• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Dokter Lelet Tak Bisa Dimaklumi

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
RFfLx.jpg

Keterlambatan para dokter datang ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo di Ngipang, Banjarsari tak bisa dimaklumi. Meski bertugas di dua RSUD, mestinya para dokter bisa mengatur jadwal bertugas.

Sekretaris Komisi IV, Abdul Ghofar Ismail, menuturkan terlambatnya dokter spesialis datang ke RSUD bisa jadi lantaran mereka sedang bertugas di tempat lain. Pasalnya, dokter spesialis yang ada di RSUD Solo selama ini juga bertugas di RSUD Dr. Moewardi.

“Kalau dokter spesialis, Dulu kan ada MoU [memorandum of understanding] dengan RSUD Dr. Moewardi. Karena bertugas di dua tempat bisa jadi mereka terlambat lantaran ada tugas di Moewardi,” urai dia saat ditemui di DPRD Solo, Kamis (18/7/2013).

Hanya, pihaknya menilai kondisi itu tak bisa dimaklumi. “Artinya, untuk dokter di poli ya semestinya memasang papan pengumuman pelayanan sesuai dengan realita, sesuai dengan kesanggupan dokter. Apalagi kalau dokter tersebut berstatus sebagai PNS,” terang dia.

Terkait pasien yang diminta pulang saat berobat di poli spesialis RSUD, Ghofar menilai hal itu sudah menjadi kebiasaan dari pengelolaan poli.

“Poli itu kan ada jam kerjanya. Saat jam tertentu dan sudah penuh, pasti pasien diminta balik besoknya. Kan modelnya poli seperti itu,” urainya.

Di sisi lain, Ghofar menambahkan RSUD Solo sangat memungkinkan menambah dokter spesialis terlebih saat ini sudah ditetapkan menjadi Badan layanin Umum Daerah (BLUD). Pasalnya, keberadaan dokter spesialis di RSUD Solo selama ini masih kurang.

“Menambah dokter spesialis sangat memungkinkan karena sudah BLUD yang itu lebih leluasa. Hanya, menurut saya skala prioritas penambahan itu di perawat. Karena selama ini yang dikeluhkan minimnya perawat menyebabkan kamar-kamar terbengkalai,” ungkapnya.

Sementara, Anggota Komisi IV, Umar Hasyim, mengatakan kejadian pasien terlantar akibat dokter terlambat tersebut perlu ditelusuri lebih jauh terkait status dokter yang bertugas.

“Perlu dicek dulu itu dokter yang memang bertugas di sana atau dokter yang memiliki sambilan di tempat lain seperti di RSUD Dr. Moewardi. Kalau ternyata dokter itu bertugas di dua tempat, ya mestinya penjadwalan itu harus valid dan keterlambatan tidak bisa dimaklumi,” paparnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.