nukemelamers
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 9277
- Sejak
- 7 Des 2006
- Pesan
- 283
- Nilai reaksi
- 5
- Poin
- 18
Calon Astronot Korsel Satukan Tanah Korea
CAPE CANAVERAL, Seorang ilmuwan sekaligus petinju amatir dari Korea Selatan terpilih menjadi calon astronot pertama negeri ginseng tersebut. Ia berencana membawa tanah yang berasal dari Korea Utara dan Korea Selatan dalam misi penerbangannya dan menyatukannya saat berada di antariksa.
"Saya masih merasa ini satu negeri," ujar Ko San. Pria berumur 31 tahun itu akan meluncur bersama dua awak lainnya menggunakan roket Soyuz April nanti.
Bersamanya, masing-masing kosmonot Sergei Volkov dari Russia dan insinyur penerbang Oleg Kononenko dari AS. Volkov akan menggantikan tugas astronot Peggy Whitson dari NASA sebagai komandan stasiun antariksa internasional (ISS). Sementara Kononenko akan menggantikan insinyur penerbang Yuri Malechenko.
Ko akan menghabiskan waktu 10 hari di ISS dan melakukan serangkaian percobaan ilmiah. Ia akan kembali ke Bumi menggunakan kapsul Soyuz bersama Whitson dan Melechenko.
Ia sangat beruntung karena terpilih sebagai calon astronot di antara 36.000 pendaftar bersama Yi So-yeon, seorang astronot pengganti jika sewaktu-waktu Ko berhalangan. Biaya yang dibutuhkan pemerintah Korsel untuk mengirimkan astronot ke antariksa sekira 28 juta dollar AS.
"Saya merasa saya bukan yang terbaik, namun saya yang beruntung. Ini sungguh anugerah," kata Ko, yang pernah memenangkan kontes tinju amatir nasional tahun 2004. Namun, profesi sarjana matematika dan sains kognitif itu sebenarnya adalah ilmuwan di computer vision system di Korea Aerospace Research Institute.
Ia mengatakan akan menekuni penelitian yang dilakukannya di antariksa sebagai bagian dari ambisi Korsel menaklukkan bulan.
CAPE CANAVERAL, Seorang ilmuwan sekaligus petinju amatir dari Korea Selatan terpilih menjadi calon astronot pertama negeri ginseng tersebut. Ia berencana membawa tanah yang berasal dari Korea Utara dan Korea Selatan dalam misi penerbangannya dan menyatukannya saat berada di antariksa.
"Saya masih merasa ini satu negeri," ujar Ko San. Pria berumur 31 tahun itu akan meluncur bersama dua awak lainnya menggunakan roket Soyuz April nanti.
Bersamanya, masing-masing kosmonot Sergei Volkov dari Russia dan insinyur penerbang Oleg Kononenko dari AS. Volkov akan menggantikan tugas astronot Peggy Whitson dari NASA sebagai komandan stasiun antariksa internasional (ISS). Sementara Kononenko akan menggantikan insinyur penerbang Yuri Malechenko.
Ko akan menghabiskan waktu 10 hari di ISS dan melakukan serangkaian percobaan ilmiah. Ia akan kembali ke Bumi menggunakan kapsul Soyuz bersama Whitson dan Melechenko.
Ia sangat beruntung karena terpilih sebagai calon astronot di antara 36.000 pendaftar bersama Yi So-yeon, seorang astronot pengganti jika sewaktu-waktu Ko berhalangan. Biaya yang dibutuhkan pemerintah Korsel untuk mengirimkan astronot ke antariksa sekira 28 juta dollar AS.
"Saya merasa saya bukan yang terbaik, namun saya yang beruntung. Ini sungguh anugerah," kata Ko, yang pernah memenangkan kontes tinju amatir nasional tahun 2004. Namun, profesi sarjana matematika dan sains kognitif itu sebenarnya adalah ilmuwan di computer vision system di Korea Aerospace Research Institute.
Ia mengatakan akan menekuni penelitian yang dilakukannya di antariksa sebagai bagian dari ambisi Korsel menaklukkan bulan.