• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Apakah pendapat saya , benar- bisaditerima- salah

kopiname

IndoForum Newbie F
No. Urut
80154
Sejak
14 Sep 2009
Pesan
13
Nilai reaksi
0
Poin
1
Mengakui mulianya seorang ibu, peran ayah, hak suami/ istri/ anak, hak kewajiban seseorang terhadap kerabat/ sahabat/ saudaranya baik yang seiman maupun yang sebangsa, dan amal yang terus digunakan, ilmu yang terus dimanfaatkan serta anak2 kita yang beramal shaleh, itulah tabungan kita yang tiada akan terputus (walau kita sudah meninggal), adalah Nilai Luhur yang telah kita ketahui dan pahami sejak kita masih sekolah dasar/ menengah dulu.
Karena itu, mengedepankan persaudaraan karena Kepatutan atasnya, bersifat wajib.
Salam.
 
Mengakui mulianya seorang ibu, peran ayah, hak suami/ istri/ anak, hak kewajiban seseorang terhadap kerabat/ sahabat/ saudaranya baik yang seiman maupun yang sebangsa, dan amal yang terus digunakan, ilmu yang terus dimanfaatkan serta anak2 kita yang beramal shaleh, itulah tabungan kita yang tiada akan terputus (walau kita sudah meninggal), adalah Nilai Luhur yang telah kita ketahui dan pahami sejak kita masih sekolah dasar/ menengah dulu.
Karena itu, mengedepankan persaudaraan karena Kepatutan atasnya, bersifat wajib.
Salam.

Klo menurutku statement yang terakhir itu ada benarnya berdasarkan alasan2 diatasnya, tapi klo kasusnya kek gini ::

Semisal persaudaraan itu khan 2 arah, atau paling enggak dari 2 individu, klo 22nya hubungannya mutualisme, jelas banget persaudaraan wajib sifatnya, tapi klo persaudaraan didasarkan atas dasar parasitisme, dimana satu untung yang satunya lagi rugi, apakah sifatnya masih bisa dibilang wajib terlepas dari unsur2 sara lah??
 
Klo menurutku statement yang terakhir itu ada benarnya berdasarkan alasan2 diatasnya, tapi klo kasusnya kek gini ::

Semisal persaudaraan itu khan 2 arah, atau paling enggak dari 2 individu, klo 22nya hubungannya mutualisme, jelas banget persaudaraan wajib sifatnya, tapi klo persaudaraan didasarkan atas dasar parasitisme, dimana satu untung yang satunya lagi rugi, apakah sifatnya masih bisa dibilang wajib terlepas dari unsur2 sara lah??

Itu sih kepatutan yang tidak patut, ya mas.
Jadi bukan wajib/ belum wajib/ tidak wajib, tapi berpulang pada sejauh mana keikhlasan dan kesabaran dari orang yang membantu/ berkorban.
 
menurut saya mengedepankan persaudaraan karena Kepatutan atasnya mungkin bukan mutlak bersifat wajib kayaknya, kepatutan disini bisa berarti "wajar", "menguntungkan", "wajib", dll...

bisa gw contohkan sesama pemeluk agama islam kita "wajib" menjunjung persaudaraan, terhadap kaum kafir pun dengan beberapa persyaratan (perjanjian) kita "wajar" mengedepankan persaudaraan, jadi menurut saya tidak mutlak bersifat wajib, tapi fleksibel sesuai dengan kondisi dan syariah islam...
 
yang disebut menyambung silaturrahmi (silaturrahmi itu hanya pada sebab: 1. sebab keturunan nasab, 2. sebab pernikahan), adalah engkau tetap bersikap baik kepada saudaramu, walaupun mereka jahat kepadamu.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.