magnum
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 1320
- Sejak
- 27 Mei 2006
- Pesan
- 14.143
- Nilai reaksi
- 417
- Poin
- 83
Musicool, 'Hydrocarbon Refrigerant' Ramah Lingkungan
BANDAR LAMPUNG (Lampost): PT Pertamina (persero) mencanangkan penggunaan Musicool, hydrocarbon refrigerant hemat energi dan ramah lingkungan, di Hotel Marcopolo, Rabu (23-7).
Hal ini dilakukan Pertamina sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan akibat penipisan lapisan ozon. Pengunaan Musicool ini menunjang kebijakan pemerintah tentang penghematan energi dan ramah lingkungan.
Manajer Gas Domestik Region I Sumatera, Adi Haryono, mengatakan banyaknya kelompok bahan perusak ozon (BPO) dan penyebab pemanasan global yang digunakan kini mengakibatkan terjadi efek gas rumah kaca dan polusi udara. Hal itu mendorong PT Pertamina untuk mencanangkan penggunaan Musicool. "Penggunaan hydrocarbon refrigerant ini juga didukung kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan BPO," kata Adi, dalam acara Sosialisasi Penggunaan Refrigerant Ramah Lingkungan, kemarin.
Musicool merupakan hydrocarbon refrigerant non-CFC yang mulai dipasarkan sejak 2004. Musicool pertama kali dipasarkan di Medan, Sumatera Utara. Setelah Palembang dan Padang, Musicool dipasarkan di Lampung. "Respons dunia usaha terhadap penggunaan Musicool ini sangat baik karena menghemat energi hingga 20%, tidak beracun, dan memiliki standar mutu internasional produk Pertamina," kata dia.
Menurut Adi, PT Pertamina kini mampu memproduksi Musicool sebesar 120--180 ton/bulan. Musicool disarankan digunakan dunia usaha dan masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan agar penipisan lapisan ozon dapat dikurangi dan mampu menghemat penggunaan listrik. Musicool dapat menurunkan aliran listrik rata-rata 18%--23%. Keuntungan lain mengguakan Musicool ini tidak memerlukan penggantian komponen dan oli/pelumas sehingga lebih hemat. Pada kompresor 1 phase, saat penyalaan tidak memerlukan bantuan starting capasitor.
"Untuk memenuhi kebutuhan pasar, kami akan meningkatkan produksi Musicool sesuai dengan kebutuhan," kata dia.
Sementara itu, Sales Representatif Gas Domestik Region VI, I Gusti Bagus Suteja, mengatakan Musicool Refrigerant memiliki karakteristik termodinamika yang lebih baik jika dibanding dengan refrigerant kelompok fluorocarbon. Selain itu, Musicool memiliki sifat kerapatan yang rendah sehingga lebih irit. Musicool, kata dia, diproduksi dalam beberapa jenis seperti, MC-12 yang kompatibel dengan mesin pendingin seperti AC mobil, lemari es, dan dispenser air. MC-22 kompatibel dengan refrigerant seperti AC window, AC split, dan sejenisnya. Lalu MC-134 kompatibel dengan AC mobil, dan MC-600 sebagai pengganti pendingin kulkas dengan karakteristik tekanan rendah.
Untuk memasarkan produk ini, PT Pertamina bekerja sama PT Gunung Sakti di Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung. "Untuk mendapatkan Musicool dapat menghubungi diler dan distrubutor resmi PT Gunung Sakti," kata dia. n CR-1/E-2
BANDAR LAMPUNG (Lampost): PT Pertamina (persero) mencanangkan penggunaan Musicool, hydrocarbon refrigerant hemat energi dan ramah lingkungan, di Hotel Marcopolo, Rabu (23-7).
Hal ini dilakukan Pertamina sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan akibat penipisan lapisan ozon. Pengunaan Musicool ini menunjang kebijakan pemerintah tentang penghematan energi dan ramah lingkungan.
Manajer Gas Domestik Region I Sumatera, Adi Haryono, mengatakan banyaknya kelompok bahan perusak ozon (BPO) dan penyebab pemanasan global yang digunakan kini mengakibatkan terjadi efek gas rumah kaca dan polusi udara. Hal itu mendorong PT Pertamina untuk mencanangkan penggunaan Musicool. "Penggunaan hydrocarbon refrigerant ini juga didukung kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan BPO," kata Adi, dalam acara Sosialisasi Penggunaan Refrigerant Ramah Lingkungan, kemarin.
Musicool merupakan hydrocarbon refrigerant non-CFC yang mulai dipasarkan sejak 2004. Musicool pertama kali dipasarkan di Medan, Sumatera Utara. Setelah Palembang dan Padang, Musicool dipasarkan di Lampung. "Respons dunia usaha terhadap penggunaan Musicool ini sangat baik karena menghemat energi hingga 20%, tidak beracun, dan memiliki standar mutu internasional produk Pertamina," kata dia.
Menurut Adi, PT Pertamina kini mampu memproduksi Musicool sebesar 120--180 ton/bulan. Musicool disarankan digunakan dunia usaha dan masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan agar penipisan lapisan ozon dapat dikurangi dan mampu menghemat penggunaan listrik. Musicool dapat menurunkan aliran listrik rata-rata 18%--23%. Keuntungan lain mengguakan Musicool ini tidak memerlukan penggantian komponen dan oli/pelumas sehingga lebih hemat. Pada kompresor 1 phase, saat penyalaan tidak memerlukan bantuan starting capasitor.
"Untuk memenuhi kebutuhan pasar, kami akan meningkatkan produksi Musicool sesuai dengan kebutuhan," kata dia.
Sementara itu, Sales Representatif Gas Domestik Region VI, I Gusti Bagus Suteja, mengatakan Musicool Refrigerant memiliki karakteristik termodinamika yang lebih baik jika dibanding dengan refrigerant kelompok fluorocarbon. Selain itu, Musicool memiliki sifat kerapatan yang rendah sehingga lebih irit. Musicool, kata dia, diproduksi dalam beberapa jenis seperti, MC-12 yang kompatibel dengan mesin pendingin seperti AC mobil, lemari es, dan dispenser air. MC-22 kompatibel dengan refrigerant seperti AC window, AC split, dan sejenisnya. Lalu MC-134 kompatibel dengan AC mobil, dan MC-600 sebagai pengganti pendingin kulkas dengan karakteristik tekanan rendah.
Untuk memasarkan produk ini, PT Pertamina bekerja sama PT Gunung Sakti di Jalan Pagar Alam, Bandar Lampung. "Untuk mendapatkan Musicool dapat menghubungi diler dan distrubutor resmi PT Gunung Sakti," kata dia. n CR-1/E-2
