Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Apakah ekonomi perang itu?
Ternyata, definisinya sangat penting untuk diketahui lho!
Ayo ikuti bahasan lengkapnya dalam artikel Finansialku kali ini.
Definisi Ekonomi Perang
Ekonomi perang pernah diterapkan oleh sejumlah negara, contohnya negara Jepang yg menjajah Indonesia sejak tahun 1942-1945. Apa yg dimaksud dengan ekonomi perang?
Ekonomi perang merupakan kebijakan suatu negara dalam menata kondisi ekonomi supaya dapat bersaing & melumpuhkan lawan.
Perlu diketahui bahwa tujuan ekonomi perang untuk menghancurkan perekonomian negara lawan. Segala hal dilakukan demi mencapai tujuan termasuk dengan cara mencari negara yg berpotensi dijadikan sebagai negara penyangga kegiatan.
Bagaimana Terjadinya Ekonomi Perang di Negara Jajahan?
Negara jajahan yg dijadikan sebagai target penyangga kegiatan negara penguasa adalah negara yg kaya potensi alam, contohnya Indonesia. Berbagai strategi menyukseskan tujuan ekonomi perang negara penguasa adalah sebagai berikut.
#1 Mempekerjakan Rakyat Penduduk Asli Negara Jajahan
Perkebunan memiliki hasil yg menguntungkan dalam kaitannya perekonomian. Seperti halnya di Indonesia yg kaya akan potensi kebun.Hal ini dimanfaatkan keuntungannya oleh negara penjajah, salah satunya Jepang.
Caranya dengan mempekerjakan penduduk asli & mengambil hasil perkebunan.
Berbagai komoditi pertanian yg laku dalam perdagangan tingkat dunia diantaranya, tembakau, teh, kopi, & tebu. Ini semua dilakukan untuk memenuhi tujuan & kebutuhan negara penjajah.
Dari perkebunan, negara penjajah mendapatkan keuntungan yg memuaskan. Bahkan, bahan tempur juga dapat dibuat dari perkebunan tanaman jarak.
#2 Mempekerjakan Rakyat Penduduk Asli dalam Sektor Pertanian
Kebutuhan penopang kegiatan perang memerlukan bahan pangan. Oleh sebab itulah negara seperti Indonesia jadi target empuk untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
Berbagai lahan baru dijadikan untuk menambah hasil pertanian seperti, padi & jagung. Namun hal ini sangat merugikan negara jajahan.
Hutan-hutan pun ditebangi untuk membuka lahan baru pertanian. Akibat dari penebangan hutan secara besar-besar berakibat buruk jadi erosi & banjir.
#3 Tujuannya Bukanlah untuk Memenuhi Kebutuhan Rakyat
Hasil pertanian pun lebih diuntungkan pada negara penjajah. Ibarat kata, negara jajahan mengorbankan tenaga & hasil kekayaan alam tanpa keuntungan yg seimbang.
Hasil pertanian maupun perkebunan tidak kembali pada rakyat. Rakyat cuma menikmati sisa dari kegiatan & kepentingan negara penjajah, padahal tenaganya terperas. Bisa dikatakan kebijakan ekonomi perang dapat dikatakan bahwa hampir sama dengan sistem kolonial.
#4 Memanfaatkan Tenaga Rakyat
Negara penjajah memanfaatkan tenaga rakyat untuk menghasilkan komoditi sesuai dengan target. Penerapan negara penjajah di Indonesia pada masa jajahan Jepang disebut sebagai romusha atau dapat diartikan sebagai kerja paksa.
Bisa dikatakan sistem ini lebih brutal dari pada sistem kolonial.
Hal tersebut dapat dilihat dari segi perekonomian rakyat yg menurun drastis dari sebelumnya. Kelaparan sudah jadi hal biasa yg terdengar.
Hal ini diperparah karena terisolasinya rakyat dengan dunia luar yg jadi ciri dari ekonomi perang. Alat transportasi pun banyak yg dialih fungsikan sebagai mobilitas untuk kepentingan & tujuan ekonomi perang negara penjajah.
#5 Semua Hal Diperuntukkan Sebagai Kepentingan Negara Penjajah
Rakyat bekerja keras di lahan negaranya sendiri, namun tidak mendapatkan hasil jerih payahnya. Ibarat bekerja milik sendiri, namun orang lain yg menerima & menikmati.
Disinilah letak kepahitan & kerugian dari negara jajahan. Segala potensi yg bermanfaat untuk perang negara penjajah digenjot. Hasilnya untuk kebutuhan perang negara penjajah & tujuan akhirnya adalah melumpuhkan perekonomian negara lawannya.
Bahkan, ada juga beberapa penjajahan yg mengerjakan perdagangan manusia sebagai pekerja seks komersial dengan sistem perbudakan. Jadi, para wanita tersebut dijual supaya dapat mendatangkan keuntungan, baik dukungan materil maupun lainnya.
Kesimpulan Tentang Ekonomi Perang
Ekonomi perang bagaikan menggali potensi negara lain untuk dijadikan sebagai keperluan perang negara penjajah. Indonesia pernah jadi target empuk negara penjajah.
Telah diketahui, Indonesia memiliki potensi alam yg sangat beragam yg laku dipasarkan hingga tingkat dunia, seperti perkebunan, pertanian, hingga tambang.
Dari ulasan di atas, tentu kini kita dapat lebih bersyukur atas anugerah kemerdekaan. Share artikel ini supaya semakin banyak orang yg memahami pentingnya mempertahankan kemerdekaan supaya tak terimbas ekonomi perang, terima kasih.
Sumber Referensi:
Finansialku.com -https://www.finansialku.com/ekonomi-perang/
Spoiler for referensi lain:
Admin.Apa Itu Ekonomi Perang.Simulasikredit.com
Ari Welianto. 06 Juni 2020.Mengapa Jepang Menerapkan Ekonomi Perang.Kompas.com
Hari ini 15:13
Ternyata, definisinya sangat penting untuk diketahui lho!
Ayo ikuti bahasan lengkapnya dalam artikel Finansialku kali ini.
Definisi Ekonomi Perang
Ekonomi perang pernah diterapkan oleh sejumlah negara, contohnya negara Jepang yg menjajah Indonesia sejak tahun 1942-1945. Apa yg dimaksud dengan ekonomi perang?
Ekonomi perang merupakan kebijakan suatu negara dalam menata kondisi ekonomi supaya dapat bersaing & melumpuhkan lawan.
Perlu diketahui bahwa tujuan ekonomi perang untuk menghancurkan perekonomian negara lawan. Segala hal dilakukan demi mencapai tujuan termasuk dengan cara mencari negara yg berpotensi dijadikan sebagai negara penyangga kegiatan.
Bagaimana Terjadinya Ekonomi Perang di Negara Jajahan?
Negara jajahan yg dijadikan sebagai target penyangga kegiatan negara penguasa adalah negara yg kaya potensi alam, contohnya Indonesia. Berbagai strategi menyukseskan tujuan ekonomi perang negara penguasa adalah sebagai berikut.
#1 Mempekerjakan Rakyat Penduduk Asli Negara Jajahan
Perkebunan memiliki hasil yg menguntungkan dalam kaitannya perekonomian. Seperti halnya di Indonesia yg kaya akan potensi kebun.Hal ini dimanfaatkan keuntungannya oleh negara penjajah, salah satunya Jepang.
Caranya dengan mempekerjakan penduduk asli & mengambil hasil perkebunan.
[Baca Juga: Hari Kartini: Sejarah Perjuangan Kartini yg Harus Dilanjutkan]
Berbagai komoditi pertanian yg laku dalam perdagangan tingkat dunia diantaranya, tembakau, teh, kopi, & tebu. Ini semua dilakukan untuk memenuhi tujuan & kebutuhan negara penjajah.
Dari perkebunan, negara penjajah mendapatkan keuntungan yg memuaskan. Bahkan, bahan tempur juga dapat dibuat dari perkebunan tanaman jarak.
#2 Mempekerjakan Rakyat Penduduk Asli dalam Sektor Pertanian
Kebutuhan penopang kegiatan perang memerlukan bahan pangan. Oleh sebab itulah negara seperti Indonesia jadi target empuk untuk memenuhi kebutuhan pangannya.
Berbagai lahan baru dijadikan untuk menambah hasil pertanian seperti, padi & jagung. Namun hal ini sangat merugikan negara jajahan.
Hutan-hutan pun ditebangi untuk membuka lahan baru pertanian. Akibat dari penebangan hutan secara besar-besar berakibat buruk jadi erosi & banjir.
#3 Tujuannya Bukanlah untuk Memenuhi Kebutuhan Rakyat
Hasil pertanian pun lebih diuntungkan pada negara penjajah. Ibarat kata, negara jajahan mengorbankan tenaga & hasil kekayaan alam tanpa keuntungan yg seimbang.
Hasil pertanian maupun perkebunan tidak kembali pada rakyat. Rakyat cuma menikmati sisa dari kegiatan & kepentingan negara penjajah, padahal tenaganya terperas. Bisa dikatakan kebijakan ekonomi perang dapat dikatakan bahwa hampir sama dengan sistem kolonial.
#4 Memanfaatkan Tenaga Rakyat
Negara penjajah memanfaatkan tenaga rakyat untuk menghasilkan komoditi sesuai dengan target. Penerapan negara penjajah di Indonesia pada masa jajahan Jepang disebut sebagai romusha atau dapat diartikan sebagai kerja paksa.
Bisa dikatakan sistem ini lebih brutal dari pada sistem kolonial.
[Baca Juga: Simak Sejarah Pos Indonesia Dari Zaman VOC Hingga Sekarang]
Hal tersebut dapat dilihat dari segi perekonomian rakyat yg menurun drastis dari sebelumnya. Kelaparan sudah jadi hal biasa yg terdengar.
Hal ini diperparah karena terisolasinya rakyat dengan dunia luar yg jadi ciri dari ekonomi perang. Alat transportasi pun banyak yg dialih fungsikan sebagai mobilitas untuk kepentingan & tujuan ekonomi perang negara penjajah.
#5 Semua Hal Diperuntukkan Sebagai Kepentingan Negara Penjajah
Rakyat bekerja keras di lahan negaranya sendiri, namun tidak mendapatkan hasil jerih payahnya. Ibarat bekerja milik sendiri, namun orang lain yg menerima & menikmati.
Disinilah letak kepahitan & kerugian dari negara jajahan. Segala potensi yg bermanfaat untuk perang negara penjajah digenjot. Hasilnya untuk kebutuhan perang negara penjajah & tujuan akhirnya adalah melumpuhkan perekonomian negara lawannya.
[Baca Juga: 7 Tempat Bersejarah di Indonesia Untuk Wisata Budaya]
Bahkan, ada juga beberapa penjajahan yg mengerjakan perdagangan manusia sebagai pekerja seks komersial dengan sistem perbudakan. Jadi, para wanita tersebut dijual supaya dapat mendatangkan keuntungan, baik dukungan materil maupun lainnya.
Kesimpulan Tentang Ekonomi Perang
Ekonomi perang bagaikan menggali potensi negara lain untuk dijadikan sebagai keperluan perang negara penjajah. Indonesia pernah jadi target empuk negara penjajah.
Telah diketahui, Indonesia memiliki potensi alam yg sangat beragam yg laku dipasarkan hingga tingkat dunia, seperti perkebunan, pertanian, hingga tambang.
Dari ulasan di atas, tentu kini kita dapat lebih bersyukur atas anugerah kemerdekaan. Share artikel ini supaya semakin banyak orang yg memahami pentingnya mempertahankan kemerdekaan supaya tak terimbas ekonomi perang, terima kasih.
Sumber Referensi:
Finansialku.com -https://www.finansialku.com/ekonomi-perang/
Spoiler for referensi lain:
Admin.Apa Itu Ekonomi Perang.Simulasikredit.com
Ari Welianto. 06 Juni 2020.Mengapa Jepang Menerapkan Ekonomi Perang.Kompas.com
Hari ini 15:13