LoVe_ChiKa
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 8777
- Sejak
- 17 Nov 2006
- Pesan
- 3.571
- Nilai reaksi
- 379
- Poin
- 83
CLEVELAND, MINGGU - Fosil dinosaurus jenis baru yang disimpan di Museum Sejarah Nasional Cleveland, AS baru-baru ini mungkin dapat memberi informasi mengenai evolusi dinosaurus bertanduk. Pasalnya hewan yang fosilnya baru ditemukan enam tahun lalu itu diperkirakan hidup di antara dinosaurus bertanduk besar dan dinosaurus bertanduk kecil.
"Ia adalah salah satu moyang dari saudara moyang dinosaurus yang memiliki tanduk jauh berbeda dan hidup jutaan tahun sesudahnya," kata Peter Dodson, paleontolog dari Universitas Pennsylvania, AS. Fosilnya ditemukan kurator museum Michael Ryan saat menggali di wilayah Alberta, Kanada sewaktu mengambil master di Universitas Calgary, Kanada. Kemudian, Ryan memberinya nama Albertaceratops nesmoi diambil dari tempat ditemukannya dan Cecil Nesmo, seorang peternak di Manyberries, Alberta yang banyak membantu para pemburu fosil.
Seperti digambarkan Ryan dalam Journal of Paleontology edisi terbaru, A. nesmoi tergolong pemakan tumbuh-tumbuhan. Dua tanduknya yang seukuran lengan orang dewasa tumbuh masing-masing di atas alisnya seperti seekor triceratops.
Reptil purba yang memiliki panjang tubuh sekitar 6 meter ini diperkirakan hidup 78 juta tahun lalu. Meski bertanduk besar, ia termasuk dalam subfamili dinosaurus yang rata-rata hanya memiliki benjolan tulang beberapa inci di dahinya. Sedangkan, dinosaurus bertanduk besar tertua yang pernah ditemukan, yakni Zuniceratops, diperkirakan menghuni wilayah Amerika Utara 12 juta tahun lebih tua darinya.
Karena itulah, makhluk yang baru ditemukan ditempatkan di antara dinosaurus tua bertanduk besar dan dinosaurus lebih muda yang bertanduk lebih kecil. Paleontolog Jim Kirkland dan Douglas Wolve yang mengidentifikasi fosil Zuniceratops pada tahun 1998 memprediksi, beberapa temuan fosil sejenis akan menguak sejarah dinosaurus bertanduk. "Perhatikanlah, teori evolusi tengah bekerja di sini," katanya.
Sumber: AP
Penulis: Wah
"Ia adalah salah satu moyang dari saudara moyang dinosaurus yang memiliki tanduk jauh berbeda dan hidup jutaan tahun sesudahnya," kata Peter Dodson, paleontolog dari Universitas Pennsylvania, AS. Fosilnya ditemukan kurator museum Michael Ryan saat menggali di wilayah Alberta, Kanada sewaktu mengambil master di Universitas Calgary, Kanada. Kemudian, Ryan memberinya nama Albertaceratops nesmoi diambil dari tempat ditemukannya dan Cecil Nesmo, seorang peternak di Manyberries, Alberta yang banyak membantu para pemburu fosil.
Seperti digambarkan Ryan dalam Journal of Paleontology edisi terbaru, A. nesmoi tergolong pemakan tumbuh-tumbuhan. Dua tanduknya yang seukuran lengan orang dewasa tumbuh masing-masing di atas alisnya seperti seekor triceratops.
Reptil purba yang memiliki panjang tubuh sekitar 6 meter ini diperkirakan hidup 78 juta tahun lalu. Meski bertanduk besar, ia termasuk dalam subfamili dinosaurus yang rata-rata hanya memiliki benjolan tulang beberapa inci di dahinya. Sedangkan, dinosaurus bertanduk besar tertua yang pernah ditemukan, yakni Zuniceratops, diperkirakan menghuni wilayah Amerika Utara 12 juta tahun lebih tua darinya.
Karena itulah, makhluk yang baru ditemukan ditempatkan di antara dinosaurus tua bertanduk besar dan dinosaurus lebih muda yang bertanduk lebih kecil. Paleontolog Jim Kirkland dan Douglas Wolve yang mengidentifikasi fosil Zuniceratops pada tahun 1998 memprediksi, beberapa temuan fosil sejenis akan menguak sejarah dinosaurus bertanduk. "Perhatikanlah, teori evolusi tengah bekerja di sini," katanya.
Sumber: AP
Penulis: Wah
atau maunya bajunya se-minim mungkin