Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
"Apakah Indonesia Sudah Merdeka?"
Sejarah mencatat rencana proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai dari perdebatan antara kelompok tua & kelompok muda yg memiliki disparitas pandangan soal kemerdekaan bangsa Indonesia.
Saat itu kelompok muda, Chaerul Saleh, Wikana, Sukarni mendesak dwi tunggal Soekarno & Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah dari sekutu.
Kelompok muda mengatakan bahwa Soekarno & Hatta wajib mengerjakan karantina secara terpisah dari lingkungan Jepang supaya berkonsentrasi menyusun teks proklamasi. Akhirnya Soekarno & Hatta dibawa ke Rengasdengklok 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB.
Soekarno menjelaskan tentang tanggal baik pembacaan teks proklamasi di hari Jumat yg merupakan hari umat Islam & tanggal 17 merupakan jumlah rakaat dalam sholat lima waktu.
Kelompok tua & kelompok muda kembali merapatkan barisan supaya pembacaan teks proklamasi dapat menciptakan kemerdekaan di tempat pembacaan teks di Jakarta. Berbagai keamanan dilakukan oleh Laksamana Tadashi Maeda, Jusuf Kunto, & Ahmad Soebardjo mengantar Soekarno & Hatta & teks proklamasi ke Jakarta.
Dengan berbagai pertimbangan teks proklamasi berhasil disusun & segera dibacakan di kediaman Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur nomor 56, Jakarta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Rakyat berkumpul untuk mengikuti detik-detik pembacaan teks proklamasi, bendera yg dijahit Fatmawati juga disiapkan untuk dikibarkan. Pada 18 Agustus 1945 setelah pembacaan teks proklamasi PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan & menetapkan UUD 1945 sebagai dasar Negara.
Pada 19 September 1945 di Surabaya, berkibar sebuah bendera Belanda di hotel Oranje yg menciptakan warga Surabaya marah & mengerjakan protes supaya bendera Belanda tidak dikibarkan. Cak Sidik, Koesno, & Hariono masuk ke hotel menemui Ploegman meminta untuk tidak mengibarkan bendera Belanda dengan alasan menjaga kemerdekaan Indonesia.
Hasil diskusi tidak disepakati Ploegman & justru Belanda menodongkan pistol ke arah Cak Sidik sehingga Cak Sidik spontan membunuh Ploegman sehingga terjadi saling membunuh antara Cak Sidik & pengawal Ploegman. Hariono & Koesno kemudian memanjat hotel menuju tiang bendera untuk merobek bendera Belanda jadi bendera merah putih.
Akibat aksi merobek bendera Hariono & Koesno menerima tembakan dari orang Belanda. Setelah peristiwa di hotel Oranje di Surabaya, Bung Tomo jadi saksi untuk mengemban misi memperjuangkan kemerdekaan di Surabaya & mengabarkan berita perlawanan warga Surabaya melawan Belanda hingga ke Jakarta sebagai peringatan 10 November 1945 Hari ini 11:03
Sejarah mencatat rencana proklamasi kemerdekaan Indonesia dimulai dari perdebatan antara kelompok tua & kelompok muda yg memiliki disparitas pandangan soal kemerdekaan bangsa Indonesia.
Saat itu kelompok muda, Chaerul Saleh, Wikana, Sukarni mendesak dwi tunggal Soekarno & Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan setelah Jepang menyerah dari sekutu.
Kelompok muda mengatakan bahwa Soekarno & Hatta wajib mengerjakan karantina secara terpisah dari lingkungan Jepang supaya berkonsentrasi menyusun teks proklamasi. Akhirnya Soekarno & Hatta dibawa ke Rengasdengklok 16 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB.
Soekarno menjelaskan tentang tanggal baik pembacaan teks proklamasi di hari Jumat yg merupakan hari umat Islam & tanggal 17 merupakan jumlah rakaat dalam sholat lima waktu.
Kelompok tua & kelompok muda kembali merapatkan barisan supaya pembacaan teks proklamasi dapat menciptakan kemerdekaan di tempat pembacaan teks di Jakarta. Berbagai keamanan dilakukan oleh Laksamana Tadashi Maeda, Jusuf Kunto, & Ahmad Soebardjo mengantar Soekarno & Hatta & teks proklamasi ke Jakarta.
Dengan berbagai pertimbangan teks proklamasi berhasil disusun & segera dibacakan di kediaman Soekarno di Jalan Pengangsaan Timur nomor 56, Jakarta pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB. Rakyat berkumpul untuk mengikuti detik-detik pembacaan teks proklamasi, bendera yg dijahit Fatmawati juga disiapkan untuk dikibarkan. Pada 18 Agustus 1945 setelah pembacaan teks proklamasi PPKI mengambil keputusan untuk mengesahkan & menetapkan UUD 1945 sebagai dasar Negara.
Pada 19 September 1945 di Surabaya, berkibar sebuah bendera Belanda di hotel Oranje yg menciptakan warga Surabaya marah & mengerjakan protes supaya bendera Belanda tidak dikibarkan. Cak Sidik, Koesno, & Hariono masuk ke hotel menemui Ploegman meminta untuk tidak mengibarkan bendera Belanda dengan alasan menjaga kemerdekaan Indonesia.
Hasil diskusi tidak disepakati Ploegman & justru Belanda menodongkan pistol ke arah Cak Sidik sehingga Cak Sidik spontan membunuh Ploegman sehingga terjadi saling membunuh antara Cak Sidik & pengawal Ploegman. Hariono & Koesno kemudian memanjat hotel menuju tiang bendera untuk merobek bendera Belanda jadi bendera merah putih.
Akibat aksi merobek bendera Hariono & Koesno menerima tembakan dari orang Belanda. Setelah peristiwa di hotel Oranje di Surabaya, Bung Tomo jadi saksi untuk mengemban misi memperjuangkan kemerdekaan di Surabaya & mengabarkan berita perlawanan warga Surabaya melawan Belanda hingga ke Jakarta sebagai peringatan 10 November 1945 Hari ini 11:03