• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita SBY Pakai Data Mistik Ukur Tingkat Inflasi dan Kemajuan Ekonomi

MasterOfAlchemy

IndoForum Senior D
No. Urut
67707
Sejak
1 Apr 2009
Pesan
4.780
Nilai reaksi
300
Poin
83
JAKARTA - Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono menyebutkan terjadinya inflasi yang tak terkendali terjadi disebabkan pemerintah SBY-Boediono menggunakan data-data mengenai inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tidak valid.

“Ini berpengaruh pada minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia , hal ini bisa tercermin dengan dengan kepanikan dipasar saham yang selalu jadi acuan claim keberhasilan ekonomi pemerintah SBY,” kata Arief Poyuono dalam rilisnya ke Tribunnews.com, Rabu (12/01/2011).

Arif menyebut satu demi satu borok dan kebohongan dari klaim-klaim SBY yang mengatakan ekonomi Indonesia mengalami kemajuan mulai terkuak.

Bahkan Arif mengatakan kemajuan ekonomi yang diklaim oleh SBY pada rapat kerja kemarin hanyalah hitungan angka-angka mistik! Ini bisa dibuktikan dengan mulai naiknya suku bunga perbankan akibat inflasi yang tidak terkendali , serta harga harga bahan pokok dan keperluan rumah tangga yang tidak berhasil distabilkan oleh pemerintah SBY .

“Akibat data inflasi yang terkesan berbau mistik atau ngaco ancaman capital flight mulai dirasakan disektor pasar modal dan pasar uang , dimana investor asing mulai melepas kepemilikannya baik di saham , obligasi maupun surat utang negara,” katanya.

Dikatakan data Badan Pusat Statistik (BPS) awal Januari menunjukkan peningkatan inflasi tahun 2010 mencapai angka 6,96 persen rupanya data ini jauh dari kebenaran dan terkesan merupakan data mitik sebab yang terjadi secara realistis pemerintah sampai saat ini tidak mampu mengatasi volatilitas harga pangan dan cenderung semakin liar.

“Contoh saja harga cabe yang tidak bisa turun keharga normal dalam waktu 2 minggu . serta makin meroketnya harga beras akibat kegagalan operasi pasar yang banyak diselewengkan. Serta kenaikan gula yang tidak terkontrol Kenaikan TDL tariff dasar listrik yang dilakukan pemerintah SBY terhadap sektor industri secara diam diam juga mulai menunjukan bahwa komitmen pemerintah untuk tidak menaikan tarif dasar listrik industri hanyalah bohong belakan , dan dari data yang kami terima banyak industry yang sudah mulai ancang ancang untuk gulung tikar atau memindahkan usahanya ke luar Indonesia , akibat daya beli masyarakat yang semakin menurun kaibat inflasi,” katanya. (tribunnews.com, 12/1/2011)

____________________

makin kelihatan skrg hbelangnya pemerintah :D
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.