• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

(Baca Gan) CAR T-cell, Solusi Untuk Leukemia Sel B Pada Anak

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
(Baca Gan) CAR T-cell, Solusi Untuk Leukemia Sel B Pada Anak

Sumber Gambar:Artificial Intelligence​


Hai semuanya, Shalom Aleichem!
emoticon-Hai


Selamat pagi kalian semuanya!
emoticon-Matahari




Pada kesempatan yg sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang salah satu terapi terbaru untuk menyembuhkan leukemia pada anak, yaitu CAR T-cell
emoticon-Smilie
.



Dalam beberapa dekade terakhir, dunia kedokteran mengalami lompatan akbar dalam penanganan kanker anak, khususnya kanker darah (leukemia). Salah satu perkembangan yg paling banyak dibicarakan di jurnal ilmiah internasional adalah terapi CAR T-cell, yaitu sebuah pendekatan imunoterapi canggih yg memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan sel kanker.

Thread ini akan membahas apa itu CAR T-cell, bagaimana cara kerjanya, serta mengapa terapi ini dianggap sebagai solusi revolusioner untuk leukemia sel B pada anak, khususnya pada kasus leukemia sel B yg tidak lagi merespons pengobatan standar.

Thread ini ditulis dalam bentuk artikel ilmiah
emoticon-cystg
.

Quote:
Sekilas Tentang Leukemia Sel B Pada Anak​


Leukemia merupakan kanker sel darah putih yg berasal dari jaringan pembentuk darah, khususnya sumsum tulang. Pada anak-anak, tipe leukemia yg paling sering ditemukan adalah leukemia limfoblastik akut (ALL). Sekitar 80 hingga 85 persen kasus ALL pada anak berasal dari sel B, sehingga diketahui sebagai ALL sel B.

Dalam keadaan normal, sel B berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh, khususnya dalam produksi antibodi. Namun, pada kasus ALL sel B, sel B mengalami mutasi genetik yg menyebabkan pembelahan sel tidak terkendali & mengganggu pembentukan sel darah yg normal. Akibatnya, anak dapat mengalami anemia, mudah mengalami infeksi berulang, & perdarahan berlebihan.

Kemoterapi biasa sudah meningkatkan angka survival rate anak penderita ALL sel B secara signifikan. Namun, sekitar 10 hingga 15 persen pasien leukemia mengalami relaps atau bersifat refrakter, artinya sel leukemia tidak lagi merespons terapi kanker standar. Pada titik inilah opsi pengobatan jadi sangat terbatas & risiko kematian meningkat.


Quote:
Mengapa Terapi Kanker Konvensional Bisa Gagal?​


Kegagalan terapi pada ALL sel B dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain:

1) Resistensi sel leukemia kepada obat kemoterapi

2) Mutasi genetik lanjutan pada sel kanker

3) Ketidakmampuan sistem kekebalan tubuh pasien mengenali sel kanker sebagai ancaman

Kemoterapi bekerja secara tidak spesifik, menyerang sel yg membelah cepat, baik sel kanker maupun sel sehat. Hal ini tidak cuma menimbulkan efek samping berat, tetapi juga memungkinkan beberapa kecil sel leukemia bertahan & berkembang kembali.

Keterbatasan inilah yg mendorong para peneliti mengembangkan pendekatan baru yg lebih spesifik, presisi, & berbasis imunologi, yaitu terapi CAR T-cell.


Quote:
Apa Itu Terapi CAR T-cell?​


Terapi CAR T-cell (Chimeric Antigen Receptor T-cell therapy) adalah bentuk imunoterapi personalisasi yg memodifikasi sel T pasien sendiri supaya sanggup mengenali & menghancurkan sel kanker secara spesifik.

Sel T merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh adaptif. Namun, secara alami, sel T sering gagal mengenali sel kanker, karena sel kanker punya sifat dapat menyamarkan diri. Terapi CAR T-cell dapat mengatasi masalah ini dengan rekayasa genetika.

Pada leukemia sel B, target utama terapi ini adalah antigen CD19, yaitu protein yg hampir sering terdapat pada permukaan sel B abnormal pada kasus leukemia.


Quote:
Bagaimana Proses Terapi CAR T-cell Dilakukan?​


Secara garis besar, terapi CAR T-cell melalui beberapa tahap utama:

1) Leukapheresis: Sel T diambil dari darah pasien sendiri mengpakai alat khusus.

2) Rekayasa Genetik di Laboratorium: Sel T dimodifikasi mengpakai vektor virus untuk mengekspresikan chimeric antigen receptor yg dapat mengenali antigen CD19.

3) Penumbuhan Sel: Sel T yg sudah dimodifikasi diperbanyak hingga mencapai jumlah terapeutik.

4) Infus ke Dalam Tubuh Pasien: CAR T-cells dikembalikan ke tubuh pasien melalui infus intravena.

Setelah dimasukkan lagi ke tubuh pasien, CAR T-cells akan mencari sel yg mengekspresikan CD19 & menghancurkan sel itu melalui prosedur sitotoksik.


Quote:
Efektivitas CAR T-cell kepada ALL Sel B pada Anak​


Berbagai uji klinis menunjukkan hasil yg sangat menjanjikan. Pada pasien anak dengan ALL sel B relaps atau refrakter, angka remisi lengkap mencapai 80 hingga 90 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan terapi konvensional lanjutan.

Salah satu terapi CAR T-cell yg sudah disetujui secara luas adalah tisagenlecleucel, yg menunjukkan survival rate bebas penyakit jangka panjang yg signifikan pada pasien anak & remaja.

Bahkan, pada kasus leukemia yg sebelumnya sudah gagal menjalani transplantasi sumsum tulang, terapi dengan CAR T-cell masih menunjukkan potensi keberhasilan yg tinggi.


Quote:
Keunggulan CAR T-cell Dibandingkan Kemoterapi​


Beberapa keunggulan utama terapi CAR T-cell ini, antara lain:

1) Spesifik kepada sel kanker, sehingga kerusakan sel sehat lebih minimal

2) Bersifat autologous, artinya mengpakai sel T dari darah pasien sendiri

3) Efek jangka panjang menjanjikan, karena CAR T-cells dapat bertahan & tetap aktif dalam tubuh manusia

4) Efektif pada kasus berat (termasuk relaps berulang)

Pendekatan ini menandai pergeseran paradigma, dari terapi sitotoksik jadi terapi sistem kekebalan tubuh presisi.


Quote:
Efek Samping & Tantangan​


Meskipun sangat menjanjikan, terapi dengan CAR T-cell tidak bebas risiko. Efek samping utama yg perlu diwaspadai adalah:

1) Sindrom Pelepasan Sitokin (CRS)

Merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh sistemik akibat pelepasan sitokin dalam jumlah besar. Gejalanya meliputi demam tinggi, tekanan darah rendah, hingga gangguan pernapasan.

2) Neurotoksisitas (ICANS)

Gangguan neurologis sementara, seperti kebingungan, tremor, atau kejang.

Selain itu, terdapat risiko sewaktu-waktu antigen dapat melarikan diri, yaitu keadaan ketika sel leukemia kehilangan ekspresi CD19, sehingga tidak dapat lagi dikenali oleh CAR T-cells. Untuk mengatasi hal ini, penelitian terbaru mengembangkan CAR T-cell yg dapat menarget lebih dari satu antigen.


Quote:
Arah Penelitian & Masa Depan​


Saat ini, penelitian CAR T-cell terus berkembang ke arah target antigen ganda (CD19/CD22), CAR T-cell generasi baru yg lebih aman, penggunaan pada kanker padat, & penurunan biaya produksi supaya lebih terjangkau secara global.

Dengan kemajuan ini, CAR T-cell berpotensi jadi terapi standar di masa depan, tidak cuma untuk leukemia, tetapi juga untuk berbagai tipe kanker lainnya.


Quote:
PENUTUP​


Terapi CAR T-cell merupakan terobosan akbar dalam dunia kedokteran kanker anak. Dengan memanfaatkan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri, terapi ini menawarkan asa nyata bagi anak-anak penderita leukemia sel B yg sebelumnya memiliki opsi pengobatan sangat terbatas.

Meski masih menghadapi tantangan dari sisi efek samping & biaya, perkembangan riset yg pesat menunjukkan bahwa CAR T-cell bukan sekadar eksperimen, melainkan dasar dari masa depan terapi kanker presisi.

Semoga thread ini dapat menambah wawasan untuk Agan & Sista semuanya, & dapat membuka diskusi sehat
emoticon-Smilie
.


Quote:
SUMBER​


Maude, S. L. et al. (2018). Tisagenlecleucel in children and young adults with B-cell lymphoblastic leukemia. New England Journal of Medicine, 378(5), 439448.

June, C. H., OConnor, R. S., Kawalekar, O. U., Ghassemi, S., & Milone, M. C. (2018). CAR T cell immunotherapy for human cancer. Science, 359(6382), 13611365.

Grupp, S. A., et al. (2013). Chimeric antigen receptormodified T cells for acu
te lymphoid leukemia. New England Journal of Medicine, 368(16), 15091518.

Brudno, J. N., & Kochenderfer, J. N. (2016). Toxicities of chimeric antigen receptor T cells. Blood, 127(26), 33213330.


@jonrender @pabuaranwetan @sahabat.006
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.