yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Puluhan warga Kampung Pelampisan, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngalian, Kota Semarang, Jawa Tengah, menggeruduk pabrik PT Marimas karena diduga mencemari lingkungan.
Menurut warga, pencemaran di aliran Sungai Pelampisan akibat limbah PT Marimas sudah terjadi sejak dua atau tiga tahun lalu. Pencemaran semakin parah, karena saluran pembuangan air jebol sehingga limbah pabrik masuk ke lahan warga.
Akibatnya, bau menyengat tak terhindarkan. Sebagian warga mengeluhkan sakit setelah menghirup limbah cair tersebut. Kesal dengan dampak pencemaran itu, warga mendatangi pabrik PT Marimas di Kawasan Industri Gatot Subroto.
"Anak-anak lebih parah, mereka sampai muntah-muntah ketika bau limbah sampai di rumah, biasanya pas hujan atau setelah hujan. Sakit kepala sudah sering dirasakan oleh kami, kalau sampai sakitnya parah dan harus dirawat apa pabrik mau menanggung biayanya?" kesal Murti (50), warga RW 04, Kamis, (11/07/2013).
Selain mencemari lingkungan, kini warga juga kesulitan mendapatkan air bersih karena limbah telah bercampur dengan air sumur. Padahal sumur-sumur tersebut merupakan sumber air bersih bagi warga setempat.
"Kami sudah tidak tahan dengan baunya, kini limbah sudah mulai masuk ke areal sumur. Air sumur tidak layak pakai dan sudah tidak berguna lagi karena airnya tercemar," geramnya.
Ketua RW 04, Suyono (47), mengatakan, pada 2012 sudah ada pertemuan antara-warga yang didampingi pihak kelurahan dan PT Marimas untuk mencari solusi permasalah tersebut. Setelah setahun pertemuan dilakukan, pencemaran masih saja terjadi.
"Kami sudah mengadu ke pihak pabrik yang berujung pada pertemuan. Janjinya akan segera membenahi pengolahan limbah mereka, tapi kenyataannya sampai sekarang masih belum terselesaikan," kata Suyono di pabrik PT Marimas.
Warga mengancam akan menutup saluran dari limbah pabrik, jika tidak segera menanggulangi pencemaran itu. “Kami beri waktu dua sampai empat pekan, kalau masih sama saja akan kami tutup saluran air dari pabrik yang mengarah ke sungai Pelampisan. Kami akan cek lagi nanti," tegas Suyono.
Sementara itu, Direktur PT Marimas, Hariyanto, yang datang menemui warga, menyampaikan kesanggupannya untuk memenuhi tuntutan mereka. Dia akan melakukan pengecekan ke lokasi yang dicemari, karena kemungkinan pencemaran tidak hanya dari pabriknya saja.
Dia mengklaim, perusahaan yang dipimpinnya sudah melakukan pengolahan limbah secara maksimal.
"Pengolahan limbah sudah kami lakukan dengan cukup baik. Meskipun mungkin belum 100 persen sempurna, tapi kami sudah kami lakukan. Tujuan kami dengan melakukan pengolahan adalah agar air limbah dapat kami gunakan lagi untuk keperluan lain, intinya kami daur ulang limbah agar bisa dimanfaatkan lagi," papar Hariyanto.