• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Pelataran Persembahan Jaman Majapahit Ditemukan

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Laporan wartawan Kompas Alb. Hendriyo Widi Ismanto

3064762p.jpg


BLORA, KOMPAS - Balai Arkeologi atau Balar Yogyakarta yang mengeksplorasi situs-situs di Pegunungan Kendeng Selatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menemukan pelataran persembahan yang diperkirakan berasal dari zaman akhir kejayaan Kerajaan Majapahit. Lokasi penemuan itu berada di Dukuh Nglaren, Desa Sentono, Kecamatan Kradenan.

Pelataran itu berada di bukit karst (kapur) di atas belokan Sungai Bengawan Solo. Di sekitar pelataran itu terdapat tumpukan batu bata dan sejumlah batu andesit yang berserak. Arkeolog Balar Yogyakarta, Gunadi, Rabu (19/11) di Blora, mengatakan Balar baru menggali sebagian pelataran itu dan menemukan tumpukan batu yang membentuk anak tangga. Batu itu terdiri dari batu andesit atau batu gunung berapi dan bata yang besarnya sekitar satu setengah kali besar batu bata biasa. "Batu-batu itu disusun di atas lantai batu karst yang sudah diratakan," kata dia.

Gunadi mengemukakan perpaduan tiga batu itu menunjukkan semakin pesatnya peradaban dan pencampuran budaya Hindu-Buddha. Perpaduan batu itu menunjukkan juga pengaruh kerajaan yang mendirikan pelataran itu sangat luas. Pengaruh itu tampak dari penggunaan batu andesit yang tidak mungkin berasal dan didapat di Blora, melainkan diimpor dari daerah yang ada gunung apinya. Hal itu mengingat daerah Blora merupakan daerah karst.

"Kami masih akan melanjutkan penelitian dan penggalian lagi. Selain itu, kami akan menggandeng sejumlah ahli lain untuk menentukan tahun dan zaman asal bangunan itu," kata dia.
 
wow ternyata msh bnyk candi majapahit yg belum terungkap...

/no1
 
Syalom........
Coba bangsa Indonesia lebih berusaha lagi, saya yakin masih banyak lagi situs dan kekayaan alam di Indonesia yang belum terungkap. Semoga Indonesia semakin jaya......
 
@atas
orang Indo kan ga peduli2 amat sama yg ginian
 
wuis....jgn ngeflame dong...
harusny bangga dong,peneliti nemuin hal beginian...
nice post /no1
 
sebenarny indo mmng kaya akan budaya...

tpi krng perhatian...jdi yah bru ktemu skrng....
 
biaya nya dari mana om om semua...?..... kaya gak tahu saja negara kita belum pernah kaya raya sejak 1945.... kalau sudah mulai kaya, gak bakal benda benda erkeologi kaya gitu ditelantarkan.

Borobudur dan Prambanan saja, berhasil dipugar, karna bantuan Unesco...PBB.... jadi, kalau baru sekarang bisa diexpos... bukan gak ada perhatian...

Justru duitnya banyak dipakai untuk mensejahterakan rakyat dulu.... ditambah dikorupsi sama pejabat pejabat.... dsb.... Kondidinya mungkin sama dengan di Sumatera. Di sekitar Palembang, mustahil gak ada sisa sisa kejayaan Sriwijaya.... tapi, siapa yang mau pugar? Ada gak danang dari RAPBN untuk lokalisasi ke sana? Kaga ada.... danang diutamakan untuk pembangunan dulu....

Unesco belum bergerak untuk ke sana.

jadi, yah sabar, kalo Republik bisa kaya raya.... jangankan yang disitu, di sleuruh Indo bakal diexpose habis habisan....

Makanya, adik-adik yang masih sekolah, sekolah lah yang pinter.... jangan hanya main di net saja. Jaman kalian ntar, buktikan waktu kalian duduk di pemerintahan. Perjuangkan terus untuk melestarikan sisa-sisa kejayaan masa lampau Indonesia. Jaman sekarang kayanya udah gak mungkin. Indo sedang parah.... jaman kalian yang masih ada kemungkinan.

Selamat berjuang.... harapan ada di pundak kalian....
 
biaya nya dari mana om om semua...?..... kaya gak tahu saja negara kita belum pernah kaya raya sejak 1945.... kalau sudah mulai kaya, gak bakal benda benda erkeologi kaya gitu ditelantarkan.

Borobudur dan Prambanan saja, berhasil dipugar, karna bantuan Unesco...PBB.... jadi, kalau baru sekarang bisa diexpos... bukan gak ada perhatian...

Justru duitnya banyak dipakai untuk mensejahterakan rakyat dulu.... ditambah dikorupsi sama pejabat pejabat.... dsb.... Kondidinya mungkin sama dengan di Sumatera. Di sekitar Palembang, mustahil gak ada sisa sisa kejayaan Sriwijaya.... tapi, siapa yang mau pugar? Ada gak danang dari RAPBN untuk lokalisasi ke sana? Kaga ada.... danang diutamakan untuk pembangunan dulu....

Unesco belum bergerak untuk ke sana.

jadi, yah sabar, kalo Republik bisa kaya raya.... jangankan yang disitu, di sleuruh Indo bakal diexpose habis habisan....

Makanya, adik-adik yang masih sekolah, sekolah lah yang pinter.... jangan hanya main di net saja. Jaman kalian ntar, buktikan waktu kalian duduk di pemerintahan. Perjuangkan terus untuk melestarikan sisa-sisa kejayaan masa lampau Indonesia. Jaman sekarang kayanya udah gak mungkin. Indo sedang parah.... jaman kalian yang masih ada kemungkinan.

Selamat berjuang.... harapan ada di pundak kalian....

ayo smangat berjuang demi membangun INdonesiaaaaaaaa/go /go

:D
 
yang paling parah, benda2 purbakala di museum dicuri dan dijual ke kolektor..
maw jadi apa bangsa ini???

trus jangan lupa juga banyak pustaka2 kuno yg memuat ilmu kanuragan ala Jawa dan Bali yg terdampar di luar negeri terutama di Belanda!
seandainya kitab2 itu bisa balik ke Indonesia, wuiiih bakal ada Angling Dharma, Wiro Sableng, Jaka Sembung, Arya Kamandanu baru!!!hahahahaha....
 
yang paling parah, benda2 purbakala di museum dicuri dan dijual ke kolektor..
maw jadi apa bangsa ini???

trus jangan lupa juga banyak pustaka2 kuno yg memuat ilmu kanuragan ala Jawa dan Bali yg terdampar di luar negeri terutama di Belanda!
seandainya kitab2 itu bisa balik ke Indonesia, wuiiih bakal ada Angling Dharma, Wiro Sableng, Jaka Sembung, Arya Kamandanu baru!!!hahahahaha....

memang.....
saat lagu Indonesia Raya yg asliny ditemukan saja...berada d Belanda....
 
setidaknya pemerintah segera menetapkan kawasan pegunungan Kendeng sebagai kawasan konservasi lindung, agar terhindar dari kerusakan ekologi.
 
majapahit kan luas /e4 /e4 /e4 /e4 jadi banyak yang belomd temukalan h kan tersebar d seluruh nusantara /no1
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.