Politik 6/11 Menjadi Tanggal Bersejarah di Amerika Serikat dengan Terpilihnya Dua Wanita Muslim di Kongres

Discussion in 'Gossip, Berita & Politik' started by politik, 9 Nov 2018.

  1. politik

    politik IndoForum Beginner D

    No. Urut:
    288509
    Joined:
    14 May 2018
    Messages:
    602
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    16
    Gender:
    Male
    Pemilu paruh waktu Amerika pada tanggal 6/11 lalu menjadi hari bersejarah, di mana dua wanita Muslim pertama terpilih di Kongres Amerika. Terpilihnya Rashida Tlaib dan Ilhan Omar telah menghidupkan kembali harapan bagi Muslim Amerika di seluruh AS, yang sempat hilang setelah serangan teroris 11/9 dan terplihnya Trump pada 9/11.

    Oleh: Khaled A. Beydoun (Al Jazeera)

    Terdapat beberapa tanggal yang akan selamanya terpatri dalam pikiran Muslim Amerika Serikat (AS): Hari-hari di mana kehidupan dipenuhi keburukan atau kesengsaraan, menandai momen-momen pengkambinghitaman atau ketakutan, kecemasan, dan serangan balik kolektif yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Kita mungkin segera teringat angka 11/9 dan 9/11, angka-angka yang menandai dua hari ketika semuanya berubah bagi Muslim Amerika—serangan teroris di New York City dan Washington DC, dan terpilihnya seorang pria berkulit oranye (Presiden AS Donald Trump -red) yang mendorong gelombang Islamofobia, yang menjabat di Gedung Putih.

    Sekarang, 6/11 tidak hanya terpisah dari tanggal-tanggal itu, tetapi secara langsung melawan kejahatan dan penyakit yang mereka arahkan pada delapan juta Muslim yang menyebut Amerika Serikat rumah mereka.

    Pada tanggal 6 November 2018, dua wanita Muslim Amerika resmi mencetak sejarah. Ilhan Omar—seorang Demokrat dari Minnesota—dengan jelas mengalahkan lawannya dari Partai Republik untuk mengklaim kursi Kongres Amerika. Dua negara bagian di sebelah timur, Rashida Tlaib mengalahkan dua pesaingnya di distrik kongres ke-13 Michigan untuk mengklaim tempatnya di Washington, DC.

    Dua wanita Muslim tersebut menuju ke Kongres AS, tempat yang tidak pernah mereka jangkau. Dan setelah kemenangan bersejarah mereka, doa kolektif “Tolong jangan menjadi Muslim” menyusul setiap serangan teror, diganti dengan “Saya sangat bangga menjadi Muslim,” yang diucapkan oleh Muslim di seluruh AS.

    Dua wanita Muslim Amerika—yang satu anak perempuan dari seorang pengungsi Palestina dan yang lainnya adalah memang seorang pengungsi—membuat sejarah dengan menjadi wanita kongres Muslim Amerika pertama dalam sejarah Amerika. Prestasi transformatif mereka diatur dengan sangat baik, menyatu dengan momen ketika Islamopfobia mencapai tingkat paling intens di Washington, dan semangat kolektif Muslim Amerika sangat membutuhkan secercah harapan.

    Kisah-kisah mereka sama-sama mendalam, dan menjadi pukulan telak bagi visi supremasi kulit putih yang dikumandangkan Trump dan segerombolan kandidat lain yang mengikuti jejaknya.

    Tlaib dibesarkan di Detroit Barat Daya, sebuah komunitas Latin dan Kulit Hitam yang didominasi oleh keluarga Arab, seperti dirinya sendiri, yang menganut budaya buruh di kota tersebut.

    Omar menemukan tempat aman sebagai pengungsi dari perang sipil negaranya di Kenya, pada akhirnya menetap di Minneapolis, Minnesota pada tahun 1995, yang akhirnya menjadi rumah bagi komunitas Somalia yang paling padat penduduknya dan paling berkembang di Amerika Serikat.

    Dari Timur Tengah lalu berpindah ke Amerika Barat Tengah, dan dari Tanduk Afrika ke “Little Mogadishu,” Tlaib dan Omar tumbuh di kota-kota yang secara bersamaan mewakili jantung Amerika dan Muslim Amerika.

    Baca Artikel Selengkapnya di sini

Share This Page


Pasang iklan disini dapat menyebabkan produk dikenal, omzet naik, keuntungan bertambah, good investment dan brand image. Contact Us untuk memulai.

JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG