• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Sapi Rekayasa Genetik Hasilkan Susu Lebih Banyak

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. L999
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

L999

IndoForum Junior E
No. Urut
44983
Sejak
31 Mei 2008
Pesan
1.587
Nilai reaksi
38
Poin
48
zbFarKTaOY.jpg


BUENOS AIRES - Kebutuhan susu di Argentina ternyata mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tapi sayangnya ini tidak diimbangi dengan produksi susu yang dapat memenuhi kebutuhan warga. Salah satu sebabnya sapi di Argentina tidak bisa memproduksi susu yang lebih banyak. Para ilmuwan pun mencoba melakukan rekayasa genetik agar susu yang dihasilkan oleh sapi dapat lebih banyak lagi.

Para ilmuwan di Argentina mencoba mengembangkan eksperimen dengan meng-kloning hormon dan merekayasa gentik pada sapi, sehingga produksi yang dihasilkan susu di Argentina dapat lebih banyak dari sebelumnya, dengan begitu produksi susu akan memenuhi kebutuhan nasional. Sapi-sapi itu nantinya akan ditambahkan pada tubuhnya hormon bovine somatotropin, hormon yang dimana dapat meningkat produksi susu hingga 20 persen. Oleh para ilmuwan sendiri hormon bovine somatotropin mereka sebut rbST.

"Produksi susu sapi normalnya 5,3 galon atau sekira 20 liter per hari. Dengan dimeningkatkan hormon bovine somatotropin setidaknya produksi akan bertambah 6 galon, setara 25 liter per hari," ungkap Andres Bercovich Kepala Riset dan Pengembangan di Firma Bioteknologi Bio Sidus.

"Tapi yang mesti diingat, hormon ini hanya bisa digunakan oleh binatang saja," tambahnya kepada Reuters, Kamis (6/11/2008).

Perusahaan Bio Sidus memulai eksperimen ini sejak tahun 2002, eksperimen mereka menfokuskan diri pada pengembangan hormom untuk meningkatkan produksi susu. Hormon bovine somatotropin sendiri diambil dari susu sapi. Setelah melalui beberapa tahap produksi, muncullah bakteri yang disimpan dalam sebuah tempat khusus dalam jangka waktu tertentu agar hormon bovine somatotropin baru dapat diproduksi.

Bio Sidus kini mempunyai basis di negara-negara Amerika, seperti AS, Brazil, Meksiko, dan Peru. Meskipun sapi hasil berhasil diciptakan, namun sapi hasil rekayasa tersebut tidak dijual bebas di Argentina. (srn)
 
cara lain dari cloning neh, hehehhehe....
bagus juga sih /no1
 
iy neh.....

bsa membuat kekurangan pangan d dunia menurun...

bsa membuat hewan lain lebih produktif..

/no1
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.