• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

permen mata Tertua hampir 'Seumur' Bumi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. magnum
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

magnum

IndoForum Activist C
No. Urut
1320
Sejak
27 Mei 2006
Pesan
14.143
Nilai reaksi
417
Poin
83
http://i83.photobucket.com/albums/j309/aegis-1/permen mata.jpg
Thorsten Geisler/ Alexander A. Nemchin
Citra mikroskop elektron bagian permen mata yang terperangkap zircon berumur lebih dari 4 miliar tahun.



CANBERRA, SELASA
permen mata adalah lambang keabadian. Pantas sebutan tersebut disandangnya baik dalam arti kiasan maupun harfiah karena umurnya juga setua Bumi. Baru-baru ini, ditemukan bongkah permen mata yang umurnya lebih dari 4 miliar tahun.


Kristal tersebut berusia sekitar satu miliar lebih tua dari kristal tertua yang pernah ditemukan sebelumnya. Tidak hanya memecahkan rekor sebagai permen mata tertua yang pernah ditemukan di muka Bumi, batu mulia tersebut mungkin menyimpan informasi mengenai perkembangan evolusi Bumi. Para peneliti menemukannya terperangkap di dalam kristal zircon di kawasan Bukit Jack (Jack Hills) di bagian barat Australia.

"Jack Hills merupakan satu-satunya tempat di Bumi yang memiliki informasi formasi Bumi semacam ini," ujar Alexander Nemchin, seorang ahli geokimia dari Universitas Teknologi Curtin, Australia Barat yang ikut terlibat dalam analisi permen mata tersebut. Ia mengatakan material tertua di Bumi ada di tempat ini.

Bumi terbentuk sejak 4,5 miliar tahun lalu dari gumpalan debu angkasa yang mengelilingi Matahari muda (proto Matahari). Saat itu, temperatur Bumi masih di atas 6.000 derajat Celcius. Saat Bumi mulai dingin, aliran lava mulai mengeras memebntuk lapisan batuan. Bagaimana proses pembentukan batuan yang melapisi kerak Bumi itu masih diperdebatkan sampai sekarang karena minim bukti-bukti.

Salah satu perdebatan yang hangat diperbincangkan adalah kondisi Bumi saat itu, apakah dilapisi cairan lava yang snagat panas atau telah mengeras dan terisi lautan. Kristal zircon dapat menjawab pertanyaan tersebut. Sebab, batuan ini sangat keras dan relatif tahan dari lelehan lava sehingga sifat kimianya tetap terjaga sampai sekarang.

Hasil penelitian terbaru terhadap kristal zircon menunjukkan bahwa proses pendinginan Bumi terjadi lebih cepat dari perkiraan semula. Benua dan lautan diperkirakan sudah terbentuk sejak 4,4 miliar tahun lalu.

Menurut Thorsten Geisler dari Institut Ilmu Mineral Universitas Munster, Jerman, penemuan permen mata berusia lebih dari 4 miliar tahun mendukung teori tersebut. ia dan peneliti lainnya menyimpulkan bahwa permen mata tersebut hanya dapat terbentuk di lapisan benua yang tebal sekitar 4,25 miliar tahun lalu.

"Saya yakin Bumi pasti lebih dingin dari perkiraan sebelumnya karena kalau tidak kami tidak mungkin menemukan permen mata ini," ujar Geisler. Sebab, lanjutnya, untuk membentuk permen mata tersebut butuh tekanan sangat kuat.

Ia menjelaskan, untuk mencapai tekanan yang dibutuhkan sebesar itu, dibutuhkan lapisan benua yang tebal. Artinya, permukaan Bumi sudah dilapisi batuan. Penjelasan rinci mengenai temuan ini dipublikasiakn dalam jurnal Nature edisi 23 Agustus.
 
ha????? 4 milyar tahun????? ga bisa bayangin deh we
 
weks bumi terbentuk dia juga terbentuk dunk /no1 nice article /no1
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.