• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Terus Melemah, Rupiah Mencari Titik Keseimbangan Baru

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
YBmxk.jpg
Kepala Ekonom bunk Mandiri, Destry Damayanti, menilai saat ini rupiah sedang menuju titik keseimbangan baru setelah menembus level Rp10.000 per dolar AS. Permintaan valuta asing yang tinggi dari korporat membuat rupiah melemah sesuai fundamentalnya.

Rabu malam 24 Juli 2013, memprediksi pelemahan rupiah akan semakin dalam karena fundamental rupiah masih sangat berat. "Untuk jangka panjang iya, rupiah kita masih melemah. Tetapi paling tidak tahun depan rupiah akan kembali membaik," katanya.

Destry memaparkan berbagai faktor membuat rupiah melemah. Dua penyebab utama adalah tingginya impor bahan baku yang mencapai 77 persen dari total impor dan repatriasi hasil dividen.

Indonesia, katanya, tidak bisa berharap banyak dengan ketersediaan dolar AS di dalam negeri mengingat kondisi perekonomian global yang belum stabil. Permintaan dolar AS yang tinggi di pasar domestik tidak diimbangi dengan pasokan. BI, katanya, harus bekerja keras untuk menjaga pergerakan nilai tukar.

"Langkah BI mengeluarkan instrumen FX Swap kemarin adalah agar bunk-bunk juga bisa aktif di dalamnya," paparnya.

Langkah BI yang menaikkan BI Rate dan Fasbi Rate untuk mengendalikan pelemahan rupiah ia nilai sudah tepat. Bahkan, ia meyakini BI akan meningkatkan Fasbi Rate lagi sebesar 50 basis poin untuk memperkuat nilai rupiah.

Gubernur bunk Indonesia, Agus Martowardojo, dalam penjelasan tertulis di Jakarta, menegaskan pelemahan rupiah dipengaruhi oleh tingginya permintaan valas oleh nasabah korporasi dan ritel, termasuk untuk repatriasi dividen.

Agus melihat pergerakan pasar valuta asing semakin bergairah dengan mekanisme pasar yang bekerja lebih baik. BI meminta agar masyarakat dan pelaku pasar tetap tenang.

"BI akan selalu ada di pasar dan tetap melakukan pemantauan secara cermat, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai kondisi fundamental perekonomian dengan mekanisme pasar yang berjalan dengan baik," ungkap Agus.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.