Usagi_Tsukino
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 14533
- Sejak
- 22 Apr 2007
- Pesan
- 451
- Nilai reaksi
- 123
- Poin
- 43
ara ilmuwan telah mengembangkan cara untuk mengubah golongan darah A,B,dan AB menjadi golongan darah O rhesus negatif. Rekayasa teknologi terkini yang diharapkan bisa mengatasi batasan persediaan darah untuk keperluan transfusi di seantero dunia. Penelitian dipelopori kelompok ilmuwan dari Universitas Copenhagen, dan dimuat dalam jurnal Nature Biotechnology.
Apabila transfusi dilakukan dengan menggunakan golongan darah yang tidak tepat, maka akan membahayakan nyawa pasien yang bersangkutan. Kelompok golongan darah A dan B mengandung satu atau dua molekul gula yang berbeda, yang bertindak sebagai antigen, sehingga memicu respon sistem kekebalan tubuh. Kelompok golongan darah AB memiliki kedua molekul tersebut. Sementara pada golongan darah O rhesus negatif tidak mengandung molekul tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa, golongan darah A,B, dan AB hanya dapat diberikan/ditransfusikan pada pasien dengan golongan darah yang sesuai. Tapi golongan darah O, selama rhesusnya negatif, senantiasa dapat diberikan/ditransfusikan pada pasien dengan semua golongan darah.
Cara kerja molekul ini dengan memanfaatkan bakteri enzim untuk memotong molekul gula dari permukaan sel darah merah. Setelah meneliti dari sekitar 2500 fungi dan bakteri, para ilmuwan menemukan 2 bakteri ---Elizabethkingia meningosepticum dan Bacterioides fragili--- yang mengandung enzim yang sesuai. Penelitian menunjukkan bahwa enzim yang terdapat dalam kedua bakteri ini dapat digunakan untuk menghilangkan antigen golongan darah A dan B dari sel darah merah.
Pada jurnal yang sama, ahli hematologi Geoff Daniels dari Bristol Institute for Transfusion Sciences, dan Stephen Withers, dari University of British Columbia, Kanada, menyambut gembira penelitian ini. Para peneliti melukiskan bahwa teknologi untuk memanfaatkan enzim dalam merubah golongan darah sudah lama diusulkan. Namun selama ini terbukti tidak praktis dan tidak efisien serta mengalami kesulitan dalam menemukan enzim yang sesuai. Diimbuhkan pula bahwa enzim yang baru-baru ini ditemukan telah menyelesaikan segala permasalahan itu.
Metoda ini memungkinkan untuk dibuat dari sel darah merah yang universal, sehingga dapat mengurangi tekanan pada persediaan darah. Proses yang baru ini tidak dapat dilakukan untuk antigen lain yang dapat memancing respon sistem kekebalan tubuh. Darah yang membawa antigen ini dikenal sebagai rhesus positif. Hal ini menunjukkan bahwa hanya darah dengan rhesus negatif yang dapat digunakan untuk menciptakan jenis baru dari kelompok golongan darah O.
Apabila transfusi dilakukan dengan menggunakan golongan darah yang tidak tepat, maka akan membahayakan nyawa pasien yang bersangkutan. Kelompok golongan darah A dan B mengandung satu atau dua molekul gula yang berbeda, yang bertindak sebagai antigen, sehingga memicu respon sistem kekebalan tubuh. Kelompok golongan darah AB memiliki kedua molekul tersebut. Sementara pada golongan darah O rhesus negatif tidak mengandung molekul tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa, golongan darah A,B, dan AB hanya dapat diberikan/ditransfusikan pada pasien dengan golongan darah yang sesuai. Tapi golongan darah O, selama rhesusnya negatif, senantiasa dapat diberikan/ditransfusikan pada pasien dengan semua golongan darah.
Cara kerja molekul ini dengan memanfaatkan bakteri enzim untuk memotong molekul gula dari permukaan sel darah merah. Setelah meneliti dari sekitar 2500 fungi dan bakteri, para ilmuwan menemukan 2 bakteri ---Elizabethkingia meningosepticum dan Bacterioides fragili--- yang mengandung enzim yang sesuai. Penelitian menunjukkan bahwa enzim yang terdapat dalam kedua bakteri ini dapat digunakan untuk menghilangkan antigen golongan darah A dan B dari sel darah merah.
Pada jurnal yang sama, ahli hematologi Geoff Daniels dari Bristol Institute for Transfusion Sciences, dan Stephen Withers, dari University of British Columbia, Kanada, menyambut gembira penelitian ini. Para peneliti melukiskan bahwa teknologi untuk memanfaatkan enzim dalam merubah golongan darah sudah lama diusulkan. Namun selama ini terbukti tidak praktis dan tidak efisien serta mengalami kesulitan dalam menemukan enzim yang sesuai. Diimbuhkan pula bahwa enzim yang baru-baru ini ditemukan telah menyelesaikan segala permasalahan itu.
Metoda ini memungkinkan untuk dibuat dari sel darah merah yang universal, sehingga dapat mengurangi tekanan pada persediaan darah. Proses yang baru ini tidak dapat dilakukan untuk antigen lain yang dapat memancing respon sistem kekebalan tubuh. Darah yang membawa antigen ini dikenal sebagai rhesus positif. Hal ini menunjukkan bahwa hanya darah dengan rhesus negatif yang dapat digunakan untuk menciptakan jenis baru dari kelompok golongan darah O.
