• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dibanjiri Impor, Harga Daging di Solo Masih Melambung

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
adPXQ.jpg

Impor daging sapi dari Australia mulai membanjiri pasar sejumlah kota besar. Sayangnya daging impor ini belum bisa menekan harga. Ini lantaran para pedagang enggan menjual daging impor. Alhasil, Jumat 19 Juli 2013, harga daging sapi di pasar tradisional Kota Solo masih Rp95.000 per kilogram.

Siti, salah satu penjual daging sapi di Pasar Gede, mengaku lebih senang menjual daging lokal lantaran daging impor tak begitu laku. "Para pembeli lebih suka daging sapi lokal," katanya.

Karena itu, semua penjual tak ada yang menjual daging impor. Hanya daging sapi lokal hasil dari penjagalan.

Wiwik, penjual daging sapi lainnya juga mengatakan, daging impor di Solo tak laku. Ini disebabkan perilaku pembeli yang lebih menginginkan daging sapi segar. "Kalau bukan daging segar, mereka pasti tidak mau," ujar dia.

Para penjual mengakui tingginya harga daging sapi membuat omzet mereka justru turun. Rata-rata penjualan mereka turun dari 30 kg per hari menjadi hanya 20 kg.

Mini, pengunjung Pasar Gede juga mengakui sama sekali tak tertarik dengan daging impor. Selain kondisinya tidak segar, waktu penyembelihan sapi juga tidak diketahui.

"Saya lebih senang daging yang segar," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.