Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 14.416
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Akuisisi Newcastle disoroti Amnesty International.
Foto ilustrasi: Para pemain Newcastle United merayakan gol kedua Florian Lejeune (ketiga kiri) ke gawang Everton dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Liverpool, Inggris, Selasa (21/1/2020) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Jason Cairnduff)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga hak asasi manusia Amnesty International Britania Raya menyoroti akuisisi klub Liga Premier Inggris, Newcastle United, yg memasuki proses akhir untuk beralih kepemilikan ke konsorsium asal Arab Saudi.
Direktur Amnesty International regional Britania Raya Kate Allen mendesak Pemimpin Eksekutif Liga Premier Richard Masters supaya mempertimbangkan keadaan HAM di Arab Saudi dalam proses akuisisi Newcastle.
Pasalnya, konsorsium Arab Saudi yg akan membeli Newcastle, Public Investment Fund (PIF), dipimpin oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman yg memiliki sederet catatan hitam dalam HAM menurut pandangan Amnesty International.
Baca juga: Newcastle United punya pemilik baru, seorang wanita
Mohammed bin Salman yg juga menjabat Menteri Pertahanan Arab Saudi disebut Amnesty International terlibat dalam berbagai upaya pemberangusan HAM berupa penangkapan, penyiksaan & kriminalisasi pegiat HAM di negaranya.
Salah satu kasus yg disoroti Amnesty International adalah pemidanaan Loujain Al-Halthloul, salah satu pegiat hak perempuan yg ditangkap pada Mei 2018 & tengah disidang oleh Pengadilan Kriminal Khusus, yg disebut sebagai "senjata pembungkaman".
Seluruh proses persidangan Al-Hathloul dilangsungkan tertutup baik itu untuk diplomat asing maupun jurnalis.
Baca juga: Kelompok HAM puji reformasi olahraga bagi perempuan Saudi
"Semua kegiatan bisnis harus terbebas dari keterkaitan kepada pelanggaran HAM, tidak terkecuali sepak bola Inggris," begitu mengatakan Kate dalam suratnya kepada Masters diberitakan laman resmi Amnesty International Britania Raya, Selasa setempat.
"Kami tidak berada dalam posisi mengatur siapa yg harus menjalankan Newcastle United, tetapi kecuali Liga Premier mau berhenti & mengamati secara serius keadaan HAM di Arab Saudi, lomba ini dalam ancaman dimanfaatkan untuk langkah pencitraan melalui olahraga demi mengalihkan perhatian dari catatan hitam HAM di Arab Saudi," ujarnya menambahkan.
"Setidaknya, Liga Premier harus memberikan pernyataan jelas bagaimana pemeriksaan kepada calon pemilik & direktur Newcastle yg baru & apa saja hasi peninjauan kepada catatan HAM di Arab Saudi di bawah kepemimpinan Mohammed bin Salman," pungkas surat tersebut.
Baca juga: Pemerintah Inggris bela perizinan laga Liverpool vs Atletico Madrid
Baca juga: Liga Premier masih tak tahu kapan musim lomba diteruskan
Berita diatas dikutip dari internet, jika Akuisisi Newcastle disoroti Amnesty International adalah spam, mohon beritahu kami.
Foto ilustrasi: Para pemain Newcastle United merayakan gol kedua Florian Lejeune (ketiga kiri) ke gawang Everton dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Goodison Park, Liverpool, Inggris, Selasa (21/1/2020) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Jason Cairnduff)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga hak asasi manusia Amnesty International Britania Raya menyoroti akuisisi klub Liga Premier Inggris, Newcastle United, yg memasuki proses akhir untuk beralih kepemilikan ke konsorsium asal Arab Saudi.
Direktur Amnesty International regional Britania Raya Kate Allen mendesak Pemimpin Eksekutif Liga Premier Richard Masters supaya mempertimbangkan keadaan HAM di Arab Saudi dalam proses akuisisi Newcastle.
Pasalnya, konsorsium Arab Saudi yg akan membeli Newcastle, Public Investment Fund (PIF), dipimpin oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman yg memiliki sederet catatan hitam dalam HAM menurut pandangan Amnesty International.
Baca juga: Newcastle United punya pemilik baru, seorang wanita
Mohammed bin Salman yg juga menjabat Menteri Pertahanan Arab Saudi disebut Amnesty International terlibat dalam berbagai upaya pemberangusan HAM berupa penangkapan, penyiksaan & kriminalisasi pegiat HAM di negaranya.
Salah satu kasus yg disoroti Amnesty International adalah pemidanaan Loujain Al-Halthloul, salah satu pegiat hak perempuan yg ditangkap pada Mei 2018 & tengah disidang oleh Pengadilan Kriminal Khusus, yg disebut sebagai "senjata pembungkaman".
Seluruh proses persidangan Al-Hathloul dilangsungkan tertutup baik itu untuk diplomat asing maupun jurnalis.
Baca juga: Kelompok HAM puji reformasi olahraga bagi perempuan Saudi
"Semua kegiatan bisnis harus terbebas dari keterkaitan kepada pelanggaran HAM, tidak terkecuali sepak bola Inggris," begitu mengatakan Kate dalam suratnya kepada Masters diberitakan laman resmi Amnesty International Britania Raya, Selasa setempat.
"Kami tidak berada dalam posisi mengatur siapa yg harus menjalankan Newcastle United, tetapi kecuali Liga Premier mau berhenti & mengamati secara serius keadaan HAM di Arab Saudi, lomba ini dalam ancaman dimanfaatkan untuk langkah pencitraan melalui olahraga demi mengalihkan perhatian dari catatan hitam HAM di Arab Saudi," ujarnya menambahkan.
"Setidaknya, Liga Premier harus memberikan pernyataan jelas bagaimana pemeriksaan kepada calon pemilik & direktur Newcastle yg baru & apa saja hasi peninjauan kepada catatan HAM di Arab Saudi di bawah kepemimpinan Mohammed bin Salman," pungkas surat tersebut.
Baca juga: Pemerintah Inggris bela perizinan laga Liverpool vs Atletico Madrid
Baca juga: Liga Premier masih tak tahu kapan musim lomba diteruskan
Berita diatas dikutip dari internet, jika Akuisisi Newcastle disoroti Amnesty International adalah spam, mohon beritahu kami.