• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

[Reloaded]Selamatkan Indonesia Dengan Syariah

MasterOfAlchemy

IndoForum Senior D
No. Urut
67707
Sejak
1 Apr 2009
Pesan
4.780
Nilai reaksi
300
Poin
83
Hasil wawancara dengan Guru saya.
Genap setahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, masyarakat menumpahkan rasa kekecewaannya. Berbagai elemen masyarakat turun ke jalan menuntut SBY-Boed melepaskan jabatannya. Para pengamat menyatakan pemerintahan SBY-Boed gagal. Benarkah gagal? Bukankah pemerintah menyatakan telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran serta menaikan GNP?

Presiden SBY menyatakan angka kemiskinan dan pengangguran menurun dan Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP) meningkat. Tanggapan Anda?

Ya, bisa saja SBY mengklaim begitu tapi kan itu hanya didasarkan pada data statistik yang publik juga tidak tahu diperoleh dari mana, ukurannya apa, ketika dikatakan turun turunnya dari mana, turun dari angka berapa, apakah penurunannya itu menggunakan tolak ukur yang sama atau tidak.

Jadi sebenarnya klaim itu bisa dilakukan oleh siapa pun juga bukan hanya SBY. Tetapi secara faktual, terlepas turun atau tidak, kemiskinan itu masih sama saja di sekitar kita. Mudah terlihat di depan kiri, kanan, dan belakang kita. Artinya, klaim kemiskinan itu turun tidak ada makna apa-apa ketika fakta itu berbicara lebih nyata bahwa rakyat itu memang menderita karena berbagai kesulitan yang mereka hadapi.

Seakan seperti tidak ada negara?

Kalau kita percaya bahwa kita punya negara dengan pemerintahan SBY itu diadakan dengan sejumlah tujuan yakni menjaga: harta, kehormatan, akidah, keamanan, akal, negara. Maka ternyata negara ini bermasalah.

Untuk akidah misalnya. Jika negara tidak berusaha keras untuk menjaga akidah masyarakatnya maka akidah masyarakat akan tergerus. Namun kita lihat ternyata negara kita ini alih-alih menjaga akidah umat malah meggerus akidah umat. Di tambah lagi, adanya elemen-elemen yang merusak akidah umat seperti Ahmadiyah, kelompok liberal, dan kelompok sesat lainnya juga dibiarkan oleh pemerintah.

Negara menjaga akal umat dengan proses pendidikan tetapi pendidikan yang ada sekarang ini justru merusak akal umat karena pendidikannya malah membentuk kepribadian yang sekular. Di tambah lagi dengan beredarnya minuman keras, narkoba itu menunjukkan perlindungan terhadap akal itu tidak jalan.

Dengan tidak adanya perlindungan terhadap keamanan oleh negara orang sangat mudah terancam baik hartanya, nyawanya, kehormatannya. Lihat saja itu kriminalisasi sangat tinggi, bukan hanya pembunuhan, yang marak sekarang ini malah sudah sampai tingkat yang mengerikan yakni mutilasi. Juga perlindungan terhadap negara pun lemah. Intervensi asing, melalui laut, udara, perundang-undangan.

Berarti SBY gagal mengelola negara?

Saya sudah sering kali menyatakan bahwa negara ini bukan saja gagal tetapi juga sesat. Sesat ini dalam terminologi yang ada dalam Al-Qur’an (Surat Al-Ahzab Ayat 36, red.) di situ ada ayat yang menyatakan barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata.

Nah maksiat itu meninggalkan yang wajib menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang wajib menghalalkan yang haram. Itu sesat dan negara yang sesat, orang yang sesat itu pasti gagal , karena tidak ada kesesatan yang berhasil, kalaulah berhasil, maka keberhasilan itu adalah semu. Kegagalannya mengandung unsur kegagalan yang sangat besar. Jadi kalau ditanya apa faktor gagalnya, ya.. kemaksiatan itu/kesesatan itu jadi faktor utama, yakni ketika pemimpin itu mengatur negara ini tidak berdasarkan ketentuan Allah dan Rasul-Nya.

Lantas permasalahannya pemerintah tidak menganggap maksiat itu sebagai maksiat, itu bagaimana?

Ini terkait dengan sudut pandang. Sudut pandang apa yang digunakan. Seperti pelacur dianggap sebagai pekerja seks komersial, jadi menurut sudut pandang sekular mereka itu bekerja. Sementara itukan sebenarnya pelacuran. Satu hal yang sama ternyata bisa dinilai secara berbeda, karena sudut pandangnya berbeda.

Jadi selama menggunakan sudut pandang sekular tentu kemudian seolah-olah tidak ada masalah tapi kan faktanya ada masalah kemiskinan, kerusakan moral, kriminalisme terus meningkat, ada ketidakadilan, itu fakta.

Fakta itu akan bisa dijelaskan bila menggunakan sudut pandang yang berbeda, bukan sudut pandang sekular lagi. Jadi kalau kita melihat dari sudut pandang sekular terus, kita tidak akan menemukan jawaban atas semua fakta itu. Paling-paling hanya bisa mengatakan, “oh karena aturan tidak ditegakkan” , “oh karena pemimpinnya kurang tegas”, hanya itu-itu saja.

Tapi kalau dari sudut pandang yang saya sebut, jadi ketahuan ini terjadi karena kemaksiatan atau pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan dari Sang Pencipta. Dari sudut pandang ini kita menjadi tahu, “oh iya betul, ini melanggar, itu melanggar”.

Mengapa harus pakai aturan dari Sang Pencipta?

Kan tadi sudah disampaikan kita ini bernegara karena mempunyai tujuan. Tujuan tersebut hanya akan bisa dicapai bila kita mengatur negara ini dengan cara yang benar. Cara yang benar itu berarti menggunakan aturan yang benar. Nah aturan yang benar itu yang bagaimana? Itu kan yang menjadi masalahnya? Aturan yang benar tentu saja aturan yang datang dari Sang Maha Benar, itulah Allah SWT.

Orang kan ingin adil, aturannya kan harus adil. Jadi sebelum pemimpinnya adil, aturan yang akan diterapkannya pun harus aturan yang adil. Sebab tidak ada gunanya kalau pemimpinnya berusaha adil tetapi aturannya sendiri sudah tidak adil.

Bagaimana kita bisa mendapatkan suatu masyarakat yang adil kalau sistemnya atau aturannya sendiri sudah tidak adil. Nah aturan yang adil itu adalah aturan yang datang dari Allah SWT Yang Maha Baik, Maha Tahu, dan Maha Adil.

Jadi intinya telah terjadi kegagalan yang sistemik dan sangat mendasar pada negara ini. Oleh karena itu, bila kita menginginkan sebuah perbaikan harus ada perubahan. Perubahan itu ya perubahan yang mendasar, yakni perubahan rezim dan perubahan sistem. Jadi tidak hanya cukup perubahan rezim saja.

Kalau kita lihat dari tuntutan-tuntutan yang adakan hanya turunkan SBY dan Boediono. Tetapi setelah turun, dan bolak-balik diganti pun, pastilah sama saja bila tidak terjadi perubahan yang mendasar pada sistemnya.

Jadi perubahan baru akan terjadi ketika ada perubahan dari sistem yang sesat ini kepada sistem yang diturunkan oleh Allah SWT yaitu Khilafah Islam yang menerapkan seluruh aturan dari -Nya Yang Maha Tahu, Maha Baik dan Maha Adil.

maaf utk para mod, ane gtw kenapa ni thread di delete (thread serupa sblm thread ini ane buat dan belum ada), tolong diberikan alasannya. jangan tau2 main delete tanpa sebab. :(
 
ASTAGFIRULLAH! 80% Mengaku sebagai ummat Islam di negeri ini, tapi sebagian besar TIDAK ingin syariat Islam tegak dengan alasan bahwa ini bukan negara Islam. Alangkah sedih dan getirnyanya nasib para penjuag kemerdekaan yang dengan pekik ALLAHUAKBAR-nya memerdekakan negeri ini, karena anak2 dan cucu2nya telah BERKHIANAT terhadap perjuangannya!.
 
^
gt deh, mereka terinfeksi sekulerisme :D

padahal Islam itu untuk seluruh umat manusia. bukan untuk muslim doang yg dapet, bahwasannya Islam bukan agama semata. Sedangkan agama Islam hanya untuk muslom dan non-muslim yang akan menjadi umat Islam

gw tegaskan kepada orang2 sekuler mengenai hal ini, maaf agak keras:
YANG MENGANGGAP ISLAM HANYALAH AGAMA SEMATA HANYA ORANG2 TIDAK BERAKAL alias BODOH!!!

apa lagi umat muslim yg menganut sekulerisme :-&
 
ASTAGFIRULLAH! 80% Mengaku sebagai ummat Islam di negeri ini, tapi sebagian besar TIDAK ingin syariat Islam tegak dengan alasan bahwa ini bukan negara Islam. Alangkah sedih dan getirnyanya nasib para penjuag kemerdekaan yang dengan pekik ALLAHUAKBAR-nya memerdekakan negeri ini, karena anak2 dan cucu2nya telah BERKHIANAT terhadap perjuangannya!.

Karena kebanyakan umat Islam sekarang hanya tahu ritual ibadah saja. Apa itu Islam mereka tidak memahaminya.
Banyak orang belajar agama, tapi tidak paham agamanya. Hanya ritualnya saja yg mereka tahu dan lakukan tanpa mengerti ilmunya, itulah umat yang sia². :-O :-O

Beginilah jadinya. Diarahkan kemana saja ikut manut². /ok
 
Terimalah bencana2 jika suatu negeri dipimpin oleh pecundang serta diurus oleh pecundang2 lainnya, hanya demi citra dan kekuasaan. Ayat2 Allah di-ingkari, ulama2 dibunuh, ditangkap dan di fitnah, koruptor penghujat agama di manja2, berhala materi di pertuhankan.(Reff: Al-Anfal.53-54).
 
Saya setuju jika syariat Islam diberlakukan... hanya saja, persepsi negatif dan salah terhadap SI oleh non-muslim (dan sebagian orang Islam) perlu diluruskan dulu, karena sebagian besar berpikir kalau syariat Islam itu adalah identik dengan Arabisasi, potong tangan, dan wajib berbaju muslim.

Perlu penanaman pemahaman yang kuat kepada semua pihak terlebih dulu tentang apa itu Islam dan SI sebenarnya. Perlu lebih banyak contoh penerapan SI yang berhasil dan yang mengayomi semua golongan secara adil. Memaksakan SI di saat banyak yang belum mengerti hanya akan menimbulkan resistensi dan nggak akan efektif, apalagi masyarakat kita memang terkenal gampang berburuk sangka. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak sudi, adalah cerminan mayoritas masyarakat kita. :(

Penerapan secara gradual adalah yang terbaik... dan apakah nanti secara resmi bernama Syariat Islam atau bukan tidaklah menjadi masalah, asalkan hukum2 yang ada sudah mengacu pada SI. Insya Allah.


.
 
Sekarang liat dulu kenyataan yang ada, nama Islam di Indonesia udah tercoreng ama umatnya sendiri yang suka memaksakan kehendak, dan bertindak semena-mena.
Gimana mau dihargai kalau 'mereka' sendiri tidak mau menghargai kepercayaan dan cara beribadah umat lain?
Kasus di Bekasi, Singkawang, Tanjung Balai, misalnya.
Ini Indonesia, ada 6 Agama yang diakui. Semuanya emang berbeda, dan nggak bisa disamakan.
Dan, Negara ini ada bukan hasil perjuangan satu golongan aja, open your mind!
 
Sekarang liat dulu kenyataan yang ada, nama Islam di Indonesia udah tercoreng ama umatnya sendiri yang suka memaksakan kehendak, dan bertindak semena-mena.
Gimana mau dihargai kalau 'mereka' sendiri tidak mau menghargai kepercayaan dan cara beribadah umat lain?
Kasus di Bekasi, Singkawang, Tanjung Balai, misalnya.
Ini Indonesia, ada 6 Agama yang diakui. Semuanya emang berbeda, dan nggak bisa disamakan.
Dan, Negara ini ada bukan hasil perjuangan satu golongan aja, open your mind!

ingat loh Islam bukan hanya agama semata ;;)
Islam itu universal, Islam manfaatnya untuk seluruh umat manusia, gak cuma utk muslim doang. kecuali masalah akhirat :D.

bukannya gimana.
di bekasi sebenarnya sudah diketahui siapa yg salah, masalah HKBP kan?, ada threadnya disini, dan media juga berat sebelah menanggapi hal tsb.

gw setuju gak bisa disamakan utk masalah akidah, krn di surat Al-Kafirun tertera jelas, tetapi masalah tetap terpecahkan oleh syariat Islam terutama masalah hukum karena sumber dan dasarnya jelas. Bukan atas dasar hasil pemikiran manusia murni.

utk pencorengan kpd muslim sebenernya di praktik lapangannya tidak hanya dari dalam sendiri yg terlibat. tetapi dari luar jg.

Ingat situs Faitgforfreedoom, web penghinaan lainnya. dsb.
media umum juga sebenarnya agak lucu jg. kalau Islam salah padahal belum tentu benar pasti dibesar2kan seperti : Terorisme (padahal penuh dgn keganjilan), HKBP di bekasi, penurunan patung buddha dsb.

kalau umat Islam dizalimi pasti media umum seakan2 menyembunyikan fakta. tidak mempublikasikannya.

cth : kerusuhan di Ambon, Tanjung Priok (jadol), penyiksaan muslim di palestina, Afganistan, Pakistan, diskriminasi gaji dan upah, pemurtadtan besar2an (biasa dilakukan oleh kaum missionaris agama sebelah), dsb.

dah, tau lah gimana :D. dan ente harus open mind jg, dan berpikiran luas >:D<
apa lagi ente muslim :)
 
Al Qur'an saat ini cuma dijadikan objek ilmu bukan di terapkan.. sayang hanya sdikit yg memahami nya
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.