• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Kelangkaan diatom ancam populasi ikan dunia

T!T!~ch@/\/

IndoForum Banned
No. Urut
1035
Sejak
11 Mei 2006
Pesan
21.523
Nilai reaksi
1.324
Poin
113
Jakarta, Kompas - Kelangkaan mikroalga diatom, akibat pemanasan global, mengancam populasi ikan laut konsumsi. Jumlah diatom di laut lebih dari 80 persen dari seluruh populasi fitoplankton. Diatom juga dikenal mampu menyerap karbon dioksida (CO2).

Apalagi, diatom—salah satu jenis fitoplankton—berada pada mata rantai pertama dari rantai makanan di laut. "Diatom mendominasi, tetapi rentan terhadap perubahan suhu laut," kata peneliti madya bidang dinamika laut (spesialis plankton dan produktivitas laut) Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tumpak Sidabutar, di Jakarta, Selasa (15/1).

Umumnya, produktivitas suatu perairan laut terkait erat dengan keberadaan diatom. Misalnya di Laut Bering—di antara Asia dan barat laut Alaska yang memenuhi sepertiga sediaan ikan laut di dunia.

Penelitian dua ahli ekologi maritim AS, Dave Hutchins (Universitas Southern Carolina) dan Clinton Hare (Universitas Delaware), menyebutkan, produktivitas Laut Bering terkait dengan kelimpahan diatom. Kesimpulan penelitian dengan simulasi terhadap diatom dari Laut Bering seperti dikutip LiveScience, populasi ikan dunia akan hilang pada tahun 2100, menyusul kehancuran rantai makanan di laut.

Hasilnya, fitoplankton yang ukurannya lebih kecil dari diatom bertahan hidup, sedang diatom punah. Populasi fitoplankton itu kurang dari 10 persen dari seluruh jenis fitoplankton di laut.

Gejala penurunan populasi diatom juga terjadi di Teluk Jakarta, Indonesia, seperti data penelitian LIPI. Sejak 1970-an populasi diatom terus berkurang.

"Dulu lebih dari 60 spesies diatom dapat ditemukan di sana, tetapi sekarang ini tinggal 30-40 spesies saja," kata Tumpak. Selain suhu yang meningkat, polusi di Teluk Jakarta juga diduga menjadi penyebab utama berkurangnya diatom. (GSA)
 
wah tahun 2100 hilang smua,
masih 92 tahun lagi sih /hmm,cuma yang kena generasi berikutnya
 
^
^
^
Berarti generasi berikutnya.. Gak bisa makan ikan lagi dung
ya?? Yah, moga ada tindakan lah.. Dari teknologi tu sendiri
juga.. Yang bisa nyelamatin semuanya
 
Orang Jepang yang suka makan Ikan

gimana jadinya Ya ???
 
kan masi ada ikan air tawar
klo gw si lebi mili yang air tawar dari pada air asin ...
 
@atas
ya masa ikan laut doang
gk bosen tu/?

gawat ni
bentar gi kluar berita
"manusia akan mati seluruh na pada tahun xxxx karena ke racun an CO2 dan ke kurang an O2"
/swt
 
puasa ikan semua makanya hargailah ikan saat ini juga /gg /gg /gg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.