• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Amien Rais Kembali Dihujat

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
PBdX6.jpg

SOLO—Pernyataan Amien Rais yang menyebutkan kemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub Jakarta lalu mengancam iklim demokrasi, menuai kritik banyak pihak, termasuk di dunia Twitter.

Pernyataan Amien tersebut disampaikan sebelum membuka acara Rakerda DPD PAN Solo di Hotel Solo Inn, Solo, Sabtu (29/9/2012). Kepada Solopos.com Amien kembali melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kemenangan pasangan Jokowi-Ahok dalam Pilgub DKI Jakarta.

Pria yang pernah menyandang gelar bapak reformasi ini menilai kemenangan Jokowi-Ahok bisa mengancam iklim demokrasi di Jakarta.

“Sebab, Ahok ini didukung pebisnis. Saya tak menyebutnya etnis,” kata Amien.

Kontan saja penghuni Twitter mengkritik pernyataan Amien tersebut. Sebagaimana diketahui bukan kali pertama Amien dihujani kritikan. Sebelum Pilgub, saat Amien melontarkan pernyataan bahwa prestasi Jokowi tak spektakuler juga dikritik habis-habisan oleh masyarakat.

Terkait pernyataan terbaru Amien, sejumlah pihak menyayangkan pernyataan Amien tersebut. “Hilangnya Kharisma Politik Amien Rais,”tulis @m4ngU5il dalam Tweetnya.

Aisya Wibhuti menuliskan “Whats got into Amien Rais? Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi - » SOLOPOS.COM.”

Imam Brotoseno lewat akun @imanbr menyebut “Amien Rais ini mencla mencle. Memang ada pilkada/pilpres yg gag pakai duit pengusaha ? Dulu Amin pilpres pakai duit siapa? “



Tak beda jauh dengan @pradna, “*lha rumangsane Roro Jonggrang* Amin Rais : Jika dalam 100 hari Jakarta msh banjir, macet artinya Jokowi umbar janji”



Senada dengan @agussari, “basi banget deh. 100 hari menyelesaikan macet? “@kopiganja: Amien Rais, you’re such a SNITCH: Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi - » SOLOPOS.COM



@debumerah bahkan menuding, “Dapet Fee berapa ama Foke yak? RT @kopiganja: Amien Rais, Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi - » SOLOPOS.COM



Akun @imaderoyn, “terus gw musti bilang “wow” gitu? RT“@kopiganja: Amien Rais, Amien Rais: Kemenangan Jokowi-Ahok Ancaman Demokrasi - » SOLOPOS.COM

Dalam pernyataannya, Amien mengatakan barisan pebisnis yang berdiri di belakang pasangan Jokowi-Ahok selama ini sangat berpotensi mencaplok kekuatan politik. Padahal, kata Amien, kekuatan pebisnis mestinya dikontrol oleh kekuatan politik untuk menciptakan iklim demokrasi yang segar.

“Saya terus terang sangat khawatir. Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Amien juga tak mau menyebut kemenangan Jokowi-Ahok sebagai kemenangan rakyat. Ia dengan tegas menyebutnya sebagai kemenangan mesin politik yang mampu membentuk opini publik. “85% Media massa berpihak kepada Jokowi. Dan kenapa Fauzi tak bisa merebut media massa? Karena Foke nggak punya duit,” ujarnya.

Di sisi lain, Amien kembali memuji Fauzi Bowo atau Foke. Menurut Amien, sikap Foke yang dengan terbuka mengucapkan selamat atas kemenangan Jokowi adalah contoh yang harus ditiru dalam Pilpres 2014 mendatang. “Itu pidato konsensus, contoh bagus untuk Pilpres mendatang,” paparnya.

Ia mengingatkan, jika dalam 100 hari masa kepemimpinan Jokowi, Jakarta tetap banjir, macet, dan karut marut, Jokowi, kata Amien, dinilai hanya bisa mengumbar janji. Tapi, jika ada perbaikan, imbuhnya, mungkin kepemimpinannya masih ada gebrakan. “Jakarta itu tak seperti Solo. Jangan grusa-grusu,” paparnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.