• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sidik jari dan kecerdasan Intelektual

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Matinee
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Matinee

IndoForum Senior A
No. Urut
53114
Sejak
19 Sep 2008
Pesan
7.677
Nilai reaksi
208
Poin
63
SIDIK JARI? BERPENGARUH PADA KECERDASAN INTELEKTUAL ANAK!

Bakat dan Potensi Bisa Dilihat dari Sidik Jari Sidik jari terbentuk seiring proses pembentukan otak manusia selama berada di dalam janin. Pola guratan sidik jari setiap orang pun berbeda sesuai dengan perkembangan sistem saraf otak. Karena itu, sidik jari dapat digunakan untuk mengenali bakat dan potensi seseorang. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence yang mendalami ilmu psikologi di USA, mengatakan bahwa ada delapan jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan matematis, bahasa, visual, musik, naturalis, kinestetis, intrepersonal, dan intrapersonal. Pola guratan sidik jari dapat mengidentifikasi jenis kecerdasan yang menonjol dalam diri seseorang. Identifikasi bakat dan potensi bisa dilakukan semua kalangan usia karena pola guratan sidik jari seseorang tidak akan berubah sepanjang hidup. Dengan demikian, bakat dan potensi seseorang pun tidak berubah. Psikolog Anna Surti Ariani mengatakan, jika sudah menemukan bakat dan potensi anak sejak dini, orangtua akan mudah untuk mengarahkan jalur pendidikannya. ”Sering kali orangtua memaksakan pendidikan anaknya, padahal tidak sesuai dengan potensinya.” Mengembangkan kecerdasan majemuk anak merupakan kunci utama untuk kesuksesan masa depan depan anak. Apa itu kecerdasan majemuk ?... Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan. Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya. Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa? Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya? Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik. Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu. 9 Jenis Kecerdasan Dr. Howard Gardner mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan kriterianya): Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri. Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol. Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal. Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak. Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.

sumber: primagama
 
wah bru tw klo sbntuk sidik jari itu berpengaruh....
mungkin saraf yg ad d tangan yg mempengaruhi otak....
tpi klo tgn kita rusak ato terbakar g mn???
 
^
^
^
^
nah itu dia....
mungkin nanti kulitnya balik ke semula kali yah...
soalnya kalau gak repot tuh yg pake fingerprint reader
 
^
^
^
^
nah itu dia....
mungkin nanti kulitnya balik ke semula kali yah...
soalnya kalau gak repot tuh yg pake fingerprint reader

gx mungkin lah balik dgn keadaan yg sm...

pasti klo rusak ato terbakar banyak perbedaan dri yg semula...
 
bisa dianalisa g,sidik jari gw?
kalo ada,enak bgt tu.../ok
 
katanya setiap lima tahun sekali, pola sidik jari kita mengalami perubahan. Benar gak tuh?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.