yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama BEI Ito Warsito menjelaskan hal itu bisa terlihat dari nilai bersih transaksi saham yang dilakukan oleh investor asing di bursa tanah air. Nilainya terus merosot.
"Hal ini masih disebabkan sentimen negatif dari bursa Amerika Serikat dan Eropa sepanjang 2012. Ini yang masih mempengaruhi investor asing untuk masuk ke pasar saham Indonesia," kata Ito seperti dikutip dalam Buku Tahunan BEI di Jakarta. Sabtu (29/12/2012).
Berdasarkan data BEI, sepanjang tahun 2011 masih terjadi aliran danang asing masuk (net inflow of foreign capital) sebesar Rp 25,67 triliun. Namun sepanjang 2012, danang asing tersebut melorot menjadi hanya Rp 15,44 triliun.
"Di tengah keadaan demikian, dollar AS saat ini masih menjadi aset yang paling aman (safe haven) bagi investor asing di tengah ketidakpastian global," katanya.
Dengan kondisi tersebut, juga mempengaruhi kondisi bursa di tanah air. Hal itu bisa terlihat dari porsi kepemilikan asing di dalam saham. Ito mencontohkan pada 2008 lalu, asing masih menggenggam 70 persen saham di perdagangan bursa Indonesia. Namun porsinya terus menyusut menjadi 67 persen (2009) dan pada November 2012 lalu tersisa 59 persen.
Di kapitalisasi pasar pun demikian. Nilai kapitalisasi pasar saham meningkat 15,69 persen sepanjang 2012 dari Rp 3.537,29 triliun menjadi Rp 4.092,23 triliun. Namun porsi asing hanya menggenggam 36 persen dari kapitalisasi pasar tersebut. "Ini berarti 64 persen investor lokal lah yang dominan memainkan saham. Ini patut disyukuri," katanya.