• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Tolong Saya !!!!!

ingintobat

IndoForum Newbie F
No. Urut
35481
Sejak
8 Mar 2008
Pesan
3
Nilai reaksi
0
Poin
1
Assalamualaikum wr wb

Perkenalkan saya ialah orang yang sangat berdosa, saya ingin mencari solusi tapi entah bagaimana..

alhasil saya search digoogle dan ketemulah dengan forum ini :(

Perkenalkan saya anak muda jakarta, umur 16tahun.. saya butuh solusi , saya butuh solusi, sangat, saya sangat butuh..

saya akan ceritakan lajur hidup saya
saya ialah anak muda yang durhaka terhadap orang tua dan allah swt, sudah dari kelas 1 SMP saya mulai urak2an.. membuat orang tua saya menangis, dan sedih..

dahulu saat 1 SMP mungkin masih dibilang kenakalan biasa, tapi pada saat 2 SMP saya mulai kelewatan, absensi saya disekolah 6 bulan.. dalam 1 tahun saya di Drop Out sebanyak 5 kali..

dan pada kelas 3 SMP ialah masa kesuraman dan kegelapan saya, saya diperkenalkan oleh minuman keras, sex dan sebagainya..

jujur, itu karena kehidupan saya yang terlalu bebas..

saya mendapat uang dari menipu di game online, saya sungguh sedih bila mengingat kejadian itu :(:(

dan sekarang, tiba2 allah memberikan saya hidayah.. saya sudah 95% tinggalkan dunia suram tersebut, tapi ada beberapa kebiasaan yang sangat amat susah saya hilangkan..

hawa nafsu saya, sangat sekali susah.. bahkan terakhir saya hampir melakukan hubungan sex dengan pembantu saya sendiri, untung saja saya masih diingatkan oleh allah swt..

sekarang saya mengatasi hawa nafsu tersebut dengan onani, sungguh memalukan.. tapi hanya itu yang saya bisa, saya tidak kuat bila harus menahan..

alhamdulilah, sekarang saya sudah sholat 5 waktu.. walaupun kadang masih bolong, dan sampai sekarang saya belum bisa membaca Iqro..

status saya sekarang tidak sekolah, saya berbisnis (halal) untuk mengurangi beban orang tua..

tapi, saya takut.. saya takut siksa allah swt
apalagi dunia kegelapan tsb belum bisa 100% saya tinggalkan, saya kadang tidak sengaja membentak orang tua karena kebiasaan, onani.. pikiran jorok.. itu sudah sering terjadi.. bagaimana ini? bila saja ada godaan berat saya yakin, saya akan sulit menghadapinya.. contoh saja, saya yang hampir berhubungan sex dengan pembantu saya..

umur saya 16tahun, tetapi dosa saya dan pikiran saya sudah terlalu kotor..

bila hawa nafsu itu sudah kembali, saya akan mengingat masa2 sebelum saya bertobat, pikiran saya blank.. saya tidak bisa berkonsentrasi, sangat susah untuk berkonsentrasi.. bahkan pada sholat pun itu suka terjadi :(

saya butuh solusi, saya tau hal itu dosa, tapi saya tidak tau harus bagaimana lagi.. tolong saya, hidup saya penuh dosa.. bagaimana saya mempertanggung jawabkannya? tolong saya !!

:(:(:(:(:(
 
hmm........
masa smp memang harus ada perhatian ekstra dari ortu.......
menurutku masa smp adalah masa paling labil...........
oke back to topik................
kalo maw tobat jangan setengah-setengah.............
onani itu haram dalam islam...........
apapun alasanya.............

nih sebuah artikel:

Melakukan kebiasaan yang jelek, artinya onani (manstrubasi) dengan tangan atau dengan yang lainnya, hukumnya adalah haram, berdasarkan dalil-dalil dari Kitab dan sunnah serta akal sehat. Adapun dari kitab Allah berfirman :
Dan orang-orang yang mereka menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari selain itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al-Mukminun : 5-7).
Barangsiapa yang mencari kepuasan syahwatnya bukan dengan istri dan budak perempuannya, maka sungguh ia telah mencari selain itu, dan dia telah menjadi orang yang melampaui batas, sesuai dengan konsekwensi ayat yang mulia ini.

Adapun dari Sunnah yaitu sabda Rasulullah : Wahai sekalian pemuda-pemuda, barangsiapa dari kamu mempunyai kemampuan, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menutup pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka berpuasalah karena puasa itu baginya menjadi sebagai perisai (mengurangi syahwatnya). (H.R. Bukhari dan Muslim). Jadi Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- memerintahkan kepada orang yang tidak mampu untuk menikah, agar berpuasa. Kalau seandainya onani itu boleh, pastilah Nabi -shallallahu `alaihi wa sallam- telah menujukkan untuk melakukannya. Tatkala beliau tidak pernah menunjukkan untuk melakukan onani itu (sebagai solusi), sedangkan onani itu adalah gampang sekali, maka diketahuilah bahwa melakukan onani itu hukumnya tidak boleh.

Adapun akal sehat; yaitu efek negatif yang banyak ditimbulkan oleh sebab melakukan onani tersebut, para ahli medis menyebutkan, bahwa di dalam melakukan onani terdapat bahaya yang berefek samping ke badan, nafsu seksual dan pikiran serta daya tangkap. Dan bisa jadi menghalangi seseorang untuk melakukan pernikahan yang sebenarnya, karena seseorang apabila nafsu seksualnya telah terpenuhi oleh perbuatan ini, kadang-kadang dia tidak lagi berkeinginan untuk menikah.


Dijawab oleh Syeikh Ibnu Utsaimin ( dalam kitab kecil Asilah Muhimmah)

[Kontributor : Muhammad Elvi bin Syamsi, Lc, 17 Agustus 2002 ]

diambil dari:Perpustakaan-islam.com

emang susah kalo kita maw tobat............
ninggalin kesenangan duniawi yang cuma sesaat tapi nagih..........
coba kamu baca2 buku yang memperdalam islam..........
rasakan kebesaran Allah...........
dan coba dzikir...........
Insya Allah kamu akan selalu ingat dengan yang diatas..........
dan itu yang akan mengerem kamu berbuat maksiat............

cara lainya seperti yang sudah disebutkan di artikel itu..........
menikalah untuk menjaga kemaluan............
toh kamu sudah bisa mencari uang dengan cara halal..........

minta maaflah pada 2 orang tuamu............
ridhonya Allah tergantung pada ridhonya orang tua..........

--peace--
 
KK bagaimana kalo bertobat secara perlahan-lahan

boleh nga ???
 
waduh aku bukan ahli agama..........
jadi aku g tahu.............
tapi taubatan nasuha adalah bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulanginya lagi...........
kalo taubat perlahan-lahan.........
ga tahu deh.........
wallahualam.........

--peace--
 
waduh aku bukan ahli agama..........
jadi aku g tahu.............
tapi taubatan nasuha adalah bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulanginya lagi...........
kalo taubat perlahan-lahan.........
ga tahu deh.........
wallahualam.........

--peace--

Owgh

Kan ada org berbuat maksiat (ibadah nga diterima 40thn)
terus dia taubatan nasuha
sedangkan ibadahnya nga diterima
jadinya gimane donk ???
 
@ habibiedxx
taubatan nasuha meskipun dlm hukumnya ngga di terima allah..tapi kalo udah tobat kan kita kita ngga tahu...hak prerogatif allah... kita hanya berusaha...
firman allah (lupa surat apa) "semua anak adam itu berdosa,dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah bertobat"

wallahu a'lam

@ ingintobat

sebaiknya anda baca dulu cerita saya mungkin bisa dijadikan contoh(sebenarnya mau ta post ke kisah teladan rasul ...tapi gpp ta tulis disini dulu ntar ta copy)

agungnya ampunan allah

suatu ketika umar bin khatab menemuai rasulullah denga raut muka yang sedih , rasul lalu bertanya
"sahabatku kenapa wajahmu kelihatan begitu sedih?"
"ya rasul sesungguhnya di depan pintu rumah ku ada seorang pemuda yang menangis begitu memilukan , tangisannya sepertinya meratapi kepedihan yang begitu mendalam sehingga hatiku trenyuh dan terbawa kesedihan"
"coba hadapkan dia padaku " perintah rasul

lalu umar pun mencari pemuda itu lalu membawanya menemui rasul
"anak muda apakah kau merasa putus asa sehingga kau begitu sedih? , padahal masa depanmu masih panjang" tanya rasul
"tangisan saya adalah tangisan penyesalan dan menanggung dosa yang amat berat,saya sangat takut akan murkanya allah" ratap pemuda itu

rasul terdiam sejenak lalu bertanya

"apakah kau telah berbuat syirik kepada allah?"
"tidak" jawap pemuda itu
"apa kau telah membunuh seseorang?" tanya rasul kemudian

pemuda itu hanya mengelengkan kepala

"kalau demikian , allah akan mengampuni dosamu meskipun sebesar langit dan bumi" kata rasul

pemuda itu terdiam lalu berkata
"dosa saya lebih besar dari itu!"
"apakah dosamu lebih besar dari kursi allah yang suci?
"dosa saya lebih besar"
"apakh dosamu juga lebih besar dari arsnya allah yang agung?" tanya rasul
"saya yakin dosa saya lebih besar dari itu !"
"kalau di bandingkan dengal allah dan kasih sayangnya , apa dosamu lebih besar" tanya rasul lagi
"demi allah tidak ada yang lebih besar dari allah dan kasih sayangnya" jawab pemuda itu mantap

kalau begitu coba ceritakanlah kepadaku

ya rasul sesungguhnya pekerjaan saya amatlah laknat , sejak umur tujuh tahun pekerjaanku membongkar makam orang yang baru meninggal lalu mencuri kain kafannya.suatu hari ada gadis yang baru meninggal saat setelah selesai pemakaman , saya membongkar kuburannya lalu melepas kain kafannya ,saya melihat gadis itu sangat cantik hingga membuat nafsu timbul ,saya menyetubuhi mayat gadis itu.
disaata saya melakukan perbuatan terkutuk itu saya seolah mendengar suara gadis itu meratap yang membuat hatiku tergetar
apakah engkau tida malu dan takut akan pengadilan allah di hari ketika orang2 yang teraniaya menuntut atas orang yang menganiayanya?
sunnguh tak berperasaan kau membiarkan aku telanjang diantara orang mati dan kau buat aku menanggung junub di hadapan allah padahal sebelumnya aku telah di mandikan dan si sholatkan

itulah dosa yang saya lakukan , sejak itu saya selalu merasa dikejar2 dosa hingga saya hanya bisa meratapi penyesalanku" lanjut pemuda itu

mendengar penuturan pemuda itu rasul lalu bangkit dan memalingkan muka seraya menghardik pemuda itu dengan marah

"hai pemuda fasik ! pergi kau dari hadapanku , sungguh tak ada balasan yang setimpal untukmu selain neraka!"

mendengar ucapan rasul pemuda itu seperti tersambar petir , dunia seolah2 gelap dan tak ada lagi harapan. pemuda itu lalu keluar sambil terus menerus meratap , berjalan mondar mandir di tengah padang pasir , tujuh hari tujuh malam ia tidak makan , minum dan tidur kadang 2 dia terus bersujud siang dam malam

"Ya allah hamba adalah seorang yang berdosa besar , hamba telah datang ke rumah utusanMu dengan harapan agar beliau sudi memberi syafaat kepada hamba di hadapanMu, namun begitu mendengar betapa kejinya dosa hamba beliau berpaling dan mengusirku. kini hamba datang kepadaMu ya allah mengetuk pintu maafMu agar Kau mengampuni dosa hamba dan memerima tobat hamba.sesungguhnya engkau adalah maha pengasih dan penyayang. andaikata engkau tak sudi mengampuni dosa hamba , maka turunkan api Mu ke dunia sebelum membakar hamba di akhirat kelak.!

demikian lah ratapan pemuda tersebut hinnga allah yang maha mendengar melihat tobat pemuda itu yang begitu sungguh. allah lalu mengutus malaikat jibril untuk menemui rasul

malaikat jibril lalu mengucapkan salam dan di jawab oleh rasul
"huwas saalaam,waminhus saalaam , wailaihi yarjius saalaam" (Dialah salam,dan dariNya salam , dan kepadaNya kembali salam)

"sesunggunnya allah bertanya kepadamu muhammad, apakah engkau yang menciptakan hamba-hamba Allah?"

"Allah lah yang menciptakanku dan hambanya" jawab rasul

"apakah engkau yang memberi rizki atas mereka?"

"sebaliknya, allah yang memberi rizki kepadu dan kepada mereka"

"lalu apakh engkau yang menerima tobat man mengampuni kesalahan?"

"sungguh hanya Allah yang mempunyai kuasa atas itu!" jawaba rasul

"Allah berfirman kepadamu muhammad , lanjut malaikat jibril
telah kukirimkan seorang hambaku kepadamu , di paparkan dosa dosanya dengan menyesal ,mengapa engkau malah memalingkan muka darinya? bagaimana nanti seandinya datang hamba-hamKu yang lain dengan memikul dosa2 yang menggunung? . engkau Ku utus agar menjadi 'rakhmatan lil alamin' (rahmat bagi seluruh alam) . janganlan kau putuskan harapn hambaku yang tergelincir kakinya karena dosa."

mendapat teguran langsung dari allah , rasul menyadari kesalahannya. lalu rasul menyuruh sahabatnya mencari pemuda itu.

setelah mencari kesana kemari akhirnya pemuda itu di temukan dalam keadaan bersujud dengan kondisi yang amat menyedihkan . para sahabat mengabarkan bahwa dosanya telah di ampuni oleh Allah lalu mnegajak pemuda itu menemui rasul

saat itu rasul tengah sholat magrib dan pemuda itu berbaris menjadi makmum. saat rasul membaca surat attakautsar pada ayat hatta zurtumul maqaabir terdengar jeritan pemuda itu

selesai sholat rasul dan para sahabatnya mengerumuni pemuda itu dan mendapati pemuda itu telah meninggal.

wallahu al'lam





 
@ habibiedxx
taubatan nasuha meskipun dlm hukumnya ngga di terima allah..tapi kalo udah tobat kan kita kita ngga tahu...hak prerogatif allah... kita hanya berusaha...
firman allah (lupa surat apa) "semua anak adam itu berdosa,dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah bertobat"

wallahu a'lam

Syukron Ya

bdw kalo inget firmannya

tolong dishare Ya
 
setahu ane nih........
taubatan nasuha adalah taubat sesungguh-sungguhnya taubat..........
kok malah g diterima?????????

ya wallahualam.........

--peace--
 
menurut saya....
salah satu cara adalah dengan meninggalkan seluruh kejelekan-kejelekan yang pernah di lakukan. tinggalkan dan jangan diulangi lagi.......
trus dibarengi dengan berbuat baik yang banyak.....
terutama berbuat baik kepada orang tua, sebagai balasan atas dosa2 yang pernah dilakukan kepada mereka........
 
banyak kok kisah tentang taubat, nasuha tentunya
ni contoh
Dalam sebuah Hadits yang diketengahkan oleh Bukhari dan Muslim secara sepakat disebutkan bahwa: dahulu di kalangan orang-orang yang sebelum kalian -yakni kaum Bani Israil- ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang. Lelaki ini telah berlumuran darah. Jari-jemarinya, pakaiannya, tangan, dan pedangnya, semuanya basah oleh darah, karena telah membunuh 99 orang dari kalangan orang-orang yang jiwanya terpelihara. Padahal seandainya semua penduduk bumi dan penduduk langit bersatu-padu untuk membunuh seorang lelaki muslim, tentulah Allah akan mencampakkan mereka semuanya dengan muka di bawah ke dalam neraka. Maka terlebih lagi dengan seseorang yang datang dengan pedang yang terhunus, sikap yang kejam, jahat, lagi emosi, akhirnya dia membunuh 99 orang.


Lelaki pelaku kejahatan ini telah melumuri dirinya dengan darah banyak orang dan membinasakan banyak jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya serta mencabut nyawa mereka. Sesudah dirinya berlumuran dengan kejahatan dan dosa besar ini, ia menyadari kesalahannya terhadap Allah. Ia pun ber*pikir tentang hari pertemuannya dengan Allah nanti, teringat saat hari kedatangannya kepada Allah untuk mempertanggungjawab*kan semua dosanya. Dia meyakini bahwa tiada yang mengampuni dosa, yang menghukumnya, yang menghisabnya, dan yang membenci seorang hamba karena dosa, kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.


Selanjutnya, ia berpikir untuk kembali dan bertaubat kepadaNya agar Dia membebaskannya dari neraka.


Sesungguhnya para raja pun
bila budak-budaknya telah beruban dalam perbudakannya mereka pasti akan memerdekakannya
dengan pembebasan yang baik
Dan Engkau, wahai penciptaku, jauh lebih murah daripada itu
Sekarang sungguh aku telah beruban dalam penghambaan diri maka bebaskanlah diriku dari neraka



Maka keluarlah ia dengan pakaian yang berlumuran darah, sedang pedangnya masih meneteskan darah segar dan jari-*jemarinya berbelepotan darah. Ia datang bagaikan seorang yang mabuk, terkejut, lagi ketakutan seraya bertanya-tanya kepada semua orang: "Apakah aku masih bisa diampuni?”


Orang-orang berkata kepadanya: "Kami akan menunjukkanmu kepada seorang rahib yang tinggal di kuilnya, maka sebaiknya kamu pergi ke sana dan tanyakanlah kepadanya apakah dirimu masih bisa diampuni."

Dia menyadari bahwa tiada yang dapat memberi fatwa dalam masalah ini, kecuali hanya orang-orang yang ahli dalam hukum Allah. Ia pun pergi ke sana, ke tempat rahib itu, seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil yang belum pernah merasakan manisnya ilmu dan tidak pernah membekali dirinya dengan pengetahuan, penelitian, dan penguasaan terhadap masalah-*masalah agama. Dia hanya melakukan ibadahnya menurut tata cara yang dibuat-buatnya sendiri tanpa ada dalil, baik dari syari'at maupun agama.


Perhatikan QS. Al-Hadjid (57): 27, yang artinya:"Dan mereka mengada-adakan kerahiban, padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka, tetapi (mereka sendirilah yang mengada-*adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak meme*liharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. "

Sesungguhnya agama itu bila tidak dibarengi dengan cahaya hidayah dan ilmu, sama dengan kesesatan dan bid'ah yang bertumpang-tindih antara yang satu dan yang lainnya.

Ia pun pergi dengan langkah yang cepat dengan penuh penyesalan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya, lalu ia mengetuk pintu kuil si rahib tersebut.

Rahib tersebut mengharamkan kepada dirinya sendiri: daging, makanan yang baik, pakaian yang baik, dan kawin, padahal Allah tidak mengharamkan semuanya itu atas dirinya. Dia lakukan hal tersebut karena kejahilannya tentang maksud Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia pun keluar menyambutnya.


Lelaki penjahat ini masuk dan ternyata pakaiannya masih berlumuran darah segar, membuat si rahib kaget dan terkejut bukan kepalang. Si rahib berkata: "Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu."


Sambutan ini jelas bukan tata cara yang biasa digunakan oleh para ulama dan para da'i yang menghendaki hidayah bagi manusia, karena pintu Allah selalu terbuka; pemberiannya senantiasa datang dan pergi; pahala-Nya dianugerahkan; tangan kekuasaan*Nya senantiasa terbuka pada malam hari untuk menerima taubat orang-orang yang berdosa pada siang harinya, dan senantiasa terbuka pada siang hari untuk menerima taubat orang-orang yang berdo'a pada malam harinya, hingga matahari terbit dari arah tenggelamnya (hari Kiamat).


Si penjahat bertanya: "Wahai rahib ahli ibadah, aku telah mem*bunuh 99 orang, maka masih adakah jalan bagiku untuk bertaubat?”

Rahib yang jahil itu spontan menjawab: "Tiada taubat bagimu!"
Mahasuci Allah, apakah engkau menutup pintu yang selalu dibuka oleh Allah? Apakah engkau memutuskan tali yang telah dijulurkan oleh Allah? Apakah engkau mencegah hujan yang telah diturunkan oleh Allah? Apakah engkau menutup jalan masuk yang telah dibuat oleh Allah?


Padahal Allahlah yang menciptakan; Allahlah yang telah menetapkan; Allahlah yang memberikan ampunan; Allahlah yang menghisab; dan Allahlah yang berbisik kepada seorang hamba pada hari yang tiada bermanfaat lagi harta benda dan anak-anak, kecuali orang yang menghadap kepada Allah dengan hati yang bersih, lalu Allah menyuruhnya mengakui dosa-dosanya, kemu*dian Allah mengampuninya jika Dia menghendaki. Maka apakah urusanmu, hai rahib, sehingga engkau ikut campur dalam urusan antara para hamba dan Tuhannya?


Apakah engkau memang seorang yang ahli untuk memberi fatwa dalam masalah ini? Bukan, engkau bukanlah seorang yang ahli dalam bidang ini. Hal ini hanya bisa ditangani oleh para ulama yang mengamalkan ilmunya lagi mengetahui tujuan syari'at-Nya.


Akhirnya, si penjahat ini putus asa memandang kehidupan ini. Di matanya dunia ini terasa gelap; kehendak dan tekadnya melemah; dan keindahan yang terlihat di wajahnya menjadi buruk. Ia pun mengangkat pedangnya dan membunuh rahib ini sebagai balasan yang setimpal untuknya guna menggenapkan 100 orang manusia yang telah dibunuhnya.

Selanjutnya, ia keluar menemui orang-orang guna menanya*kan kembali kepada mereka, bukan karena alasan apa pun, melainkan karena jiwanya sangat menginginkan untuk taubat dan kembali ke jalan Tuhannya serta menghadap kepada-Nya.


Ia bertanya kepada mereka: "Masih adakah jalan untuk ber*taubat bagiku?"

Mereka menjawab: "Kami akan menunjukkanmu kepada Fulan bin Fulan, seorang ulama, bukan seorang rahib, yang ahli tentang hukum Tuhan."

Sehubungan dengan pengertian ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan*nya melalui ayat-ayat berikut, yaitu firman-Nya:

Dalam QS. AZ-ZUMAR (39): 9, yang artinya:
"Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?"

Dalam QS. AL-*MUJAADALAH (58): 11, yang artinya:
''Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. "

Dalam QS. AL-ANKABUUT (29): 49
"Sebenarnya Al-Qur'an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. "

Dalam QS. ALI 'IMRAN (3): 18, yang artinya:
''Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). "


Si penjahat itu pergi menemui orang alim itu yang saat itu berada di majelisnya sedang mengajari generasi dan mendidik umat. Orang alim itu pun tersenyum menyambut kedatangannya. Begitu melihatnya, ia langsung menyambutnya dengan hangat dan mendudukkannya di sebelahnya setelah memeluk dan menghormatinya. Ia bertanya: "Apakah keperluanmu datang kemari?"

Ia menjawab: "Aku telah membunuh 100 orang yang terpelihara darahnya, maka masih adakah jalan taubat bagiku?"

Orang alim itu balik bertanya: "Lalu siapakah yang menghalang-halangi antara kamu dengan taubat dan siapakah yang mencegahmu dari melakukan taubat? Pintu Allah terbuka lebar bagimu, maka bergembiralah dengan ampunan; bergembiralah dengan perkenan dari-Nya; dan bergembiralah dengan taubat yang mulus."


Ia berkata: "Aku mau bertaubat dan memohon ampun kepada Allah."

Orang alim berkata: "Aku memohon kepada Allah semoga Dia menerima taubatmu."

Selanjutnya, orang alim itu berkata kepadanya: "Sesungguhnya engkau tinggal di kampung yang jahat, karena sebagian kampung dan sebagian kota itu adakalanya memberikan pengaruh untuk berbuat kedurhakaan dan kejahatan bagi para penghuninya. Barang siapa yang lemah imannya di tempat seperti ini, maka ia akan mudah berbuat durhaka dan akan terasa ringanlah baginya semua dosa, serta menggampangkannya untuk melakukan tindakan menen*tang Tuhannya, sehingga akhirnya ia terjerumus ke dalam kegelapan lembah dan jurang kesesatan. Akan tetapi, apabila suatu masya*rakat yang di dalamnya ditegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, maka akan tertutuplah semua pintu kejahatan bagi para hamba."


"Oleh karena itu, keluarlah kamu dari kampung yang jahat itu menuju ke kampung yang baik. Gantikanlah tempat tinggalmu yang lalu dengan kampung yang baik dan bergaullah kamu dengan para pemuda yang shalih yang akan menolong dan membantumu untuk bertaubat."

Si pembunuh itu pun pergi dengan langkah yang cepat dan hati yang gembira dengan berita dan pengharapan ini. Ketika ia telah berada di tengah jalan, ia jatuh sakit dan sekaratul maut datang menjemputnya.


Dalam QS. QAAF (50): 19, yang artinya:
"Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.”

Selanjutnya, dia mengucapkan kalimat laa ilaaha illallooh, lalu meninggal dunia. Dia belum pernah shalat, belum pernah puasa, belum pernah bershadaqah, belum pernah zakat, dan belum pernah mengerjakan kebaikan sama sekali, tetapi dia kembali kepada Allah dengan bertaubat, menyesal, berharap, dan takut kepada-Nya.


Maka datanglah malaikat rahmat dan malaikat adzab untuk mengambil dan menerima nyawanya dari malaikat maut yang mencabutnya. Mereka terlibat perselisihan yang sengit dalam memperebutkannya. Malaikat rahmat berkata: "Sesungguhnya dia datang untuk bertaubat dan menghadap kepada Allah menuju kepada kehidupan yang taat, kembali kepada Allah, dan dilahirkan kembali melalui taubatnya itu. Oleh karena itu, dia adalah bagian kami."


Malaikat adzab berkata: "Sesungguhnya dia belum pernah melakukan suatu kebaikan pun. Dia tidak pernah sujud, Tidak pernah shalat, tidak pernah zakat, dan tidak pernah bershadaqah, maka dengan alasan apakah dia berhak mendapatkan rahmat? Bahkan dia termasuk bagian kami."


Allah pun mengirimkan malaikat lain dari langit untuk melerai persengketaan mereka. Selanjutnya, malaikat yang baru diutus itu pun datang kepada mereka yang telah menjadi dua golongan yang bertengkar.

Malaikat yang baru berkata kepada mereka: ''Tahanlah oleh kalian. Sesungguhnya solusinya menurutku ialah hendaklah kalian sama-sama mengukur jarak antara lelaki ini dan tanah yang ia tinggalkan, yaitu kampung yang jahat, dan jarak antara dia dan kampung yang ditujunya, yaitu kampung yang baik."

Ketika mereka sedang sama-sama mengukur, Allah memerintahkan kepada kampung yang jahat untuk menjauh dan kepada kampung yang baik untuk mendekat.

Menurut riwayat lain disebutkan bahwa sesungguhnya lelaki pembunuh 100 orang ini menonjolkan dadanya ke arah kampung yang baik. Akhirnya, mereka menjumpai mayat lelaki jahat ini lebih dekat kepada penduduk kampung yang baik dan mereka memutuskan bahwa lelaki ini adalah bagian untuk malaikat rahmat. Malaikat rahmat pun mengambilnya untuk dimasukkan ke dalam surga.


(KISAH LELAKI INI DISEBUTKAN DALAM SHAHIH BUKHARI NO. 3395, SHAHIH MUSLIM NO. 6957, DAN AHMAD NO.10924.)

lihat yg aq kasi warna
secara tidak langsung Allah membantu si penjahat dalam betaubat, yang artinya tidak lain taubatnya diterima. Padahal ia belum sempat melakukan kebaikan atau hal-hal yang diperintahkan dalam Islam
dan 1 saran q carilah guru liqo/ ulama liqo yang nantinya anda akan diajak liqo berkelompok kecil (dilakukan Rasulullah dengan sahabatnya 1x seminggu)
 
Mungkin sebuah lirik lagu yang sederhana ini bisa akhi ambil pelajarannya:
Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perbanyaklah

Salahsatunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi
 
@TS

ketika ingin bertobat.. awali lah dengan niat yang mantap.. niat berubah karena Allah semata, karena Allah ta'ala.. insya Allah anda akan selalu mendapat lindungan-Nya, senantiasa dijauhkan dari mara bahaya, dan akan slalu diingatkan apa-apa yang menjadi larangan-Nya..


Insya Allah jika anda memulainya dari hati (niat) pasti smua akan menjadi lebih baik..


[-O< aaaaaammmiiiiiiiiinnn..
 
Buat TS

Carilah Ustad/ agama yang bisa membimbing kamu....sehingga niat kamu yang sudah baik akan menjadi kuat dengan bantuan. Untuk seseorang seusia kamu untuk mencapai tobat sulit jika kamu lakukan sendiri...usia kamu adalah masa pencarian jati diri...harus ada yang membantu kamu...utarakan niat baik kamu itu pada kedua orangtua kamu (untuk mencari Ustad/guru agama)...agar orangtua kamu juga bisa menjadi pendorong dan penguat Tobat kamu...disaat kamu lengah mereka yang akan jadi pengingat kamu...semoga dengan demikian perilaku mu berubah secara perlahan. Dan untuk berubah itu butuh proses,,,,sabar....dan tawakal. Yang ente alami itu belum seberapa dengan yang ane alami dulu...ane lebih parah dari ente.....jadi kesempatan berubah itu yakin dan pasti ada...[/B]
 
coba buat puasa bro...
puasa marah , sex , pkiran kotor...
Terus banyakin dzikir..:)
gud luck ya..
 
Menurut gwe :
  1. Minta ampun pada orang tua, bertobatlah dan berbuatlah baik kepada orang tua dan sesama
  2. Segera menikah, jauhkan zinah
  3. Bersama-sama isteri membangun ekonomi dan keluarga.
Semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahmah
 
Buat TS

Carilah Ustad/ agama yang bisa membimbing kamu....sehingga niat kamu yang sudah baik akan menjadi kuat dengan bantuan. Untuk seseorang seusia kamu untuk mencapai tobat sulit jika kamu lakukan sendiri...usia kamu adalah masa pencarian jati diri...harus ada yang membantu kamu...utarakan niat baik kamu itu pada kedua orangtua kamu (untuk mencari Ustad/guru agama)...agar orangtua kamu juga bisa menjadi pendorong dan penguat Tobat kamu...disaat kamu lengah mereka yang akan jadi pengingat kamu...semoga dengan demikian perilaku mu berubah secara perlahan. Dan untuk berubah itu butuh proses,,,,sabar....dan tawakal. Yang ente alami itu belum seberapa dengan yang ane alami dulu...ane lebih parah dari ente.....jadi kesempatan berubah itu yakin dan pasti ada...[/b]

Klo menurut gw gak usah cari ustad atau siapapun yg bisa merubah diri mu itu cuman :

1. Niat loe

2. Bimbingan Tuhan

siapapun gak akan bisa membantu mu 100% karena 90% semua dari niat loe bro...

Niat untuk berubah mengalahkan segalanya Ustad atau siapapun tidak mengalami hal yg sama ama dirimu tp yg mengalami dan tahu segalanya adalah dirimu sendiri dan Tuhan so yg bisa ngerubah dirimu yah kamu sendiri bukan orang lain

Thanks semoga membantu ^^V GBU:x
 
selain tekad diri
bantuan ustad pun dperlukan
karna setelah proses bertaubat. hal yang dilakukan untuk membuktikan sungguh-sungguh bertaubat yaitu dengan melakukan perintahNya (bertqwa kembali)
dari contoh anda ini, anda membutuhkan ustad untuk mengajarkan anda membaca AL Quran
untuk ibadah yang lain bisa menyusul
 
sama ikje selama 5 tahun nie gak pernah sholat, ada yang bisa ngasih solusi gak :(
 
solusi cmn 2
tobat + sholat
kl soal motivasinya gimana aq kurang pinter kasi motivasi :(
cmn sholat itu kebutuhan hambaNya padaNya
 
sedikit tentang sholat........
mudah2an bermanfaat...........

Definisi Shalat
Shalat menurut bahasa mempunyai arti: do’a/ rahmat. (al-Ahzab: 56 & al-Baqarah: 157). Menurut istilah, shalat ialah suatu ibadah yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam disertai dengan syarat-syarat tertentu. Lafadz shalat dibentuk dari kata الصِّلَةُ, karena ia yang menghubungkan antara hamba dengan Tuhannya serta mendekatkan diri kepada-Nya.

Hukum shalat terbagi kepada Fardhu dan Nafilah/sunnah. Demikianlah pendapat semua madzhab kecuali Madzhab Hanafi. Berikut pembagiannya :

1. Fardhu
Shalat fardhu ialah shalat yang diwajibkan untuk mengerjakannya. Shalat Fardhu terbagi lagi menjadi dua, yaitu :

- Fardhu ‘Ain : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada mukallaf langsung berkaitan dengan dirinya dan tidak boleh ditinggalkan ataupun dilaksanakan oleh orang lain, seperti shalat yang lima, dan shalat Jum’at.

- Fardhu Kifayah : ialah kewajiban yang diwajibkan kepada Mukallaf tidak langsung berkaitan dengan dirinya. Kewajiban itu menjadi sunnah setelah ada sebagian orang yang mengerjakannya. Akan tetapi bila tidak ada orang yang mengerjakannya maka kita wajib mengerjakannya dan menjadi berdosa bila tidak dikerjakan. Seperti shalat jenazah.

2. Nafilah (shalat sunnat)
Shalat nafilah adalah shalat-shalat yang dianjurkan atau disunnahkan akan tetapi tidak diwajibkan. Shalat nafilah terbagi lagi menjadi dua, yaitu

- Nafil Muakkad adalah shalat sunnat yang dianjurkan dengan penekanan yang kuat (hampir mendekati wajib), seperti shalat dua hari raya, shalat sunnat witr dan shalat sunnat thawaf.

- Nafil Ghairu Muakkad adalah shalat sunnat yang dianjurkan tanpa penekanan yang kuat, seperti shalat sunnat Rawatib dan shalat sunnat yang sifatnya insidentil (tergantung waktu dan keadaan, seperti shalat kusuf/khusuf hanya dikerjakan ketika terjadi gerhana).

Hukum Shalat dan Ancaman bagi yang Meninggalkannya.
Shalat hukumnya wajib. Artinya bila ia dilaksanakan berpahala, sedangkan bila ditinggalkan berdosa. Allah berfirman :

(قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ ءَامَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ (إبراهيم :31)

Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan (QS.Ibrahim :31)

عَنْ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ (رواه مسلم (و أحمد وأبو داود والنسائ والترمذي وابن ماجه

Dari Abu Sufyan ia berkata, Aku telah mendengar Jabir berkata, aku telah mendengar Nabi s.a.w bersabda: “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan Syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim, Abu Daud, an-Nasaie, at-Turmudzie dan Ibnu Majah)

Bagi mereka yang meninggalkan shalat maka halal darahnya sebagaimana Rasul bersabda dalam haditsnya, sbb :

عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ , وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ , وَيُؤْتَوْا الزَّكَاةَ , فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إلَّا بِحَقِّ الْإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)

Dari Ibnu Umar bahwasanya Nabi s.a.w bersabda: aku diperintah untuk memerangi orang sampai ia mengucapkan 2 kalimat syahadat, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Jika mereka mengerjakan itu semua maka terlindunglah darahnya dan hartanya dari seranganku kecuali dengan hak. sedangkan perhitungan mereka ada di tangan Allah yang Maha Mulia.
- Manfa’at dan Hikmah Shalat
- Dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (العنكبوت : 45)

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan)
keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat lain) Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (al-‘Ankabut : 45)

- Mencegah pelakunya dari Aneka macam Kesesatan
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ
فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا (مريم : 59)

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang
menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan (Maryam: 59)
 Shalat dapat menjauhkan diri dari sifat Mengeluh & Kikir
إِنَّ الْإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا  إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا  وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا  إِلَّا الْمُصَلِّينَ  الَّذِينَ هُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ دَائِمُونَ
(المعارج: 19-23)
Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh-kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakan shalatnya (al-Ma’arij : 19-23)
 Menghapus dosa-dosa kecil
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّلَاةُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ
(رواه مسلم و أحمد و الترمذي وابن ماجه)
Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda, Shalat lima kali sehari dan shalat jum’at ke jum’at merupakan pelebur dosa selama tidak melakukan dosa besar ( HR. Muslim, Ahmad, Turmudzie dan Ibnu Majah)
 Selamat dari Siksa Hari Kiamat
مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَنَتْ لَهُ نُوْرًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ
(رواه أحمد وابن حبان والطبراني)
Barang siapa yang menjaga shalatnya, niscaya ia akan menjadi
cahaya, bukti dan penyelamat baginya pada hari kiamat
(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan ath-Thabrani)
 Menenangkan dan menentramkan hati
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : جُعِلَتْ قُرَّةَ عَيْنِيْ فِيْ الصَّلاَةِ (رواه أحمد و النسائ)
Rasulullah bersabda: Penyejuk Hatiku ada di dalam shalat
(HR. Ahmad dan an-Nasaie)

diambil dari: perpustakaan-islam.com
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.