• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Species Baru Dari "Dunia Yg Hilang"

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. magnum
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

magnum

IndoForum Activist C
No. Urut
1320
Sejak
27 Mei 2006
Pesan
14.143
Nilai reaksi
417
Poin
83
Species Baru Dari "Dunia Yg Hilang"

Selama sebulan meneliti kawasan Mamberamo, Papua, para peniliti gabungan dari sejumlah lembaga menemukan sejumlah spesies baru. Salah satunya adalah Kanguru Pohon Mantel Emas.
a53dca6a.jpg

Dendrolagus pulcherrimus(Kanguru Pohon mantel Emas)

Jukan “dunia yang hilang” agaknya sangat pas untuk menyebut kawasan Mamberamo, Papua. Bayangkan saja hanya dalam waktu sebulan, berbagai spesies baru tumbuhan dan satwa telah ditemukan di daerah terpencil ini. Penelitian yang diprakarsai Concervation International Indonesia (CII) ini berhasil menemukan kanguru pohon mantel emas (Dendrolagus pulcherrimus).

Penelitian tersebut dilakukan di kampung Kwerba dan Pegunungan Foja, Mamberamo, Kabupaten Sarmi, Papua pada 9 November – 9 Desember 2005 lalu. Daerah “primadona” penelitian adalah Foja karena benar-benar belum pernah dijamah oleh manusia meskipun penduduk asli. Di daerah tersebut mereka berhasil menemukan spesies baru yang jumlahnya 75%. Hasil penelitian CII sejak 1987 menunjukkan bahwa daerah Papua ini sangat kaya akan keanekaragaman hayati. Setiap mengadakan survey selalu ditemukan spesies baru.

Sebanyak 13 peneliti dari dalam dan luar negeri terlibat dalam tim penelitian kali ini, di antaranya pakar burung, kupu-kupu, herpet (amfibi dan reptile), mamalia, dan tumbuhan. Selain dari Conservation International Indonesia, mereka berasal dari South Australian Museum, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Universitas Cendrawasih, Universitas Negeri Papua, Universitas Harvard, Universitas Adeilaide, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Papua I.

Dengan ditemukannya kanguru pohon mantel emas tim peneliti ini mencatat hasil yang spektakuler dan membanggakan. Sebab mamalia ini berstatus hampir punah dan saat ini tercatat sebagai temuan pertama di wilayah Indonesia. “Kanguru pohon ini di Foja sangat banyak seperti di kebun binatang saja,” jelas Dr.Yance de Fretes dari Concervation International Indonesia . Dipastikan kanguru itu berbeda dengan yang ditemukan di pegunungan Torriceli, Papua Niugini yang dilaporkan oleh Dr Jared Diamond pada 1981 lalu yang sempat menjadi pembicaraan para ahli mamalia selama 25 tahun.


Banyak Species Baru
de850fe3.jpg

Dendrolagus inustus
ea1a6590.jpg

Nyctimytes Fluviatilis

Prestasi lain dari penelitian ini adalah ditemukannya 60 spesies amfibi, 20 spesies di antaranya merupakan spesies baru. Paling menarik penemuan kembali katak berstatus sangat langka yakni katak mata jaring (Nyctimytes fluviatilis) dan katak Xenorhina arboricola. “Kedua jenis katak itu hanya ditemukan di Papua Niugini, dan pegunungan Foja,” jelas Stephen Richards M.Sc, peneliti asal Adelaide, Australia. Selama ini, pegunungan Foja dikenal merupakan salah satu lokasi yang kaya akan amfibi di kawasan Asia Pasifik.

260efc41.jpg

Golden-fronted Bowerbird
Selain amfibi, ditemukan juga dua jenis burung pengisap madu dari genus Meliphagiadae, yang berarti semakin menambah jenis burung di Papua. Sejauh ini, spesies tersebut masih dalam penelitian dan belum diberi nama ilmiah. Burung mandur dahi emas, Amblyornis flavifrons juga berhasil diketahui setelah 110 tahun tidak diketahui habitat asli dan daerah penyebarannya. Ada juga penemuan spektakuler lain seperti cendrawasih parotia (Parotia berlepspschi).

a70847ba.jpg

Sedang tim kupu-kupu dalam penelitian itu berhasil mengoleksi 170 spesies di Pegunungan Foja. "Tim kami berhasil mengidentifikasi lima jenis kupu-kupu spesies baru" ujar Bruder Henk, ahli kupu-kupu dari Papua. Ia mengaku tak pernah selama hidupnya mengoleksi begitu banyak spesies baru dalam waktu singkat dan hanya di satu lokasi saja. Keberadaan ratusan spesies kupu-kupu itu menunjukan wilayah setempat masih termasuk hutan lebat. Tim mamalia juga menemukan babi moncong panjang (Zagiossus sp).

Survey tim tumbuhan berhasil menemukan 24 jenis palem, lima jenis di antarannya tercatat sebagai spesies baru yakni satu Pholidacarpus, dua spesies rotan, dan dua spesies Licuala. Di luar palem, mereka juga menemukan tumbuhan lain. Tim berhasil mengoleksi 550 jenis tumbuhan di luar keluarga palem-paleman. Saat ini koleksi tumbuhan tersebut masih diteliti secara intensif.

Dengan ditemukannya banyak species baru,, telah memberikan gambaran bahwa banyak terdapat kekayaan hayati Mamberamo yang belum tersingkap. “Penelitian ini sangat penting bagi perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia” ujar Dr. Dedi Darnaedi, Kepala Pusat Biologi LIPI.
 
di indo emank klo pemerintah mau mengoptimalkan kawasan yg ada banyak kekayaan alam yg tidak pernah d miliki oleh negara lain tapi sayangnya pemerintah kurang perhatian ama masalah kayak gini /swt
 
di indo emank klo pemerintah mau mengoptimalkan kawasan yg ada banyak kekayaan alam yg tidak pernah d miliki oleh negara lain tapi sayangnya pemerintah kurang perhatian ama masalah kayak gini /swt

Indonesia itu negara paling kaya dgn sumberdaya alam,flora dan fauna terbanyak jenis nya,apalagi papua ,papua masih banyak tempat yg blom terjamah manusia,
Indonesia bisa lebih kaya dari USA....laut yg luas dan ikan yg banyak,kalo di jaga toh untung nya akan berlipat ganda...
 
Indonesia itu negara paling kaya dgn sumberdaya alam,flora dan fauna terbanyak jenis nya,apalagi papua ,papua masih banyak tempat yg blom terjamah manusia,
Indonesia bisa lebih kaya dari USA....laut yg luas dan ikan yg banyak,kalo di jaga toh untung nya akan berlipat ganda...


yah gw setuju dengan magnum...
sayangnya pemerintah kita kekurangan dana untuk mengexplorasi SDA Indonesia...apabila kita mengexplor...ujung2nya kekurangan dana...dan minjem duit lagi dah sama PBB...ato biasanya dikelola oleh orang asing yang menginves...alhasil keuntungan yang kita dapat tidak sesuai dengan harapan.../wah
 
mahluk yang belom diketahui di indo sendiri masih ratusan, bahkan ribuan species lagi.....
 
makanya Indonesia paling terkenal dgn Explorasi oleh ilmuwan

bahkan ada 1 jenis ikan yg mempunyai kaki dna di temukan di Irian Jaya....Ikan tsb spt bauya bs di darat jg
 
sepertinya termasuk dalam golongan ampibi tuh kk magnum /no1
 
Klo cecak berekor 2....aneh ga sih? apa jenis binatang baru?

Tapi byk disini binatang2 kecil yang gak tau namanya apa../hmm
 
apa hubungannya ma peliharaan??...
masa bintang begituan jadi peliharaan??
 
kupu2 bisa dijinakin? /heh

yah, bagus deh kalo ada spesies baru, keanekaragaman satwa di Indonesia kan jadi bertambah.

BETUL???
 
tapi sayang ga pernah d jaga ama orang indo sendiri /sob
 
emang kekayaan indonesia sebenarnya banyak sekali kalo mau kita mengexplorasinya tapi sayang kadang kalo udah ada yang namanya orang yang membabat hutan maka bisa habislah kekayaan flora & fauna negara kaya ini
 
Hewannya kecil2 semoa ga enak piaranya
Enakan piara dinosaurus /gg
 
piara dinosaurus loe telat kasih makan loe yg d makan tuh kk =))
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.