cute_charity
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 21448
- Sejak
- 3 Sep 2007
- Pesan
- 1.819
- Nilai reaksi
- 59
- Poin
- 48
Rakus dan Iri
Seorang pedagang menyusul 2 orang pejalan kaki. Salah seorang dari
antara mereka punya sifat rakus dan satunya lagi iri. Ketika mereka bertika hendak berpencar, pedagang itu berkata hendak memberikan hadiah perpisahan kepada 2 orang itu. siapa saja yang lebih dahulu membuat permohonan maka permohonannya akan dikabulkan. Tetapi orang yang kedua akan mendapatkan 2 kali lebih banyak dari jumlah yang diberikan kepada orang yang pertama.
Maka ke dua orang itu saling menunggu agar salah satu di antara mereka lebih dahulu mengucapkan permohonannya. Akhirnya orang yang rakus memegang leher orang yang iri dan mengancam akan mencekiknya bila dia tidak segera mengajukan permintaan. Maka orang yang iri itu berkata, “Baiklah saya minta agar satu mata saya buta”. Dalam sekejap salah satu mata orang iri buta, sedangkan rekannya(yang rakus) kehilangan ke 2 matanya.
Kesombongan
Seorang bocah lelaki kelas 3 SD baru saja memenangkan medali sebagai pembaca terbaik di kelas. Terbuai oleh kesombongan, dia menyombongkan diri di hadapan pembantu di rumah. “Coba lihat jika kamu dapat membaca sebaik saya, Nora”.
Wanita yang baik itu mengambil buku, memandangnya, dan akhirnya berkata dengan terbata-bata, “Billy, saya tidak bisa membaca”. Sombong seperti merak, Billy berlari ke ruang keluarga dan berteriak kepada Ayahnya, “Pak, Nora tidak bisa membaca, sedangkan saya - meski baru 8 tahun - sudah mendapat medali untuk kehebatan membaca. Saya ingin tahu bagaimana perasaannya, memandang buku tapi tidak bisa membaca”. Tanpa berkata sepatah pun, Ayahnya berjalan menuju rak buku, mengambil satu buku, dan memberikannya kepada anaknya sambil berkata, “Dia merasa seperti ini.
Buku itu ditulis dalam bahasa Spanyol dan Billy tidak bisa membaca satu barispun. Billy tidak pernah melupakan pelajaran ini, bila kesombongan nya datang, kembali diingatkan dalam hatinya “Ingat, kamu tidak bisa membaca dalam bahasa Spanyol”.
Godaan, Harga setiap Orang
Selama perang saudara di Amerika, perdagangan kapas dilarang. Meski demikian beberapa pedagang rakus mencoba membeli kapas di Selatan dan membawa nya ke Utara dengan keuntungan yang berlipat-lipat. Salah seorang dari pedagang itu mendekati kapten kapal Missisiipi dan menawarkan seratus dolar jika dia mau mengangkut kapas itu. Kapten itu menolak, sambil mengingatkan pedagang kapas itu bahwa hal itu melanggar hukum.
“Saya akan membayarmu 500 dollar” kata pedagang “Tidak” bentak kapten kapal “Baiklah, saya naikkan menjadi 1000 dollar” rayu pedagang itu “Tidak” kapten itu mengulangi jawabannya “Saya akan memberimu 3000 dollar” desak pedagang itu Sampai di situ kapten itu mengambil pistolnya, menodongkan ke penggodanya dan berteriak “Keluar dari kapal ini. Kamu sudah mendekati harga yang saya ingingkan” Kata orang setiap manusia punya harga diri.
Seorang pedagang menyusul 2 orang pejalan kaki. Salah seorang dari
antara mereka punya sifat rakus dan satunya lagi iri. Ketika mereka bertika hendak berpencar, pedagang itu berkata hendak memberikan hadiah perpisahan kepada 2 orang itu. siapa saja yang lebih dahulu membuat permohonan maka permohonannya akan dikabulkan. Tetapi orang yang kedua akan mendapatkan 2 kali lebih banyak dari jumlah yang diberikan kepada orang yang pertama.
Maka ke dua orang itu saling menunggu agar salah satu di antara mereka lebih dahulu mengucapkan permohonannya. Akhirnya orang yang rakus memegang leher orang yang iri dan mengancam akan mencekiknya bila dia tidak segera mengajukan permintaan. Maka orang yang iri itu berkata, “Baiklah saya minta agar satu mata saya buta”. Dalam sekejap salah satu mata orang iri buta, sedangkan rekannya(yang rakus) kehilangan ke 2 matanya.
Kesombongan
Seorang bocah lelaki kelas 3 SD baru saja memenangkan medali sebagai pembaca terbaik di kelas. Terbuai oleh kesombongan, dia menyombongkan diri di hadapan pembantu di rumah. “Coba lihat jika kamu dapat membaca sebaik saya, Nora”.
Wanita yang baik itu mengambil buku, memandangnya, dan akhirnya berkata dengan terbata-bata, “Billy, saya tidak bisa membaca”. Sombong seperti merak, Billy berlari ke ruang keluarga dan berteriak kepada Ayahnya, “Pak, Nora tidak bisa membaca, sedangkan saya - meski baru 8 tahun - sudah mendapat medali untuk kehebatan membaca. Saya ingin tahu bagaimana perasaannya, memandang buku tapi tidak bisa membaca”. Tanpa berkata sepatah pun, Ayahnya berjalan menuju rak buku, mengambil satu buku, dan memberikannya kepada anaknya sambil berkata, “Dia merasa seperti ini.
Buku itu ditulis dalam bahasa Spanyol dan Billy tidak bisa membaca satu barispun. Billy tidak pernah melupakan pelajaran ini, bila kesombongan nya datang, kembali diingatkan dalam hatinya “Ingat, kamu tidak bisa membaca dalam bahasa Spanyol”.
Godaan, Harga setiap Orang
Selama perang saudara di Amerika, perdagangan kapas dilarang. Meski demikian beberapa pedagang rakus mencoba membeli kapas di Selatan dan membawa nya ke Utara dengan keuntungan yang berlipat-lipat. Salah seorang dari pedagang itu mendekati kapten kapal Missisiipi dan menawarkan seratus dolar jika dia mau mengangkut kapas itu. Kapten itu menolak, sambil mengingatkan pedagang kapas itu bahwa hal itu melanggar hukum.
“Saya akan membayarmu 500 dollar” kata pedagang “Tidak” bentak kapten kapal “Baiklah, saya naikkan menjadi 1000 dollar” rayu pedagang itu “Tidak” kapten itu mengulangi jawabannya “Saya akan memberimu 3000 dollar” desak pedagang itu Sampai di situ kapten itu mengambil pistolnya, menodongkan ke penggodanya dan berteriak “Keluar dari kapal ini. Kamu sudah mendekati harga yang saya ingingkan” Kata orang setiap manusia punya harga diri.