yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pasar saham di Bursa Efek Indonesia kembali ramai dengan aksi pembelian saham. Kondisi itu mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat dan mencatat rekor baru.
IHSG dibuka naik ke level 4.265 pada transaksi awal, Senin 17 September 2012. Sementara itu, rekor tertinggi sebelumnya terjadi pada Jumat 14 September 2012, saat itu indeks bercokol di posisi 4.256.
Menurut analis PT MNC Securities, Edwin Sebayang, aksi pemburuan saham oleh para pelaku pasar menjadi pemicu penguatan IHSG di awal perdagangan hari ini. Terutama, terhadap saham berbasis komoditas, di antaranya emas, nikel, timah, dan minyak sawit mentah.
Berdasarkan data BEI, saham-saham sektor komoditas membukukan kenaikan harga paling banyak pagi ini seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
"Dampak pengumuman pelonggaran kuantitatif ketiga paling sedikit akan memberikan pengaruh kepada sektor komoditas. Termasuk sektor lainnya seperti farmasi, aneka industri, perbankan, infrastruktur, semen, properti, dan konsumer," ujarnya kepada VIVAnews, Senin.
Sementara itu, analis PT Phillip Securities Indonesia, Pandristo Prasetyo Ginarto, berpendapat, IHSG melanjutkan kenaikannya hari ini, terpicu berlanjutnya euforia bursa saham global, setelah bunk sentral AS (The Federal Reserve) mengumumkan program pembelian efek-efek beragun aset tidak bergerak atau surat utang hipotek pada Kamis 13 September lalu.
Saham-saham di bursa Wall Street tercatat bergerak positif pada akhir perdagangan Jumat lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup dengan kenaikan 53,51 poin atau 0,4 persen di posisi 13.593,37.
Indeks S&P 500 naik 5,78 poin atau 0,4 persen menjadi 1.465,77 dan Nasdaq Composite Index ditutup menguat 28,12 poin atau 0,9 persen ke level 3.183,95. Bahkan, bursa saham Asia Pasifik pagi ini juga cenderung dibuka stabil.