roughtorer
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 44416
- Sejak
- 24 Mei 2008
- Pesan
- 6.755
- Nilai reaksi
- 175
- Poin
- 63
CIREBON, KAMIS - Tim Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon mulai menyelidiki informasi adanya nelayan yang menemukan "Kapal Harta Karun" yang karam di bawah laut di sekitar perairan Subang sebelah barat baru-baru ini.
"Kita sudah mulai menyelidiki informasi itu dari nelayan, petugas sudah berpatroli di sekitar perairan Subang, namun masih belum menemukan titik lokasi kapal karam itu," kata Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Denih Hendrata di Cirebon, Kamis (20/10).
Ia juga meminta instansi terkait untuk memberikan klarifikasi tentang cerita nelayan itu apakah benar ada kapal karam yang mengangkut banyak barang berharga atau sekedar karangan nelayan saja.
"Kami hanya ingin mengamankan lokasi, karena jika informasi beredar di nelayan maka sangat mungkin ratusan nelayan akan mengejar harta itu dan bisa menimbulkan rebutan antar mereka," katanya.
Menurut Denih, pihaknya juga akan melakukan kordinasi dengan pihak keamanan di daratan sekitar perairan Subang untuk mengantisipasi munculnya nelayan dari luar daerah yang akan memburu harta karun itu.
"Informasinya sudah meluas setelah diberitakan media, sehingga kami hanya bertugas menjaga situasi agar muncul benih bentrokan antar nelayan," katanya.
Lebih lanjut Denih mengatakan, di tengah situasi krisis global hal seperti ini akan memicu pihak spekulan untuk berburu harta itu dan bisa menimbulkan situasi yang tidak kondusif. Menurut Denih, siapapun tidak diperkenankan mengambil harta karun bawah laut tanpa izin Pemerintah sehingga jangan sampai muncul anggapan harta itu menjadi milik bersama dan boleh diambil siapa saja.
"Kalau tidak salah kewenangan mengeluarkan izin pengangkatan itu ada di Depbudpar," katanya.
Sebelumnya, Taryono, salah satu tokoh nelayan Subang yang merupakan pemilik kapal mengungkapkan Wacas, anak buahnya, menemukan langsung kapal karam itu 18 Agustus 2008, dan sebagai buktinya, dia berhasil mengambil delapan uang koin yang diduga berasal dari tembaga.
"Uang koin itu sepertinya dari tembaga. Salah satunya bertulisan Indiabatavia tahun 1826," katanya. Ia juga mengungkapkan, Wacas telah mendapat surat pernyataan sebagai penemu pertama harta karun itu dan berharap bisa segera mendapat izin untuk melakukan survei lanjutan.
Dari keterangan Wacas, kapal itu ditemukan di kedalaman antara 10 sampai 25 meter dibawah permukaan laut, namun belum bersedia mengungkap posisi persis kapal tersebut.
"Kita sudah mulai menyelidiki informasi itu dari nelayan, petugas sudah berpatroli di sekitar perairan Subang, namun masih belum menemukan titik lokasi kapal karam itu," kata Danlanal Cirebon Letkol Laut (P) Denih Hendrata di Cirebon, Kamis (20/10).
Ia juga meminta instansi terkait untuk memberikan klarifikasi tentang cerita nelayan itu apakah benar ada kapal karam yang mengangkut banyak barang berharga atau sekedar karangan nelayan saja.
"Kami hanya ingin mengamankan lokasi, karena jika informasi beredar di nelayan maka sangat mungkin ratusan nelayan akan mengejar harta itu dan bisa menimbulkan rebutan antar mereka," katanya.
Menurut Denih, pihaknya juga akan melakukan kordinasi dengan pihak keamanan di daratan sekitar perairan Subang untuk mengantisipasi munculnya nelayan dari luar daerah yang akan memburu harta karun itu.
"Informasinya sudah meluas setelah diberitakan media, sehingga kami hanya bertugas menjaga situasi agar muncul benih bentrokan antar nelayan," katanya.
Lebih lanjut Denih mengatakan, di tengah situasi krisis global hal seperti ini akan memicu pihak spekulan untuk berburu harta itu dan bisa menimbulkan situasi yang tidak kondusif. Menurut Denih, siapapun tidak diperkenankan mengambil harta karun bawah laut tanpa izin Pemerintah sehingga jangan sampai muncul anggapan harta itu menjadi milik bersama dan boleh diambil siapa saja.
"Kalau tidak salah kewenangan mengeluarkan izin pengangkatan itu ada di Depbudpar," katanya.
Sebelumnya, Taryono, salah satu tokoh nelayan Subang yang merupakan pemilik kapal mengungkapkan Wacas, anak buahnya, menemukan langsung kapal karam itu 18 Agustus 2008, dan sebagai buktinya, dia berhasil mengambil delapan uang koin yang diduga berasal dari tembaga.
"Uang koin itu sepertinya dari tembaga. Salah satunya bertulisan Indiabatavia tahun 1826," katanya. Ia juga mengungkapkan, Wacas telah mendapat surat pernyataan sebagai penemu pertama harta karun itu dan berharap bisa segera mendapat izin untuk melakukan survei lanjutan.
Dari keterangan Wacas, kapal itu ditemukan di kedalaman antara 10 sampai 25 meter dibawah permukaan laut, namun belum bersedia mengungkap posisi persis kapal tersebut.