L999
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 44983
- Sejak
- 31 Mei 2008
- Pesan
- 1.587
- Nilai reaksi
- 38
- Poin
- 48
ATLANTA - Kanker diperkirakan akan menggeser kedudukan penyakit jantung, sebagai penyebab kematian paling banyak pada tahun 2010 mendatang. Risiko kematian akibat kanker tersebut akan terus meningkat hingga 2030.
Perkiraan tersebut didasarkan pada data organisasi kesehatan dunia (WHO) yang menyebutkan kanker mengintai sekira 12 juta warga dunia pada tahun 2008.
Dari jumlah tersebut, WHO meramalkan kanker dapat mengakibatkan kematian pada tujuh juta orang di dunia. Pada 2030 jumlah penderita kanker akan meningkat menjadi 27 juta orang dengan tingkat kematian mencapai 17 juta orang.
WHO menilai, peningkatan jumlah perokok di negara berkembang menjadi pemicu jumlah penderita kanker, terutama di China dan India. Jumlah perokok di kedua negara itu mencapai 40 persen dari jumlah penduduk.
"Kanker akan menjadi masalah di setiap level masyarakat di seluruh belahan dunia," kata Direktur International Agency for Research on Cancer WHO Peter Boyle, seperti dilansir Foxnews, Jumat (12/12/2008).
Boyle menyatakan, data-data tersebut dikumpulkan WHO bersama organisasi lain seperti Lance Amstrong Foundation dan American Cancer Society. Sebab itu, WHO menyerukan kepada seluruh pemerintah di dunia agar lebih memperhatikan ancaman bahaya kanker yang semakin meningkat terutama di negara-negara berkembang.
Sementara itu, seorang dokter dari American Society of Clinical Oncology, Dr Douglas Blayney menyatakan dunia memerlukan langkah nyata untuk meminimalisir jumlah penderita kanker.
"Bila tren merokok terus berlanjut, maka kanker akan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan di masa mendatang," kata Blayney
Perkiraan tersebut didasarkan pada data organisasi kesehatan dunia (WHO) yang menyebutkan kanker mengintai sekira 12 juta warga dunia pada tahun 2008.
Dari jumlah tersebut, WHO meramalkan kanker dapat mengakibatkan kematian pada tujuh juta orang di dunia. Pada 2030 jumlah penderita kanker akan meningkat menjadi 27 juta orang dengan tingkat kematian mencapai 17 juta orang.
WHO menilai, peningkatan jumlah perokok di negara berkembang menjadi pemicu jumlah penderita kanker, terutama di China dan India. Jumlah perokok di kedua negara itu mencapai 40 persen dari jumlah penduduk.
"Kanker akan menjadi masalah di setiap level masyarakat di seluruh belahan dunia," kata Direktur International Agency for Research on Cancer WHO Peter Boyle, seperti dilansir Foxnews, Jumat (12/12/2008).
Boyle menyatakan, data-data tersebut dikumpulkan WHO bersama organisasi lain seperti Lance Amstrong Foundation dan American Cancer Society. Sebab itu, WHO menyerukan kepada seluruh pemerintah di dunia agar lebih memperhatikan ancaman bahaya kanker yang semakin meningkat terutama di negara-negara berkembang.
Sementara itu, seorang dokter dari American Society of Clinical Oncology, Dr Douglas Blayney menyatakan dunia memerlukan langkah nyata untuk meminimalisir jumlah penderita kanker.
"Bila tren merokok terus berlanjut, maka kanker akan menjadi sesuatu yang sangat menakutkan di masa mendatang," kata Blayney