidikan dasar Indonesia.

    Pandangan linguistik-imperialisme yang terinspirasi secara politis seperti itu, jelas bertentangan dengan semangat globalisasi. Dalam dunia yang lebih saling bergantung, jelas bahwa multilingualisme adalah kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara kemampuan bahasa Inggris suatu komunitas dan kinerja ekonomi suatu bangsa.

    Melihat Indonesia saat ini, seperti apa gambaran umum tingkat kemahiran bahasa Inggris dari rakyat Indonesia?

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh EF (Education First), kemampuan bahasa Inggris orang Indonesia untuk tahun 2017 rendah dan bahkan lebih rendah dari tahun sebelumnya. Pengukuran lain yang dilakukan di tahun yang sama juga mengungkapkan hasil yang serupa.

    Indonesia berada di peringkat paling bawah di antara 47 negara yang terdaftar dalam Performa Rata-rata TOEIC tahun 2017. Skor rata-rata Indonesia untuk TOEFL IBT adalah 85; lebih rendah dari Malaysia (91) atau Singapura (97). Untuk IELTS for Academic, skor keseluruhan peserta tes Indonesia adalah 6,38, lebih rendah dari skor minimum yang diperlukan sebesar 6,50 yang disyaratkan oleh sebagian besar universitas di luar negeri. Yang terakhir namun tetap penting, skor rata-rata Indonesia di TOEFL ITP untuk 2016 sangat rendah, yakni 473.

    Hasil di atas, meskipun informatif, masih belum dapat menunjukkan keadaan nyata kemampuan bahasa Inggris Indonesia. EF adalah lembaga kursus bahasa Inggris eksklusif yang beroperasi di kota-kota besar, yang sebagian besar pelanggannya adalah warga perkotaan berpenghasilan menengah ke atas. Oleh karena itu, hasil penelitian tersebut sangat mungkin hanya berpusat di kota-kota.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG