yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama PT Pertamina Tbk, Karen Agustiawan, Senin malam 15 Juli 2013, menyatakan bahwa perseroan berencana menaikkan harga gas Elpiji ukuran tabung 12 kilogram. Alasannya, untuk mengurangi beban kerugian.
"Situasi di Timur Tengah tidak menentu. Saat stabil saja, kami sudah merugi hampir Rp18 triliun dan itu mengurangi capital expenditure (belanja modal) Pertamina," ujar Karen di Jakarta.
Karen menjelaskan kondisi kawasan Timur Tengah dengan berbagai konflik yang berkecamuk saat ini menyebabkan harga gas naik. Apabila Pertamina tidak segera menaikkan harga jual gas Elpiji produknya, kerugian yang akan ditanggung menjadi Rp28 triliun mulai dari tahun 2009 hingga tahun ini.
Menurut Karen, Elpiji ukuran 12 kilogram merupakan produk nonsubsidi yang sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Dengan demikian, seharusnya tidak akan ada masalah bagi kalangan menengah ke bawah apabila Pertamina menaikkan harga.
"Ini kan sebenarnya untuk kalangan menengah ke atas," kata dia.
Lagipula, Karen melanjutkan, niat Pertamina ini sudah dikabulkan oleh pemegang saham tertinggi Pertamina, yaitu Kementerian BUMN. Menteri BUMN telah memberi sinyal menyetujui rencana menaikkan harga ini.
"Ini hak korporasi. Yang naik itu Elpiji non PSO dan sudah ada persetujuan RUPS. Pak Dahlan (Menteri BUMN) juga sudah setuju," kata Karen.
Rencananya, Pertamina akan mengajukan kenaikan harga Elpiji ini seusai Lebaran guna menghindari inflasi.
"Situasi di Timur Tengah tidak menentu. Saat stabil saja, kami sudah merugi hampir Rp18 triliun dan itu mengurangi capital expenditure (belanja modal) Pertamina," ujar Karen di Jakarta.
Karen menjelaskan kondisi kawasan Timur Tengah dengan berbagai konflik yang berkecamuk saat ini menyebabkan harga gas naik. Apabila Pertamina tidak segera menaikkan harga jual gas Elpiji produknya, kerugian yang akan ditanggung menjadi Rp28 triliun mulai dari tahun 2009 hingga tahun ini.
Menurut Karen, Elpiji ukuran 12 kilogram merupakan produk nonsubsidi yang sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas. Dengan demikian, seharusnya tidak akan ada masalah bagi kalangan menengah ke bawah apabila Pertamina menaikkan harga.
"Ini kan sebenarnya untuk kalangan menengah ke atas," kata dia.
Lagipula, Karen melanjutkan, niat Pertamina ini sudah dikabulkan oleh pemegang saham tertinggi Pertamina, yaitu Kementerian BUMN. Menteri BUMN telah memberi sinyal menyetujui rencana menaikkan harga ini.
"Ini hak korporasi. Yang naik itu Elpiji non PSO dan sudah ada persetujuan RUPS. Pak Dahlan (Menteri BUMN) juga sudah setuju," kata Karen.
Rencananya, Pertamina akan mengajukan kenaikan harga Elpiji ini seusai Lebaran guna menghindari inflasi.