• Saat ini anda mengakses IndoForum sebagai tamu dimana anda tidak mempunyai akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya diperuntukkan bagi anggota IndoForum. Dengan bergabung maka anda akan memiliki akses penuh untuk melakukan tanya-jawab, mengirim pesan teks, mengikuti polling dan menggunakan feature-feature lainnya. Proses registrasi sangatlah cepat, mudah dan gratis.
    Silahkan daftar dan validasi email anda untuk dapat mengakses forum ini sepenuhnya sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang benar dan cek email anda setelah daftar untuk validasi.
  • Tips kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19:
    • Cuci tangan kamu sesering mungkin;
    • Jaga jarak dengan orang lain minimal 2 meter;
    • Minimalkan kegiatan di luar ruangan.
    Stay safe in your bubble!

Bagaimana hukum melaksanakan Puasa Weton/Puasa Hari Kelahiran?

Angela

IndoForum Senior D
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
4.413
Nilai reaksi
2
Poin
0
Semalam tiba-tiba Ayah bertanya:

"Kamu lahirnya hari Minggu?"

"???"

Tumben ditanya. Aku mengecek kalender & menyadari: "Bukan, Kamis."

"Maksud saya, anda itu lahir di hari Minggu, kalau dapat tiga hari sebelum hari Minggu anda puasa."

What a way to start, dad. "Oh... Puasa apa itu?"

"Puasa kelahiran."

"Supaya apa?"

"Demi kebaikan saja. Kalau dapat puasanya tiga hari sebelum hari lahir."

Jujur baru perdana kali saya mendengarnya jadi kuiyakan saja. Namun seketika merasa ada yg tidak beres. Sekali lagi saya mengecek kalender.

"...Tanggal 31 'kan Idul Adha. Tiga hari setelahnya hari Tasyrik dilarang puasa..."

"Oh... kalau gitu, Kamis saja," mengatakan Ayah.

"Besok Arafah."

"Hmmm..."

"Arafah itu puasa penghapus dosa tahun lalu & tahun berikutnya, lho. Gimana? Besok puasa Arafah aja?"

"Iya sudah. Bangunkan sahur nanti malam."

---


Kurang lebih begitulah awal mula saya penasaran dengan puasa hari kelahiran atau diketahui juga dengan puasa Weton. Penjelasan lengkap tentang tata cara puasa weton dapat disimak di https://www.kaskus.co.id/thread/5b6a...an-puasa-weton

Dari beberapa sumber yg saya rangkum, perintah puasa wajib ada beberapa, yaitu:

1. Puasa Ramadhan
2. Puasa Nazar
3. Puasa Denda/Kifarat
4. Puasa Al Qadla

Sementara dalil-dalil yg memerintahkan puasa sunnah ada beberapa yaitu:

1. Puasa Senin-Kamis
2. Puasa Asyura (10 Muharram)
3. Puasa Tarwiyah & Arafah (8 & 9 Dzulhijah)
4. Puasa ayyamul bidh (13, 14, & 15 setiap bulan Hijriah)
5. Puasa 6 hari pada bulan Syawal
6. Puasa Nabi Daud

Salah satu dari 5 hadis mengenai puasa senin-kamis menyebutkan Rasulullah berkata bahwa Senin adalah hari kelahirannya, sehingga beliau berpuasa di hari Senin. Namun menurut beberapa ulama, hadis tersebut menegaskan bahwa meskipun hari senin bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah, tetapi tidak terdapat anjuran bagi umatnya untuk ikut menjalankan puasa hari kelahiran seperti beliau.
Hal ini dikarenakan puasa sunah yg dilakukan oleh beliau lebih dikarenakan pada hari itu Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Rasul. Selain itu, kalau Rasul mensyariatkan untuk mengerjakan puasa hari kelahiran, tentu bukan pada hari kelahiran Anda melainkan hari kelahiran Rasulullah.

Sehingga dapat dipastikan: Tidak ada dalil yg memerintahkan atau menganjurkan puasa pada hari kelahiran seseorang.

Lalu bagaimana perspektif Islam mengenai puasa hari kelahiran?

Menurut Ustad Habib Muhammad Al Habsyi tentang Puasa Weton, Puasa Hari Lahir & Puasa di Hari Lahir Anak:

"Puasa selain puasa wajib & sunnah boleh-boleh saja dilakukan sebagai bentuk doa. Hanya saja jangan diyakini sebagai sesuatu yg wajib. Baik puasa weton ataupun puasa kelahiran ataupun puasa di hari kelahiran anak."

Menurut Ustadz Adi Hidayat:

"Dipersilakan untuk berpuasa di hari kelahiran tetapi hikmah puasa bukan karena menahan dahaga & laparnya, tetapi hikmah instrospeksi dirinya selama hidup hingga di hari itu. Rasulullah puasa di hari lahirnya, tujuannya adalah introspeksi, evaluasi diri apa bekal sudah cukup?"

Kesimpulannya:
Puasa weton, puasa hari lahir, & puasa di hari kelahiran anak tidak termasuk dalam syariat, namun boleh-boleh saja dilakukan selama kita memahami bahwa puasa tersebut bukanlah hal yg wajib. Pada dasarnya puasa dianjurkan karena menciptakan seseorang lebih termotivasi berbuat baik & menghambat maksiat.

Diperbolehkan mengerjakan puasa di luar dalil puasa wajib & puasa sunnah yg diperintahkan Rasullullah SELAMA tidak mengganggu jalannya kehidupan keseharian baik dari segi kesehatan & segi ekonomi.
Intinya jangan berpuasa di luar dalil apabila menyebabkan lesu saat bekerja, berkurangnya nafkah, & membahayakan kesehatan.

Keutamaan dari puasa hari lahir bukan terletak pada menahan nafsu saja, melaikan pada evaluasi diri yg terjadi pada hari itu.

Sudah berapa banyakkah amalan & maksiat yg kita perbuat hingga umur kita kita sekarang?

---

a/n: First thread. Baru nyoba bikin akun di sini, hehe. Sekian semoga bermanfaat.
emoticon-Kiss


sumber


(Kajian Ustad Habib)


(Kajian Ustad Adi Hidayat)
Hari ini 11:56
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Atas.