yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Komisi I dan Komisi VI DPR berencana memanggil para direksi PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) terkait hilangnya 250 dinamit. Perusahaan milik BUMN itu merupakan produsen dinamit yang hilang dalam perjalanan dari Subang ke Bogor, Jawa Barat.
"Saya yakin itu TNT yang diproduksi (PT MNK) di bawah BUMN di Subang, komisi I dan VI akan memanggil direksinya," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin, di Gedung DPR, Senayan, Jumat (28/6/2013).
Dijelaskannya, pemanggilan direksi itu untuk meminta keterangan terkait prosedur pengiriman, pergudangan dan siapa yang membelinya.
Menurut politikus PDIP itu, pembelian bahan peledak untuk industri harus melewati prosedur yang sangat ketat. Sebelum melakukan pembelian, kata dia, sebuah perusahaan harus disurvei baik tempat peledakan maupun alamat kantor perusahaan.
"Dinamit juga harus diketahui kapan di pakai, bahkan sisanya juga harus dilaporkan dan mengapa tidak dipakai," ujarnya.
Tak hanya itu, lanjut dia, dalam proses pengiriman, kendaraan yang dipakai mengangkut harus di segel dan dijaga ketat. "Penjagaan biasa dilakukan oleh Brimob bersenjata," tegasnya.