• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Toko di Coyudan & Nonongan Berdagang di Trotoar

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
EMdep.jpg

SOLO – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo memberi peringatan kepada seluruh pemilik toko di kawasan Nonongan dan Coyudan untuk menata barang dagangannya. Hal ini menyusul masih ditemukannya barang dagangan digelar hingga memakan badan jalan.

Demikian disampaikan Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sri Baskoro dalam rapat koordinasi bersama Satlantas Polresta Solo, Korem 074/Warastratama di kantor Dishubkominfo, Jumat (19/7/2013).

Dalam rapat tersebut, Dishubkominfo mengumpulkan seluruh pelaku usaha di kawasan Coyudan, Nonongan, Pasar Gede, Solo Grand Mall (SGM), Solo Square dan kawasan Notosuman.

Baskoro mengungkapkan biang kemacetan lalu lintas di kawasan Nonongan dan Coyudan salah satunya dagangan milik para pelaku usaha yang digelar di trotoar. Bahkan ironisnya lagi pihaknya menemukan barang dagangan digelar hingga di badan jalan atau memakan area parkir.

“Jadi banyak barang dagangan yang ditempatkan diarea parkir. Ini menjadi kawasan semakin semrawut,” ungkapnya.

Baskoro meminta pelaku usaha untuk segera menata barang dagangannya. Pihaknya bersama dinas terkait akan melakukan penertiban apabila pedagang masih nekat menggelar dagangan hingga ke area larangan.

“Area parkir menjadi sempit. Belum lagi hak pejalan kaki itu juga terabaikan,” katanya.

Selain itu, Baskoro juga menyoroti banyak terdapat mobil pemilik toko atau mobil barang dan karyawan di area parkir badan jalan. Parkir kendaraan roda dua dan roda empat juga masih bercampur sehingga semrawut. Tidak hanya itu, banyak pula kendaraan parkir melebihi garis parkir atau markah.

“Bongkar muat barang juga dilakukan pada jam-jam sibuk,” imbuhnya.

Sebagai solusi mengurai kemacetan di kawasan Nonongan dan Coyudan, pihaknya meminta aktivitas bongkar muat barang dilakukan di luar pukul 10.00-17.00 WIB. Hal ini agar tidak menganggu arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Selain Coyudan dan Nonongan, Baskoro menambahkan keruwetan lalu lintas juga terjadi di ruas Jl. M. Yamin atau kawasan Notosuman. Parkir lagi-lagi menjadi biang persoalan keruwetan lalu lintas. Parkir kendaraan melebihi markah, bahkan kendaraan di parkir di kanan kiri jalan.
“Jalannya sudah sempit ditambah parkir yang melebihi markah dan parkir kanan kiri,” terangnya.

Kasubag TU UPTD Perparkiran, Henry Satya Nagara mengatakan segera menindaklanjuti untuk penataan parkir di sejumlah titik rawan kemacetan. Termasuk di kawasan Coyudan maupun Notosuman.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.