Dark_Angel
IndoForum Senior D
- No. Urut
- 8392
- Sejak
- 2 Nov 2006
- Pesan
- 4.411
- Nilai reaksi
- 811
- Poin
- 113
Kebiasaan Keluarga 1 :
Karena capek, suami istri yang masing-masing bekerja tidur dengan lelapnya, apalagi mereka juga baru saja menyelesaikan dua sesi 'pertarungan' mereka.
Namun tiba-tiba terdengar suara klakson di depan rumah, "Trettttt,tretttt......."
Sang Istri terbangun kaget dan sambil berteriak, "bangun, suamiku pulang"
Si Suami langsung sesaat bengong dan langsung lompat, sembunyi di kolong ranjang. Saat berada di kolong ranjang dia berpikir, "Ini kan rumahku sendiri. Kalau dia suaminya aku siapa?"
===
Kebiasaan Keluarga 2
Bu Mamat suka sekali bernyanyi. Dia memutuskan untuk bergabung dalam kelompok paduan suara di kampungnya. Semenjak itu dari hari ke hari Bu Mamat terus latihan bernyanyi. Entah itu di dapur, di kamar mandi, saat menyapu, saat akan tidur, dan kapan pun juga.
Pak Mamat hanya diam saja. Hanya saja kalau isterinya sudah mulai menyanyi saat dia sedang ada di rumah, Pak Mamat akan langsung keluar dari rumah atau sekadar melongokkan kepalanya ke luar jendela.
Lama-lama Bu Mamat tersinggung, dan suatu hari bertanya, "Kenapa to, Pak? Ndak suka dengar aku nyanyi ya?"
Pak Mamat dengan nada lembut menjawab, "Bu ne, aku suka kok kamu nyanyi. Aku hanya sengaja menampakkan diri di luar rumah saat kamu nyanyi agar tetangga tidak nuduh kalau kita lagi berantem!"
===
Kebiasaan Keluarga 3
Cak Huda yang baru saja menikah dengan Yuk Marni, lemah lunglai berada di pos hansip seperti orang bingung. Beberapa saat kemudian Cak Durasim datang. "Hud, kamu itu penganten baru kok bukannya seger, malah lemes emangnya kenapa kamu Hud?," Tanya Cak Durasim.
"Iya Cak, aku mikirin istriku lho!," kata Cak Huda.
"Kenapa istri kamu, kalau aku lihat istri kamu sehat-sehat gitu kok," kata Cak Durasim.
"Gini lho Cak, aku ini biasa ke pelacuran, lha pas kemarin aku 'Making Love' malam pertama, aku ngeluarin uang 50-an. Pikirku perempuan yang bodinya kayak gini ini paling banter taripnya 50 ribu. Aku bener-bener lupa kalau itu istriku sendiri," kata Cak Huda.
"Kamu itu juga sembarangan aja. Tapi ya udah tidak usah dipikir lagi, paling-paling juga istri kamu tersinggung sebentar terus kangen ama kamu lagi," kata Cak Durasim.
"Bukan hanya itu masalahnya, Cak...," kata Cak Huda.
"Lha apa masalahnya lagi?," kata Cak Durasim menjadi bingung.
"Pada saat aku berikan 50 ribu, mendadak aku diberi kembalian 25 ribu."
==
Kebiasaan Keluarga 4
Agus disiapkan sarapan pagi sereal dengan susu oleh ibunya. Agus yang mempunyai aquarium, berjalan ke arah aquarium dengan segenggam sereal di tangannya, berniat memberikan sereal tersebut untuk makanan ikan-ikan di dalam aquarium. Tepat ketika Agus akan memberikan cereal, ibunya masuk ke ruang makan.
"Agus, jangan kamu berikan sereal itu kepada ikan!. Nanti ikannya mati semua!," tegur ibunya.
Dengan wajah pucat Agus menjawab, "Lalu, mengapa Ibu berikan sereal ini kepada saya?"
Karena capek, suami istri yang masing-masing bekerja tidur dengan lelapnya, apalagi mereka juga baru saja menyelesaikan dua sesi 'pertarungan' mereka.
Namun tiba-tiba terdengar suara klakson di depan rumah, "Trettttt,tretttt......."
Sang Istri terbangun kaget dan sambil berteriak, "bangun, suamiku pulang"
Si Suami langsung sesaat bengong dan langsung lompat, sembunyi di kolong ranjang. Saat berada di kolong ranjang dia berpikir, "Ini kan rumahku sendiri. Kalau dia suaminya aku siapa?"
===
Kebiasaan Keluarga 2
Bu Mamat suka sekali bernyanyi. Dia memutuskan untuk bergabung dalam kelompok paduan suara di kampungnya. Semenjak itu dari hari ke hari Bu Mamat terus latihan bernyanyi. Entah itu di dapur, di kamar mandi, saat menyapu, saat akan tidur, dan kapan pun juga.
Pak Mamat hanya diam saja. Hanya saja kalau isterinya sudah mulai menyanyi saat dia sedang ada di rumah, Pak Mamat akan langsung keluar dari rumah atau sekadar melongokkan kepalanya ke luar jendela.
Lama-lama Bu Mamat tersinggung, dan suatu hari bertanya, "Kenapa to, Pak? Ndak suka dengar aku nyanyi ya?"
Pak Mamat dengan nada lembut menjawab, "Bu ne, aku suka kok kamu nyanyi. Aku hanya sengaja menampakkan diri di luar rumah saat kamu nyanyi agar tetangga tidak nuduh kalau kita lagi berantem!"
===
Kebiasaan Keluarga 3
Cak Huda yang baru saja menikah dengan Yuk Marni, lemah lunglai berada di pos hansip seperti orang bingung. Beberapa saat kemudian Cak Durasim datang. "Hud, kamu itu penganten baru kok bukannya seger, malah lemes emangnya kenapa kamu Hud?," Tanya Cak Durasim.
"Iya Cak, aku mikirin istriku lho!," kata Cak Huda.
"Kenapa istri kamu, kalau aku lihat istri kamu sehat-sehat gitu kok," kata Cak Durasim.
"Gini lho Cak, aku ini biasa ke pelacuran, lha pas kemarin aku 'Making Love' malam pertama, aku ngeluarin uang 50-an. Pikirku perempuan yang bodinya kayak gini ini paling banter taripnya 50 ribu. Aku bener-bener lupa kalau itu istriku sendiri," kata Cak Huda.
"Kamu itu juga sembarangan aja. Tapi ya udah tidak usah dipikir lagi, paling-paling juga istri kamu tersinggung sebentar terus kangen ama kamu lagi," kata Cak Durasim.
"Bukan hanya itu masalahnya, Cak...," kata Cak Huda.
"Lha apa masalahnya lagi?," kata Cak Durasim menjadi bingung.
"Pada saat aku berikan 50 ribu, mendadak aku diberi kembalian 25 ribu."
==
Kebiasaan Keluarga 4
Agus disiapkan sarapan pagi sereal dengan susu oleh ibunya. Agus yang mempunyai aquarium, berjalan ke arah aquarium dengan segenggam sereal di tangannya, berniat memberikan sereal tersebut untuk makanan ikan-ikan di dalam aquarium. Tepat ketika Agus akan memberikan cereal, ibunya masuk ke ruang makan.
"Agus, jangan kamu berikan sereal itu kepada ikan!. Nanti ikannya mati semua!," tegur ibunya.
Dengan wajah pucat Agus menjawab, "Lalu, mengapa Ibu berikan sereal ini kepada saya?"

