• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Hidrogen Bantu Pencegahan Krisis Energi

pria_binal

IndoForum Beginner A
No. Urut
21786
Sejak
8 Sep 2007
Pesan
1.149
Nilai reaksi
18
Poin
38
67888GM-hydrogen.jpg


Hidrogen adalah suatu elemen yang paling sering dijumpai di alam semesta, dapat digunakan sebagai bahan bakar dari sebuah mesin pembakaran atau digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor, dan merupakan bentuk emisi yang sangat bersih dibanding bensin. Industri otomotif sepertinya telah menetapkan hidrogen sebagai solusi senjata ajaib terhadap kekhawatiran akan krisis energi.

Apakah hidrogen jawabannya? Honda adalah salah satu perusahaan otomotif yang memikirkan gagasan ini – sebagaimana dinyatakan dalam konsep FCX-nya yang diluncurkan baru-baru ini, bahwa “Hidrogen akan menjadi bahan bakar generasi berikutnya dari kendaraan global. Kenya-taannya diterima oleh segenap industri. Di samping itu hidrogen merupakan elemen yang paling umum ditemui di alam semesta, pasokan bukanlah sebuah masalah.”

Tetapi bagaimana dengan kendaraan listrik generasi baru yang akan datang? Karena dengan kendaraan bertenaga hidrogen, yang masih terlalu dini, kendaraan dengan tenaga listrik nampaknya memiliki alasan tersendiri yang kuat. Jadi, apabila memperhatikan dengan seksama perbandingan tenaga baterai dengan bahan bakar hidrogen internal, mari kita lihat kebutuhan sumber bahan bakar transportasi yang harus tersedia terus, lihat bagaimana perban-dingan antara hidrogen dan baterai:

1. Ketersediaan yang berlimpah
Tidak akan terlalu lama sebelum ada milyaran kendaraan berpenumpang di bumi, maka bagaimanapun juga pemikiran ke depan pada sistem bahan bakar harus dapat memenuhi kebutuhan yang sangat besar. Hidrogen tersedia sangat banyak – karena ia elemen alam semesta yang paling umum – dan secara pasti kita tidak kekurangan elektron. Cadangan hidrogen dan bahan baku baterai sangat banyak dan beragam, dan lithium, teknologi baterai yang menonjol saat ini, sangat berlimpah. Dua teknologi ini (penggunaannya) secara relatif imbang dan mantap.

2. Efisiensi
Hidrogen dan baterai keduanya dapat dilihat sebagai alat penyimpanan dan pemindahan energi untuk pemakaian di waktu kemudian. Oleh karena itu, rasio perbandingan energi yang anda dapat dan yang anda simpan adalah sebuah pertimbangan yang penting.

Elektrolisa air adalah cara yang paling mudah untuk memperoleh hidrogen – tetapi daya listrik yang digunakan hanya sekitar 70% dalam proses untuk memperoleh hidrogen. Kemudian hidrogen perlu dimampatkan atau didinginkan agar menjadi hidrogen cair sehingga dapat disimpan dalam tangki bahan bakar mobil dalam volume yang cukup banyak – pemampatan gas memang lebih efisien dari dua proses tersebut, tetapi energi yang tersimpan juga membutuhkan biaya 10% lebih besar. Efi-siensi unit penyimpanan daya listrik dalam aki itu sendiri perkiraan realis-tisnya sekitar 36% di bawah beban normal – mengakibatkan kerugian secara keseluruhan pada efisiensi daya pada roda kurang dari 25%. Itu berarti daya yang digunakan untuk menghasilkan hidrogen kurang dari seperempat dari daya sebenarnya yang diperlukan untuk menggerakkan mobil.

Baterai unggul dalam hal kebersihan untuk melawan efisensi sistem perputaran roda. Pengisian ulang baterai ion-lithium konvensional mempunyai efisiensi sekitar 93%, sama dengan efisiensi saat digunakan. Efi-siensi keseluruhan unggul 85% lebih. Untuk energi pemakaian yang sama, daya tahan baterai adalah tiga kali lebih besar dibanding bahan bakar kimia (hidrogen cair).

3. Keamanan
Tempat penyimpanan bertekanan tinggi, sifat mudah terbakar, keracun-an dan potensi ledakan adalah ancaman bagi keselamatan. Bahan bakar yang bersumber dari bahan kimia yang dimampatkan dengan tekanan hingga 35MPa maupun hidrogen cair yang perlu disimpan di bawah temperatur -253 derajat Celsius, jelas memiliki kemungkinan salah penanganan andaikata terjadi ke-celakaan. Tetapi di sini baterai juga mempunyai kekurangannya sendiri, memunculkan resiko bahaya listrik, racun kimia, kebakaran dan asap. Hukum belum menyentuh persoalan ini semua.

4. Ekonomis
Kedua bahan bakar ini di masa sekarang masih sangat mahal, wa-laupun diramalkan akan menjadi lebih murah dikarenakan volume produksi akan meningkat di masa mendatang. Perhatian lebih tinggi diarahkan pada faktor ekonomi yang berkaitan dengan pembangunan jaringan distribusi. Sekarang sistem jaringan listrik telah dibangun deng-an baik di sebagian besar negara, dan dengan sedikit modifikasi dan pe-nguatan dapat meningkatkan penanganan dalam memenuhi kebutuhan energi apabila bensin sudah tidak dipakai sebagai bahan bakar transportasi penumpang.

Hidrogen lebih meragukan. Agar dapat menyesuaikan dengan manfaat utamanya – yaitu untuk diisikan ke dalam mobil – jaringan distribusi hidrogen yang sama dengan yang digunakan untuk mendistribusikan minyak perlu dibangun. Atom hidrogen sedemikian kecil, dapat menjalar keluar melalui struktur molekuler kontainer dan pipa, itu berarti mahal dan bermasalah apabila dipindahkan dalam jumlah besar. Mengolah hidrogen di stasiun pengisian merupakan pemecahan masalah yang potensial, tetapi pada akhirnya, menggantikan fungsi minyak menjadi hidrogen akan memakan biaya miliaran dolar Amerika sendiri. Baterai listrik dalam konteks ini mempunyai keunggulan yang jelas.



hope no repost
 
Penemuan 4 Galaksi Bintang Tetap yang Memiliki Planet

4galaksi.jpg



Di tata surya kita, semua planet berputar meng elilingi matahari. Namun teleskop angkasa “Spitzer” NASA mendapati, bahwa di rasi Hydra ditemukan sebuah galaksi yang secara relatif lebih muda, memiliki 4 bintang tetap. Laporan pengamatan terbaru yang dipublikasikan NASA Juli Lalu mengatakan, galaksi “4 bintang tetap” yang unik ini bernomor seri HD98800, jaraknya dari bumi kurang lebih 150 tahun cahaya. Dibandingkan tata surya, ia relatif lebih muda, dan sudah eksis sekitar 10 juta tahun. Pengamatan terbaru ini membenarkan hasil yang didapat oleh astronom sebelumnya dari permukaan bumi. Ke-4 bintang tetap ini dibagi 2 pasang. Setiap pasang masing-masing beredar dengan cara saling berputar mengitari, dan antar kedua bintang tetap juga saling berputar mengelilingi, bagaikan tarian bundar yang ditata dengan apik. Di sekitar sepasang bintang tetap di antaranya, berputar mengelilingi piring debu, sedang sepasang lainnya tampak kosong melompong. Astronom umumnya berpendapat, bahwa materi pada piring debu di sekitar bintang tetap akan membentuk planet melalui benturan, karena itu, piring debu juga disebut “persemaian” planet. Instrumen pengamat infrared-nya teleskop “Spitzer” mendapati, bahwa piring debu lainnya yang rata dan berkesinambungan yang berhasil diamati di masa lalu tidak sama, piring debu ini nyata sekali mengandung celah. Tim peneliti yang dipimpin ilmuwan Fuerland dari NASA, AS, mengatakan hal itu mungkin disebabkan efek gravitasi yang rumit dan keistimewaan antar galaksi “4 bintang tetap”. Sedang ilmuwan lainnya menduga, bahwa mungkin itu adalah tanda-tanda pembentukan planet, ilmuwan mengumpamakan, planet yang di kandungi seperti “mesin pengisap debu” di alam semesta, mengisap debu di sekelilingnya, sehingga dengan demikian meninggalkan celah pada piring debu di sekeliling planet. Fuerland menjelaskan, bahwa satu fenomena me narik multi bintang tetap, evolusi piring debu dan pembentukan planet lebih rumit dibanding galaksi bintang tetap tunggal.•[/IMG]
Di tata surya kita, semua planet berputar meng elilingi matahari. Namun teleskop angkasa “Spitzer” NASA mendapati, bahwa di rasi Hydra ditemukan sebuah galaksi yang secara relatif lebih muda, memiliki 4 bintang tetap.

Laporan pengamatan terbaru yang dipublikasikan NASA Juli Lalu mengatakan, galaksi “4 bintang tetap” yang unik ini bernomor seri HD98800, jaraknya dari bumi kurang lebih 150 tahun cahaya. Dibandingkan tata surya, ia relatif lebih muda, dan sudah eksis sekitar 10 juta tahun. Pengamatan terbaru ini membenarkan hasil yang didapat oleh astronom sebelumnya dari permukaan bumi.

Ke-4 bintang tetap ini dibagi 2 pasang. Setiap pasang masing-masing beredar dengan cara saling berputar mengitari, dan antar kedua bintang tetap juga saling berputar mengelilingi, bagaikan tarian bundar yang ditata dengan apik. Di sekitar sepasang bintang tetap di antaranya, berputar mengelilingi piring debu, sedang sepasang lainnya tampak kosong melompong.

Astronom umumnya berpendapat, bahwa materi pada piring debu di sekitar bintang tetap akan membentuk planet melalui benturan, karena itu, piring debu juga disebut “persemaian” planet. Instrumen pengamat infrared-nya teleskop “Spitzer” mendapati, bahwa piring debu lainnya yang rata dan berkesinambungan yang berhasil diamati di masa lalu tidak sama, piring debu ini nyata sekali mengandung celah.

Tim peneliti yang dipimpin ilmuwan Fuerland dari NASA, AS, mengatakan hal itu mungkin disebabkan efek gravitasi yang rumit dan keistimewaan antar galaksi “4 bintang tetap”. Sedang ilmuwan lainnya menduga, bahwa mungkin itu adalah tanda-tanda pembentukan planet, ilmuwan mengumpamakan, planet yang di kandungi seperti “mesin pengisap debu” di alam semesta, mengisap debu di sekelilingnya, sehingga dengan demikian meninggalkan celah pada piring debu di sekeliling planet.

Fuerland menjelaskan, bahwa satu fenomena me narik multi bintang tetap, evolusi piring debu dan pembentukan planet lebih rumit dibanding galaksi bintang tetap tunggal.•

moga info ini berguna :D :D :D
 
sayangnya bahan bakar selain minyak bumi itu sangat susah dicari, bahkan yg pakai solar panel aja msh langka.
 
ntar klo hidrogen udh habis mau d ganti apalagi /? /? bisa menghabiskan tetapi tidak bisa membuat tanya kenapa /? /? /? /?
 
hidrogen kan banyak
dari air(H2O) ampe udara(H2) me ngandung H
dan kayak nya bisa d per baharu i d
yang jd masala kyk na d bag pen distribusi an na
kyk yg d artikel TS
 
Alternatif mah selalu ada..

Yang jadi masalah apakah kita mau berusaha untuk mendaya gunakan alternatif itu?

Kita nih kan pada umunya pandai menghabiskan tapi ga taw menggantikan..
 
masalanya kan manusia males klo masih harus memanfaatkan SDA yang alternatif /no1 kan klo tinggal make enak /gg /gg /gg /gg /gg
 
hidrogen kan ada banyak banyak banget
kalo air kan (H2O) tinggal di ambil (H) nya ajh kyk di film apa gitu tp lupa jdulnya
tinggal cari cara buat misahin (H) nya ajh
 
@atas
di pisahin?
pakek Distilisasi? biar gitu,tapi belum komersal kan mobil nya /heh

@TS
kalau bisa 1 thread cukup 1 artikel kecuali berhubungan,
jadi nanti biar gak aneh bahasnya ada 2 in 1
 
ya iyalah semua kita yang d sini manusia /gg /gg /gg /gg

buset klo d pisahin apa g atambah biaya tuh /swt
 
ntar klo hidrogen udh habis mau d ganti apalagi /? /? bisa menghabiskan tetapi tidak bisa membuat tanya kenapa /? /? /? /?

hidrogen itu energi sangat banyak jumlahnya di dunia ini, dan energi hidrogen sangat hemat.

selain penggunaan hidrogen mungkin kita dapat memakai energi listrik, jika kita menggunakan energi listrik untuk kendaraan bermotor, maka energi listrik ini sangat efisien dan dapat diperbaharui.

sebenarnya begitu banyak energi alternatif yang dapat digunakan.

sekarang penghasil gas rumah kaca terbesar asalnya dari industri dan pembangkit listrik dan bahan bakar fossil, seandainya pembangkit listrik ini bisa digantika dengan energi alternatif lainnya (memang bisa) contohnya:

energi angin, energi ombak, energi arus air, energi nuklir, energi matahari (solar cell), dan energi fusi(masih dalam tahap penelitian). ini bisa menghemat minyak bumi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

cintihnya saja di salah satu negara di eropa, kalau tidak salah Jerman, mereka mengalami surplus energi listrik, karena mereka menggunakan pambangkit listrik tenaga angin sebagai sumber listriknya, mereka sekarang malah menjual sebagian listriknya ke negara tetangganya.

seandainya indonesia mau mengikuti negara2 eropa dalam menggunakan energi alternatif, mungkin kita tidak perlu lagi memikirkan krisis energi yang sedang melanda negeri kita ini.
 
mudah mudahan pakar penelitian akan segera menemukan /no1 btw kandungan hidrogen klo d indo d mana ya /hmm /hmm
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.