semutsedeng
IndoForum Senior C
- No. Urut
- 69471
- Sejak
- 27 Apr 2009
- Pesan
- 5.596
- Nilai reaksi
- 138
- Poin
- 63
Satu lagi artikel buatan sendiri, mohon di tanggapi ya, kalau masih ada kekurangan dalam bentuk tulisan atau isinya tolong di koreksi ya, terima kasih 
Orang-orang Yang 'Terpinggir'
Mungkin memang kata 'terpinggir' adalah kata yang tepat untuk orang yang ada di bawah ini. Sebab, banyak masyarakat di jakarta yang memandang mereka dengan sebelah mata. Padahal jika saja mereka tahu, bahwa apa yang mereka kira tidak seperti apa yang mereka bayangkan.Saya-pun mencoba untuk berdekatan dengan mereka dan ternyata, tidak semudah yang dibayangkan. Saya mencoba untuk mendekati mereka, tapi mereka kadang-kadang menaruh curiga terhadap saya. Setelah saya mendekati pelan-pelan dan dari hati ke hati, akhirnya saya bisa mendapat informasi dari mereka, kenapa selama ini mereka mengambil sikap dan perilaku seperti itu.
Ini dia daftar orang-orang yang 'terpinggir' menurut saya :
1.Preman
Premanisme, itulah istilah yang sering disebut-sebut masyarakat terhadap orang yang suka mengganggu keamanan. Premanisme sudah menjadi jargon di masyarakat, pokoknya yang namanya preman pasti jahat, main ambil, colong, bunuh dsb. Tapi anehnya, masyarakat hanya menilai dari satu sudut pandang saja, mungkin para 'penuduh' itu hanya bisa mencela dan tidak mau memahami apa dan kenapa mereka berbuat seperti itu. Yah memang agak susah, jangankan mendekat, baru lihat wajah sangarnya saja sudah takut. Tapi apakah dengan keadaan mereka yang seperti itu kita malah menjauh ? Lalu siapa yang akan menolong mereka kalau bukan kita ?
2.Pelacur
Satu lagi orang yang 'terpingir', pelacur. Ya, kita tahu apa pekerjaan dari pelacur. Mungkin kita pun diam-diam pernah 'menikmati' gemulai tubuhnya. Sangat mudah bagi kita untuk menemui mereka, lagi-lagi masyarakat hanya bisa memandang dengan rendah pelacur ini, tanpa pernah peduli kenapa mereka berbuat seperti itu. Saya pernah mensurvei dari beberapa pelacur untuk mengetahui kenapa mereka berbuat seperti itu. Rata-rata dari mereka beralasan kurangnya ekonomi. Ada seorang pelacur yang memberikan alasannya kenapa dia melacur. Dia ternyata melacur hanya untuk biaya anaknya yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sekarangpun anaknya sudah lulus dan melanjutkan ke s2. Tapi tetap saja para masyarakat mengangap mereka orang 'terpinggir', sungguh ironi memang, andai saja masyarakat itu tahu alasan mereka itu apa, saya kira mereka pun akan merubah sudut pandang mereka.
3.Pengemis
Kita tahu siapa mereka, mereka mudah di temui di kota besar maupun kota kecil. Dengan gaya yang meringis mereka mengemis meminta uluran tangan kita. Tapi apa yang terjadi, banyak masyarakat yang menolak memberikan sebahagian hartanya untuk memberi. Dengan alasan "Mereka itu malas, kenapa harus kita kasih" . Nah sekarang coba anda fikir, kalau anda di takdirkan seperti mereka mau ? kenapa kita tak memberi saja, toh siapa tahu kita di doakan oleh mereka. Kita lihat di jalan-jalan, jika ada pengemis yang menghampiri pasti ada sebahagian orang yg berpura-pura tidak melihat, atau mungkin hanya melambaikan tangan sambil berucap "maaf" . hah, apa pula ini, mereka bukan butuh maaf kita. Berikan saja, toh tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah kan ?
Mungkin masih banyak orang-orang yg kita anggap 'terpinggir' mudah-mudahan saja suatu saat nanti kita semua bisa menghargai mereka, sebagaimana kita ingin dihargai oleh orang lain.
Semoga ../no1

Orang-orang Yang 'Terpinggir'
Mungkin memang kata 'terpinggir' adalah kata yang tepat untuk orang yang ada di bawah ini. Sebab, banyak masyarakat di jakarta yang memandang mereka dengan sebelah mata. Padahal jika saja mereka tahu, bahwa apa yang mereka kira tidak seperti apa yang mereka bayangkan.Saya-pun mencoba untuk berdekatan dengan mereka dan ternyata, tidak semudah yang dibayangkan. Saya mencoba untuk mendekati mereka, tapi mereka kadang-kadang menaruh curiga terhadap saya. Setelah saya mendekati pelan-pelan dan dari hati ke hati, akhirnya saya bisa mendapat informasi dari mereka, kenapa selama ini mereka mengambil sikap dan perilaku seperti itu.
Ini dia daftar orang-orang yang 'terpinggir' menurut saya :
1.Preman
Premanisme, itulah istilah yang sering disebut-sebut masyarakat terhadap orang yang suka mengganggu keamanan. Premanisme sudah menjadi jargon di masyarakat, pokoknya yang namanya preman pasti jahat, main ambil, colong, bunuh dsb. Tapi anehnya, masyarakat hanya menilai dari satu sudut pandang saja, mungkin para 'penuduh' itu hanya bisa mencela dan tidak mau memahami apa dan kenapa mereka berbuat seperti itu. Yah memang agak susah, jangankan mendekat, baru lihat wajah sangarnya saja sudah takut. Tapi apakah dengan keadaan mereka yang seperti itu kita malah menjauh ? Lalu siapa yang akan menolong mereka kalau bukan kita ?
2.Pelacur
Satu lagi orang yang 'terpingir', pelacur. Ya, kita tahu apa pekerjaan dari pelacur. Mungkin kita pun diam-diam pernah 'menikmati' gemulai tubuhnya. Sangat mudah bagi kita untuk menemui mereka, lagi-lagi masyarakat hanya bisa memandang dengan rendah pelacur ini, tanpa pernah peduli kenapa mereka berbuat seperti itu. Saya pernah mensurvei dari beberapa pelacur untuk mengetahui kenapa mereka berbuat seperti itu. Rata-rata dari mereka beralasan kurangnya ekonomi. Ada seorang pelacur yang memberikan alasannya kenapa dia melacur. Dia ternyata melacur hanya untuk biaya anaknya yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, dan sekarangpun anaknya sudah lulus dan melanjutkan ke s2. Tapi tetap saja para masyarakat mengangap mereka orang 'terpinggir', sungguh ironi memang, andai saja masyarakat itu tahu alasan mereka itu apa, saya kira mereka pun akan merubah sudut pandang mereka.
3.Pengemis
Kita tahu siapa mereka, mereka mudah di temui di kota besar maupun kota kecil. Dengan gaya yang meringis mereka mengemis meminta uluran tangan kita. Tapi apa yang terjadi, banyak masyarakat yang menolak memberikan sebahagian hartanya untuk memberi. Dengan alasan "Mereka itu malas, kenapa harus kita kasih" . Nah sekarang coba anda fikir, kalau anda di takdirkan seperti mereka mau ? kenapa kita tak memberi saja, toh siapa tahu kita di doakan oleh mereka. Kita lihat di jalan-jalan, jika ada pengemis yang menghampiri pasti ada sebahagian orang yg berpura-pura tidak melihat, atau mungkin hanya melambaikan tangan sambil berucap "maaf" . hah, apa pula ini, mereka bukan butuh maaf kita. Berikan saja, toh tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah kan ?
Mungkin masih banyak orang-orang yg kita anggap 'terpinggir' mudah-mudahan saja suatu saat nanti kita semua bisa menghargai mereka, sebagaimana kita ingin dihargai oleh orang lain.
Semoga ../no1