Politik Apa Kabar Partai Politik untuk Kelompok Minoritas di Indonesia?

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 7 Dec 2018 at 09:58.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner C

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    732
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Apa kabar partai politik untuk kelompok-kelompok minoritas di Indonesia? Apakah waktunya telah tiba untuk partai-partai politik berdasarkan identitas kelompok minoritas untuk kembali? Lebih tepatnya, bisakah mereka? Meskipun memiliki partai minoritas di parlemen dapat sangat membantu dalam melindungi hak minoritas, namun kita mungkin tidak melihat mereka akan kembali dalam waktu dekat.

    Oleh: Johannes Nugroho (Today)

    Bulan lalu, Grace Natalie—seorang umat Kristen beretnis China yang memimpin Partai Solidaritas Indonesia (PSI)—mengatakan bahwa partainya berniat menentang hukum daerah berdasarkan syariah jika terpilih menjadi anggota Parlemen tahun depan.

    Dia mengatakan ini dalam sebuah pidato—di hadapan Presiden Joko Widodo—untuk memperingati ulang tahun keempat partai itu.

    Eggi Sudjana—politikus oposisi dari Partai Amanat Nasional (PAN)—mengklaim bahwa komentar Natalie tentang hukum syariah bertentangan dengan Al-Quran, dan mengajukan laporan ke polisi.

    Nasib Natalie mengingatkan pada apa yang menimpa mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

    Ini juga menggarisbawahi bagaimana politik identitas Islam di Indonesia mencapai proporsi sedemikian rupa, sehingga tidak ada kemenangan sejati bagi hak minoritas di parlemen, dan erosi lebih lanjut terhadap hak-hak semacam itu mungkin tidak dapat dihindari.

    Apakah waktunya telah tiba untuk partai-partai politik berdasarkan identitas kelompok minoritas untuk kembali? Lebih tepatnya, bisakah mereka?

    Antara tahun 1999 dan 2009, partai politik berdasarkan agama minoritas mengambil bagian dalam pemilu legislatif, khususnya Partai Damai Sejahtera (PDS). Sebaliknya, dari 27 partai yang berusaha mengikuti pemilu legislatif tahun depan—hanya 14 partai yang lolos menjadi peserta pemilu—tidak ada yang termasuk dalam kategori ini.

    Penurunan partai minoritas secara bertahap dimulai setelah pemilu 2004, ketika umat Kristiani dan minoritas lainnya bergeser ke platform ‘nasionalis dan pluralis’, dan diwakili oleh partai-partai lama seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Golkar, dan yang lebih baru seperti Partai Demokrat ( Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), dan PSI.

    PDI-P dan Golkar—yang memegang faksi terbesar dan terbesar kedua di parlemen—telah menjadi model untuk semua partai-partai ‘nasionalis’.

    Akar PDI-P dimulai dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) sebelumnya, yang dibentuk pada tahun 1973 sebagai penggabungan dari Partai Nasionalis Indonesia dan Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Murba sosialis, Partai Kristen (Parkindo), dan Partai Katolik.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG